• Profile
  • Agil Pambudi: Icebreaker for The Team

Agil Pambudi: Icebreaker for The Team

Tue, 01 March 2016

Kalau lo mengikuti perkembangan berita dari MLDARE2PERFORM, kompetisi untuk musisi-musisi muda berbakat yang sekarang tergabung dalam MLD Jazz Project, pasti familiar dengan nama Agil Nur Pambudi yang sering di sapa Agil. Yap, bener banget Urbaners, ia adalah salah satu pemenang dalam kategori bass. Musisi muda satu ini terlihat cool, padahal aslinya suka iseng dan jahil lho, Urbaners! Agil sering kali menjadi icebreakers dengan menjahili para personil MLD Jazz Project lainnya, nggak heran dimanapun Agil berada suasananya akan terasa lebih hangat dan seru.

Agil yang merupakan lulusan SMA Negeri 43 Jakarta ini berhasil menarik perhatian juri dengan kepiawaiannya bermain bass. Meskipun Agil mengakui bahwa ia belum lama belajar musik jazz, tidak menjadikannya ragu untuk menunjukkan yang terbaik. Pertama kali Agil mendalami musik klasik saat masuk di LPM Farabi sekitar satu setengah tahun yang lalu dan mulai memainkan jenis jazz fusion. Jika ditanya musik jazz seperti apa favoritnya, ia menekankan bahwa masih meraba-raba, sifat keingintahuan Agil yang besar, membuatnya selalu mencoba hal baru dan menekuninya. But so far, he really enjoyed it!

Banyak musisi profesional yang menjadi inspirasi dari Agil yang masih kuliah di Institut Kesenian Jakarta ini, Miles Davis, Victor Wooten dan juga Shadu Rasjidi selalu membuat semangat Agil dalam berkarya. Well, melihat skill Agil dalam bermain bass, pasti ia bisa menjadi seperti mereka!

Beberapa saat lalu Agil juga bercerita tentang kesulitan pada saat audisi MLDARE2PERFORM kemarin, seperti yang sudah lo ketahui, mereka melakukan kolaborasi mendadak dengan peserta lainnya di fase 2, yang mengharuskan mereka kompak meskipun baru kenal beberapa jam. Pada saat itu Agil merasa sangat gugup, dan takut salah. Tetapi bagi Agil, kuncinya adalah "enjoy every moment and always be happy". Dan terbukti, ia menjadi pemenangnya.

Pria yang berumur 19 tahun ini menyangkal bahwa jazz merupakan musik yang sulit dimengerti. Karena menurut Agil setiap genre musik memiliki kesulitannya masing-masing, tidak ada yang lebih susah maupun mudah. Tinggal bagaimana usahanya saja untuk menguasai genre musik tersebut.  Kalau membicarakan tentang Jazz di Indonesia sekarang ini, Agil berharap semakin luas dan banyak tempat untuk bermain musik jazz, komunitas-komunitas jazz juga berkembang makin banyak dan semoga makin banyak tempat belajar musik jazz untuk para musisi muda Indonesia.

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sunday, December 29, 2019 - 11:27
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice