• Profile
  • Darbotz : Mencintai Jakarta Lewat Graffiti

Darbotz : Mencintai Jakarta Lewat Graffiti

Wed, 10 February 2016

Dalam satu hari, ada begitu banyak orang yang menumpahkan kekesalannya pada kota Jakarta, entah lewat sikap, kata-kata lisan atau celotehan di sosial media. Marah dan kesal tehadap suatu adalah hal yang wajar. Namun ternyata, seorang seniman bernama Darbotz lebih memilih untuk mencintai kota ini apa adanya, dengan segala kemacetan, keruwetan dan kekacauan di dalamnya. Bukan cuma itu, Darbotz juga mencurahkan segala kecintaannya pada Jakarta itu lewat karya graffiti yang kini sudah mendunia.

Seperti seniman graffiti lainnya, Darbotz memulai karirnya di jalanan sejak tahun 2004. Founder tembokbomber.com ini punya gaya visualisasi yang sangat khas, warna hitam putih dengan detail yang keren dan sedikit warna cerah untuk aksentuasi. Warna sederhana ini justru merupakan strateginya untuk mendapat perhatian di tengah kepadatan visual di jalanan. Karakternya, the squid alias cumi-cumi dibuatnya sebagai cerminan situasi masyarakat urban Jakarta dengan problema hidup yang dialami setiap hari.  

Karya-karya Darbotz kini telah dipamerkan di berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Hongkong, Australia hingga Prancis. Darbotz bukanlah street artist biasa, yang unik darinya adalah motivasinya yang mengejar kebahagiaan dalam hidup dan mengubahnya menjadi kesuksesan. Nggak seperti kebanyakan orang yang melakukan sebaliknya, mengejar kesuksesan tapi mengorbankan kebahagiaan. Darbotz cukup puas dengan apa yang ia lakukan selama ini, tapi nggak seperti artist atau seniman lain, ia justru nggak mau wajahnya terlihat di media, makanya ia selalu menutup wajahnya dengan tangan, alasannya supaya orang lebih mengenal karyanya dibandingkan wajahnya. Tapi tenang aja, sebenarnya dia justru lebih senang kalau ditemui secara langsung kok!

Darbotz : Mencintai Jakarta Lewat Graffiti

Kini nama Darbotz bukan sekedar nickname belaka, tapi merupakan jaminan kualitas dan orisinalitas dari sebuah karya. Puluhan brand ternama dari dalam maupun luar negeri sudah membuktikannya, sebut saja : Hardrock Bali, Berlin Jakarta Connection, Jansport, Google Chrome hingga Nike sportswear pernah bekerja sama dengan street artist yang satu ini.

Gimana dengan lo Urbaners, punya hobi ataupun skill di bidang graffiti juga nggak? Kalo emang skill lo belom secanggih Darbotz, nggak usah khawatir apalagi minder. Terus saja berlatih setiap hari sambil berusaha ningkatin teknik graffiti lo, siapa tau suatu saat lo akan bisa seperti Darbotz, atau bahkan lebih hebat lagi!

 

Source :

thedarbotz.com
www.artotelindonesia.com
sooperboy.com

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sun, 29 December 2019
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice