Nulis Buku dan Self-Publishing ala Ollie - MLDSPOT
  • Profile
  • Nulis Buku dan Self-Publishing ala Ollie

Nulis Buku dan Self-Publishing ala Ollie

Wed, 23 December 2015

Nulisbuku.com adalah website yang bergerak di bidang penulisan buku yang bersifat self-publishing. Ollie, sapaan akrabnya ini menjembatani semua orang di Indonesia untuk bisa mempunyai buku sendiri.

Seperti yang kita ketehui sekarang, nerbitin buku itu susahnya bukan main. Mulai dari editor, layout halaman sampai memilih penerbit buku yang sesuai. Nulisbuku.com ternyata menjembatani itu semua, Ollie bersama rekan-rekannya sampai tahun 2014 kemarin sudah menerbitkan sekitar 700 buku dari penulis yang berbeda.

 

Sempat bekerja di pemerintahan tetapi keluar

Perjalanan karir Ollie ini cukup unik. Sebelum memutuskan untuk terjun di dunia startup, dia sempat bekerja di pemerintahan. Seperti orang kebanyakan, bekerja di pemerintahan adalah hal yang sangat menjanjikan. Setelah pada tahun 2006 Ollie memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mulai menangani website kutukutubuku.com. Kutukutubuku adalah website jual beli buku yang pada tahun tersebut mengalami penjualan yang cukup lumayan.

 

Tentang self publishing

Sebelumnya, Ollie merupakan pribadi yang sangat senang sekali membaca dan menulis. Dia sejak di bangku sekolah pernah menuliskan beberapa cerpen. Jadi, Ollie mengetahui bahwa bagaimana rumitnya proses untuk menerbitkan buku. Dengan nulisbuku, lo bisa nerbitin buku lo sendiri. Nggak percaya diri dengan tulisan lo? Tim nulisbuku juga mempunyai beberapa editor yang akan ngebantu lo untuk mengedit naskah lo. Tentu untuk jasa editor, lo harus ngeluarin kocek lebih.

Selain itu, untuk masalah cover. Ternyata nulisbuku juga punyai jasa khusus untuk membuatkan cover yang pas. Jada pembuatan cover ini juga bisa lo pesan. Tetapi nih Urbaners, ketika lo sudah bisa mengedit naskah lo dan lo punya cover sendiri. Lo tentu nggak perlu mengeluarkan kocek dari pengiriman naskah sampai penerbitan.

Kok nggak perlu mengeluarkan kocek? Karena Nulisbuku baru akan membuat buku lo ketika ada yang pesen. Jadi, mereka lo nggak perlu bayar di awal untuk mendapatkan buku lo. Ini yang nggak didapat dari penerbit-penerbit lain dan ini juga yang disebut dengan self publishing.

Tentu Ollie tidak langsung sesukses ini ketika terjun di dunia startup. Beberapa kali Ollie harus keliling untuk mencari investor dan partner. Sekarang Ollie sedang membangun komunitas online yang saling membantu untuk mendapatkan ide-ide segar untuk menulis buku.

 

Source: maxmanroe.com, nulisbuku.com, www.andriewongso.com, girlsintechindonesia.com

Mods Culture: Gaya Hidup yang Menggabungkan Vespa Klasik dan Musik

Tue, 23 February 2021
Vespa Klasik

Semua orang punya referensinya masing-masing dalam berpakaian. Ada yang lebih suka berpenampilan dengan style sesuai kenyamanannya, ada yang sukanya up-to-date dengan fashion terkini, ada juga yang punya referensi dari band atau genre musik yang diminati.

Beberapa waktu lalu, MLDSPOT sempat membahas gimana band grunge mempengaruhi cara berpakaian yang sampai sekarang juga masih banyak diminati. Kali ini, MLDSPOT bakal ngebahas tentang gaya hidup yang juga mempengaruhi gaya berpakaian di dekade 60-an yang identik dengan musik rock & roll saat itu dan jadi outfit yang identik dengan vespa klasik – yang dikenal dengan Mods Culture.

Dari musik, kok bisa jadi vespa klasik – pasti lo bertanya-tanya, kan? Mengingat ternyata secara nggak sadar ternyata gaya hidup dan gaya berpakaian ini masih banyak diminati, sepertinya informasi ini penting untuk lo ketahui. Mending langsung aja simak selengkapnya mengenai mods culture di bawah ini ya, bro!

Gaya Berpakaian ‘Modern’ Saat itu

Vespa Klasik

Credit image – John’s Medley

Gaya ini awal mulanya muncul di London sekitar tahun 1960-an. Dimana gaya hidup mods ini berasal dari kata modernis. Gaya ini awalnya menjadi sebuah gaya fashion remaja saat itu yang mencoba untuk mematahkan tradisi berpakaian yang telah diwariskan.

Gaya berpakaian yang dikembangkan oleh para remaja kelas pekerja yang berpaku pada musik yang sedang diminati saat itu – yaitu rock & roll. Berdasarkan musik ini akhrinya para remaja menggunakan pakaian dengan warna solid, cerah, dan kontras.

Adaptasi berpakaian dari gaya musik ini berakar dari kelompok kecil di era 1950-an dimana modernisasi mulai muncul. Kelompok ini identik dengan para anggotanya yang mendengarkan musik jazz modern. Gaya inipun disambut oleh anak muda saat itu hingga berubah menjadi gaya hidup.

Dari Gaya Hidup dari Musik, Pakaian, sampai Vespa Klasik

Bermula dari gaya berpakaian, mods culture-pun berubah menjadi gaya hidup yang dilakukan oleh kaum-kaum muda saat itu. Dari berpakaian, akhirnya mods culture menjadi punya pasar dan penggemarnya sendiri. Sejak kemunculannya, akhrinya para kelompok penganut mods culture ini sering mengadakan pertemuan di coffee shop.

Nggak cuma berpakaian dan gaya musik aja, ‘anak tongkrongan’ dengan gaya mods ini juga identik dengan menggunakan vespa klasik. Seiring berjalannya waktu, penganut mods culture menjadikan kepemilikan vespa klasik sebagai subkultur yang berbeda.

Vespa klasik menjadi pendukung dari gaya hidup ini sendiri sehingga menjadi lebih kompleks. Mods dianggap sebagai gaya hidup kaum urban yang lebih mementingkan pergaulan dibandingkan hal-hal lain dihidupnya. Dengan kehadiran vespa klasik, gaya hidup mods ini semakin merajalela.

Akhirnya, gaya hidup inipun nggak hanya dianut oleh para remaja kelas pekerja aja. Subkultur mods ini menjadi komersil secara nggak langsung tanpa harus dikomersilkan – karena dengan banyaknya penganut dari mods, akhirnya menjadi gaya hidup ini nggak hanya untuk para pekerja saja.

Mods Culture di Indonesia

Vespa Klasik

Credit image – Jakarta Mods Mayday

Di Indonesia sendiri, subkultur mods ini juga digemari – bahkan hingga saat ini. Salah satu penanda hadirnya mods culture di Indonesia adalah awal 1960-an dimana vespa klasik dan musik menjadi satu kesatuan bagi kaum muda mudi saat ini.

Nggak jauh berbeda dari London, di Indonesia sendiri para penganut mods culture ini juga mengikuti tren dari musik di dunia barat sana – The Beatles memiliki peran yang cukup banyak pada perkembangan subkultur mods di Indonesia.

Kepemilikan vespa klasiklah yang sedikit membedakan mods culture di Indonesia dengan di dunia barat sana. Karena di Indonesia, pemilik vespa klasik nggak hanya dimiliki oleh kaum pekerja ataupun kelas menengah bawah. Tren mods ini membuat vespa klasik menjadi lebih hidup.

Di Indonesia sendiri, para penganut mods ini berkumpul setiap perayaan Mayday dengan mengadakan Mods Mayday. Awalnya, kegiatan ini ahnya dilakukan oleh komunitas Skinhead Warriors dari mulut ke mulut, namun semakin berjalannya waktu, kegiatan ini menjadi rutinitas yang dilakukan pada bulan Mei setiap tahunnya.

Menarik banget subkultur tentang mods ini ya, bro – dari musik, gaya berpakaian, sampai ke vespa klasik. Mungkin kalau lo pengguna vespa udah nggak asing lagi untuk riding dengan komunitas mods lo tanpa lo sadari.

Jadi, apakah lo termasuk dalam pengikut mods culture ini? Atau justru menjadi tertarik untuk mengikutinya?

 

Feature image – John’s Medley