• Profile
  • Michael : Ingin Menikmati Alur Bermusik

Michael : Ingin Menikmati Alur Bermusik

Tue, 01 March 2016

Pemenang MLDARE2PERFORM kategori keyboard / piano asal Jakarta ini punya cerita sendiri dalam karir bermusiknya. Berawal dari keinginan sang ayah untuk melakukan pelayanan gereja lewat musik, Michael Setiawan Sanyoto dikenalkan pada alat musik pada saat umurnya masih 5 tahun. Siapa sangka, ketekunannya dalam bermusik berhasil membawa aksinya ke panggung JAVA JAZZ FESTIVAL tahun ini. Mau kenal lebih dalam sama pianis berbakat yang satu ini, Urbaners?

Michael yang memang berasal dari keluarga penyuka musik ini awalnya diberi kesempatan untuk mencoba beragam instrumen musik. Mulai dari drum, biola hingga piano pernah dicoba oleh cowok yang mengagumi Oscar Peterson ini. Namun seiring perjalanan waktu, ia akhirnya memutuskan untuk memilih piano. Pilihannya tersebut ternyata nggak salah Urbaners, terbukti saat kuliah Michael pernah mengikuti kompetisi Jazz Goes to Campus dan dua kali berhasil menyabet gelar sebagai best pianist, pada tahun 2012 dan 2015. Cowok kelahiran Denpasar, 19 Januari 1994 ini juga sempat menjadi session player untuk Citra Scholastika lho!

Perkenalannya dengan kompetisi MLDARE2PERFORM bahkan terjadi secara nggak sengaja. Teman baiknya yang sama-sama seorang musisi mengajaknya untuk ikutan submit video MLDARE2PERFORM, karena cara daftarnya yang gampang benget. Michael pernah merekam resital atau pertunjukan musik untuk keperluan kuliahnya, maka tanpa pikir panjang video tersebut langsung didaftarkan untuk mengikuti kompetisi. Video keren tersebut akhirnya berhasil menarik perhatian para juri dan Michael pun melenggang ke babak final hingga menjadi pemenang di kategori keyboard / piano.

Bukan cuma berbakat, Michael juga sama sekali nggak terlihat kesulitan saat melakukan tantangan kolaborasi dengan pemenang yang lain. Lagu dengan irama swing berjudul ‘Take the A Train’ yang dipilih bersama-sama ini menurutnya cukup rumit, namun karena rekan-rekannya sudah paham alur dan main form dari musik swing, maka lagu ini berhasil dibawakan dengan cukup baik.

Bagi Michael, nggak ada jenis musik yang terlalu rumit, termasuk untuk musik jazz sendiri. Setiap genre punya kesulitan sendiri, hanya saja lagu-lagu jazz memang menggunakan pendekatan melodi yang lebih kompleks dibanding lagu pop pada umumnya. Sehingga untuk bisa mempelajari musik ini, diperlukan latihan yang lebih intens.

Saat ini Michael memang akan fokus bersama team MLD Jazz Project untuk tampil di JAVA JAZZ FESTIVAL 2016. Namun kedepannya, Michael ingin lebih mendalami music production dan music arrangement. Menurut pendapatnya, dibandingkan hasil akhir, ia lebih tertarik untuk menikmati alur dan prosesnya dalam bermusik.

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sun, 29 December 2019
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice