Home Profile Agil Pambudi: Icebreaker for The Team

Agil Pambudi: Icebreaker for The Team

Tuesday, March 1, 2016 - 14:43
Bagikan
Facebook Twitter Email

Kalau lo mengikuti perkembangan berita dari MLDARE2PERFORM, kompetisi untuk musisi-musisi muda berbakat yang sekarang tergabung dalam MLD Jazz Project, pasti familiar dengan nama Agil Nur Pambudi yang sering di sapa Agil. Yap, bener banget Urbaners, ia adalah salah satu pemenang dalam kategori bass. Musisi muda satu ini terlihat cool, padahal aslinya suka iseng dan jahil lho, Urbaners! Agil sering kali menjadi icebreakers dengan menjahili para personil MLD Jazz Project lainnya, nggak heran dimanapun Agil berada suasananya akan terasa lebih hangat dan seru.

Agil yang merupakan lulusan SMA Negeri 43 Jakarta ini berhasil menarik perhatian juri dengan kepiawaiannya bermain bass. Meskipun Agil mengakui bahwa ia belum lama belajar musik jazz, tidak menjadikannya ragu untuk menunjukkan yang terbaik. Pertama kali Agil mendalami musik klasik saat masuk di LPM Farabi sekitar satu setengah tahun yang lalu dan mulai memainkan jenis jazz fusion. Jika ditanya musik jazz seperti apa favoritnya, ia menekankan bahwa masih meraba-raba, sifat keingintahuan Agil yang besar, membuatnya selalu mencoba hal baru dan menekuninya. But so far, he really enjoyed it!

Banyak musisi profesional yang menjadi inspirasi dari Agil yang masih kuliah di Institut Kesenian Jakarta ini, Miles Davis, Victor Wooten dan juga Shadu Rasjidi selalu membuat semangat Agil dalam berkarya. Well, melihat skill Agil dalam bermain bass, pasti ia bisa menjadi seperti mereka!

Beberapa saat lalu Agil juga bercerita tentang kesulitan pada saat audisi MLDARE2PERFORM kemarin, seperti yang sudah lo ketahui, mereka melakukan kolaborasi mendadak dengan peserta lainnya di fase 2, yang mengharuskan mereka kompak meskipun baru kenal beberapa jam. Pada saat itu Agil merasa sangat gugup, dan takut salah. Tetapi bagi Agil, kuncinya adalah "enjoy every moment and always be happy". Dan terbukti, ia menjadi pemenangnya.

Pria yang berumur 19 tahun ini menyangkal bahwa jazz merupakan musik yang sulit dimengerti. Karena menurut Agil setiap genre musik memiliki kesulitannya masing-masing, tidak ada yang lebih susah maupun mudah. Tinggal bagaimana usahanya saja untuk menguasai genre musik tersebut.  Kalau membicarakan tentang Jazz di Indonesia sekarang ini, Agil berharap semakin luas dan banyak tempat untuk bermain musik jazz, komunitas-komunitas jazz juga berkembang makin banyak dan semoga makin banyak tempat belajar musik jazz untuk para musisi muda Indonesia.