Ryan Gondokusumo, Pendiri 3 Startup Ternama - MLDSPOT
  • Profile
  • Ryan Gondokusumo, Pendiri 3 Startup Ternama

Ryan Gondokusumo, Pendiri 3 Startup Ternama

Tue, 26 April 2016

Mendirikan sebuah startup mungkin banyak orang yang bisa. Gimana kalau mendirikan 3 startup sekaligus dan menjalankannya untuk tetap jalan hingga sekarang? Mungkin hanya Ryan Gondokusumo yang bisa melakukan hal ini. Banyak orang yang menjuluki pria ini sebagai seorang serial entrepreneur sebab dirinya mendirikan 3 startup: Sribu, SribuLancer, dan Halo Diana. Bagaimana kisahnya?

 

Berawal dari desainer kalender

Ryan, begitu dia akrab disapa, nggak langsung lahir sebagai seorang entrepreneur. Awalnya, dia hanyalah seorang karyawan perusahaan travel. Tahun 2011, Ryan mendapatkan tugas buat ngedesain sebuah kalender. Sayangnya, atasan Ryan nggak suka dengan hasilnya. Nggak habis akal, Ryan langsung ngadain kontes desain kalender. Nggak lama, hanya 7 hari aja, dia udah dapat 300 desain kalender.

Dari situ dia kepikiran untuk bikin website Sribu.com yang bertujuan untuk menghubungkan konsumen yang butuh jasa desain dengan komunitas desainer. Bersama rekannya, Wenes Kusnadi, website tersebut berkembang hingga memiliki 7.000 desainer dengan total transaksi hingga 120 juta rupiah. Hasil tersebut bikin mereka dapat investasi dari East Venture di bulan Februari 2012.

 

Masalah muncul = kesempatan baru

Lama berselang, timbulah masalah. Repetisi pengguna Sribu bisa dibilang rendah. Satu perusahaan bisa saja hanya membutuhkan desain logo setiap 10-20 tahun. Selain itu, minat perusahaan kecil Indonesia terhadap tenanga freelancer juga cukup besar. Dari situlah kemudian Ryan mendirikan SribuLancer yang merupakan situs online yang menghubungkan klien dengan freelancer. Jasa freelancer yang disediakan nggak terbatas pada desain, namun juga pengembangan web, data entry, akuntansi, penulisan, dan lain sebagainya.

Di SribuLancer terdapat opsi Asisten Pribari Virtual yang khusus melayani permintaan yang nggak umum, misalnya reservasi, beli tiket pesawat, hingga bikin kartu nama. Nggak disangka, fitur ini disukai banyak orang. Ryan kemudian memutuskan buat memisahkan kategori tersebut sebab dirasa cukup aneh dan sedikit nggak nyambung.

Akhirnya, Halo Diana diciptakan untuk memenuhi permintaan jasa asisten pribadi virtual para klien. Cara kerjanya pun cukup unik. Penggunanya dapat mengajukan perintah apapun ke asisten pribadi tersebut, mulai pesan makanan, beli tiket, hingga pesan Uber.

Hingga kini, ketiga startup tersebut masih berjalan dan memberikan keuntungan yang lumayan buat Ryan. Ya, sekali lagi, mungkin saat ini hanya Ryan Gondokusumo yang bisa melakukannya. Kapan giliran lo, Urbaners?

Baca Juga : 4 Contoh dan Cara Memulai Bisnis Startup

 

Source: id.techinasia.com, kilatstorage.com

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sun, 29 December 2019
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice