• News
  • Hangatnya Panggung Intim Stage Bus Jazz

Hangatnya Panggung Intim Stage Bus Jazz

Thu, 05 March 2020
Stage Bus Jazz hari ke-2 di Java Jazz Festival 2020

Cuaca terlihat sedikit mendung, namun tidak mengurangi antusias penonton, terutama di stage bus jazz tour. Hari ke-2 pagelaran Jakarta International BNI Java Jazz 2020 kembali dimulai, panggung intim milik MLDSPOT satu ini memang berbeda dengan panggung lainnya. Redeem Yourself Through Music dapat dirasakan para pengunjung untuk melepas sejenak kepenatan dan nikmati hidup melalui musisi yang tampil di sini!

Santai Sore Bersama Dreikids di Java Jazz

Dreikids membuka penampilan dengan apik di area intimate Stage Bus Jazz ini. Meskipun cuaca tidak secerah hari pertama, namun penonton tetap datang ke sini untuk menyaksikan penampilan dari musisi jebolan MLDJAZZPROJECT Season 3. Windy Hariyadi dan teman-teman Dreikids asyik dengan menampilkan jazz yang riang dan meriah seperti 'Di Dadaku Ada Kamu', 'Kala Cinta Menggoda', hingga ditutup dengan lagu 'Dahulu'. Sambil santap sore, Dreikids sore itu mampu membuat suasana di Stage Bus Jazz hari kedua lebih asyik lagi, tak heran para penonton ikut bergoyang dan bernyanyi bersama.

Barry Likumahuwa Sukses Me-redeem Musik di Stage Bus Jazz

Barry Likumahuwa sihir penonton dengan penampilannya di Stage Bus Jazz

Penonton sudah 'menumpuk' mencari posisi yang pas sebelum akhirnya Barry Likumahuwa tampil. Panggung intim Stage Bus jazz dibuat meriah oleh Barry Likumahuwa malam itu di hari kedua Java Jazz Festival. Menampilkan beberapa lagu, seperti single barunya bersama Kirk Whalum 'Trust in Faith' dengan Bass G menggantikan Kirk. Di tengah acara Barry tidak lupa mengingatkan untuk ikutan TikTok Challenge yang diadakan oleh MLDSPOT. Barry mengejutkan penonton dengan menghadirkan Farrel Hilal dan Ryan Valentinus menyanyikan lagu 'Stargazing' dan lagu 'In The End' dari Linkin Park. Menutup penampilannya malam itu, Barry bawakan lagu 'Esok Kan Masih Ada' dari pamannya Utha Likumahuwa, sambil mengingatkan bahwa "apapun yang terjadi sekarang, besok merupakan hari yang baru dengan pengalaman yang baru juga, jadi jangan bersedih hati karena esok masih ada...".

Tampilkan Sisi Lain Musik Jazz dengan Saxophone

Saxx in the City saat tampil di Stage Bus Jazz

Penampilan ke-2 di panggung intim Stage Bus Jazz milik MLDSPOT kali ini ditemani oleh Saxx In The City. Penonton pun bergoyang bersama sambil merasakan kerennya penampilan saxophone sekaligus bergoyang mengikuti lagu-lagu yang dimainkan! Panggung intim Stage Bus sangat cocok dengan mereka, selain karena lebih dekat dengan penontonnya, mereka juga dapat berdansa bersama. Batasan musik jazz yang groovy dengan skill yang tinggi, ditampilkan

ke level dengan kesepahaman yang menjulang, begitu terasa ketika menyaksikan mereka bertiga beraksi di Java Jazz Festival 2020.

Ditemani Rintik Hujan penampilan Maliq & D'essentials Terasa Hangat

Penampilan Maliq and D'essentials saat di Stage Bus Jazz MLDSPOT

Antusias penonton buat Maliq & D'essentials memang luar biasa, belum tampil saja penonton sudah membanjiri area Stage Bus Jazz. Tampil full tim dengan membawakan beberapa lagu andalan dibuka dengan lagu ‘Terdiam’, sontak para penonton histeris, apalagi saat personil Maliq menyapa. Setelahnya pun penonton langsung terlarut dalam irama music pop jazz yang khas dari Maliq. Di tengah penampilan Maliq malam itu saat lagu ‘Pilihanku’, hujan sempat kembali turun, namun Angga malah mengajak penonton untuk bernyanyi bersama, sehingga dalam sekejap suasana yang dingin karena hujan malah jadi lebih hangat. Beberapa lagu lainnya yang juga dibawakan pada malam itu antara lain adalah ‘Setapak Sriwedari’, ‘Himalaya’, dan ditutup dengan lagu ‘Dia’.

Gimana keseruan dan kedekatan penampilan di Stage Bus Jazz pada hari kedua. Nah, menurut lo nyesel kan nggak datang buat nonton, Urbaners?

Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Fri, 10 July 2020
Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Kalau biasanya orang-orang memulai sesuatu dari passion, hal berbeda justru terjadi pada Muhammad Aga, barista profesional yang kini melebarkan sayap ke segala lini perkopian, hingga usaha roasting. Kesempatan dan koneksi menjadi dua faktor utama yang membuat pemilik coffee shop S.M.I.T.H ini bertemu dengan passion-nya yaitu kopi. Dari yang cuma sekadar mencari tambahan saku sampai akhirnya menjadi “teman hidup”.

Rabu (8/7) lalu, Muhammad Aga berbagi cerita mengenai perjalanan hidupnya di acara InstaClass @MLDSPOT #MumpungLagiDiRumah. Dipandu Reza Alkadri, obrolan kemarin terasa cair dan insightful. Buat lo yang nggak sempat nonton live, berikut rangkumannya!

 

Perjalanan Panjang Menuju Kopi

“Gue dulu bukan peminum kopi,” kata Aga membuka cerita. Keisengannya melamar menjadi pegawai di coffee shop nggak lain untuk menambah uang saku. Siapa duga, setelah diterima, pria yang dulu berprofesi sebagai musisi ini ditempatkan sebagai barista.

Rasa ingin tahu dan kesempatan yang terbuka lebar akan perkopian membuat Aga menekuni profesi barista. “Salah satu ketertarikan gue karena sempat iseng ikut kompetisi di sebuah cafe dan menang. Eh, kayaknya gampang nih!” celetuk Aga.

Kala itu, kompetisi pertama yang diikuti adalah latte art. Kemudian di kesempatan berbeda, pria di balik @telusurasa  ini mengikuti kompetisi lokal dan lagi-lagi, menang. “Gue agak jumawa sih dan menggampangkan. Di situ letak kesalahan gue sekaligus pembelajaran,” kenang Aga.

Akhirnya Aga mengambil langkah besar untuk benar-benar mempelajari seluk-beluk kopi dengan mengikuti pelatihan baik dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut menurutnya memberikan dampak yang besar buat perjalanannya di dunia perkopian. “Gue banyak dapat ilmu tentang kopi dan ketemu orang-orang dengan ketertarikan yang sama. Di sini gue menjadi semakin paham, link itu penting, passion dan kesenangan saja nggak cukup. Butuh banyak faktor supaya kita bisa berhasil di sebuah industri,” kata Aga mantap.

 

Dari Coffee Shop ke Storyteller

Aga adalah sosok di balik S.M.I.T.H, kedai kopi kekinian yang mengusung konsep fair trade. Semakin mendalami kopi, eksplorasi Aga pun kian ‘menggila’. Misinya, nggak hanya mencoba jenis-jenis biji kopi di Indonesia yang menurutnya kaya banget, melainkan kolaborasi segala lini melalui pelbagai medium.

Bagaimana cara Aga mewujudkan mimpinya? Petualangan dimulai ketika ia mulai traveling keliling Indonesia. Ia bertemu dengan para petani kopi dan melakukan kolaborasi bareng. Ada juga petani yang langsung menghubunginya untuk mengirimkan sampel. “Gue selalu terbuka untuk segala kemungkinan, mari kita sama-sama membesarkan industri kopi Indonesia,” ungkapnya bersemangat.

Pertemuan Aga dengan para pelaku industri kopi memicunya untuk menceritakan pengalaman pengolahan kopi pada penikmatnya. “Makin ke sini gue ngerasa kalau segelas kopi nggak hanya sekedar minuman, ada cerita dibalik pembuatan kopi tersebut. Ini menarik sekaligus mengedukasi dan memberikan inspirasi buat semua yang beririsan dengan kopi,” tambahnya.

Untuk itulah Aga membangun @telusurasa guna merekam perjalanannya menemukan biji kopi terbaik di Indonesia. Aga mengabadikan kisah perjalanannya dalam bentuk story telling visual supaya lebih enak dimaknai oleh masyarakat Indonesia. “Gue rasa masyarakat kita itu adalah penikmat visual. Kenapa gue bilang begitu, karena kopi di Indonesia jadi meledak semenjak ada film, ‘kan? Menurut gue, harus semakin banyak media visual yang menceritakan perjalanan kopi Indonesia,” kata Aga lagi.

Diskusi Peluang Bisnis Kopi bareng Muhammad Aga #MumpungLagiDiRumah

Membaca Peluang Bisnis Kopi di Indonesia

Berangkat dari passion-nya dan melihat sebuah peluang, sampai saat ini Aga yang sempat main di film “Filosofi Kopi 2” ini terus melihat ragam peluang dan membaca kemungkinan-kemungkinan yang ada.

@harapandjaya adalah salah satu ekspansi dari passion Aga akan industri kopi. “Gue melihat tren es kopi susu, makanya bikin Harapan Djaya. Soalnya kalau digabung dengan S.M.I.T.H feel-nya nggak dapet,” jelas Aga.

Nggak hanya ruang untuk menikmati es kopi susu kekinian, Harapan Djaya ternyata juga menyediakan ruang sangrai kopi buat para pelaku industri kecil kopi. “Di sini gue melihat juga ada tren di Korea, di mana banyak pekerja kantorannya berjualan kopi di e-Commerce dan juga banyak tersedia co-roasting space. Gue mikir aja sih, gimana kalau ini dibuat di Indonesia?”

Prediksi Aga, benar adanya. Saat ini banyak anak-anak muda dan pelaku UKM kopi yang menggunakan roasting space yang dibangun Aga untuk menggoreng biji kopinya. Tidak Bahkan, Aga melihat industri kopi di Indonesia masih sangat menggeliat dan kita butuh wadah-wadah untuk melebarkan industri ini agar bisa maju bareng-bareng.

Berlangsung selama satu jam, obrolan bersama Muhammad Aga diakhiri dengan pengumuman pemenang kuis. Kali ini, pemenang yang beruntung adalah @sikarebet78, yang berhak mendapatkan voucher belaja Blibli.com senilai Rp2 juta.

Seru banget, ‘kan? Nggak cuma dapet insight menarik dari para profesional di bidangnya, lo juga bisa nambah ilmu #MumpungLagiDiRumah. Makanya, pantengin terus MLDSPOT setiap hari Rabu di sepanjang bulan Juli ini, Bro! Akan ada acara-acara menarik dan kuis berhadiah jutaan rupiah.

See you on the next InstaClass MLDSPOT!