• Profile
  • Reynold Tagore, Texture Artist untuk Hollywood

Reynold Tagore, Texture Artist untuk Hollywood

Mon, 23 May 2016

Saat menonton beberapa film Hollywood di bioskop, coba lo perhatikan credit title yang muncul setelah film berakhir. Siapa tahu lo bakal menemukan nama Reynold Tagore sebagai seorang Texture Artist di sana. Kesuksesan film-film box office seperti Hobbit 1, 2, 3, Maze Runner, Happy Feet 2, dan Jungle Book nggak terlepas dari kemampuan super Reynold dalam menghasilkan goresan gambar kreatif.

 

Suka Menggambar Sejak Kecil

Reynold dapat menjadi contoh nyata bahwa bekerja sesuai dengan passion memang bisa membuat lo melaluinya tanpa beban. Sejak kecil, pria asal Surabaya ini hobi menggambar monster. Saat kuliah S1 pun ia mengambil jurusan Desain Grafis di Universitas Tarumanegara dan melanjutkan pendidikan S2-nya di University of Technology Sydney, Australia. Kini, ia bekerja di WETA Digital, perusahaan untuk film-film Hollywood milik sutradara ternama Peter Jackson.

 

Menciptakan Gambar yang Terlihat “Hidup”

Sebagai seorang Texture Artist, Reynold bertugas untuk menciptakan gambar atau animasi yang terlihat “hidup” di layar lebar, yakni dengan menggambar permukaan sebuah obyek atau karakter tiga dimensi yang telah dibuat sebelumnya. Jenis gambarnya bisa bermacam-macam, mulai dari manusia hingga tong sampah. Reynold lah yang memberikan warna ke semua aspek gambar yang ada pada suatu film. Mirip dengan seorang pelukis, namun bedanya Reynold menggunakan komputer.

Demi menciptakan gambar yang otentik, Reynold selalu belajar dari foto aslinya. Misalnya, ia diminta mengerjakan gambar orang yang memiliki wujud asli di dunia nyata, maka ia akan menggunakan foto orang tersebut sebagai referensi dan menggambarnya semirip mungkin. Dengan begitu, orang nggak bakal mampu membedakan sosok yang ada pada foto dengan model tiga dimensi. Terlebih, karena layar bioskop memiliki ukuran besar, kesalahan sekecil apapun pasti bakal terlihat.

 

Paling Tertantang pada Film Hobbit

Bagi Reynold, film paling menantang yang pernah ikut ia garap adalah Hobbit 1, 2, 3. Saat itu, ia diminta untuk menggambar sosok troll dan dwarf. Sebenarnya, hal tersebut merupakan impian Reynold sejak lama, terutama setelah menonton film Lord of the Rings (LOTR). Apalagi, saat itu ia baru menjadi karyawan baru di WETA Digital. Reynold merasa harus membuktikan pada diri sendiri untuk mampu menciptakan gambar sebagus yang ia tonton pada film LOTR tersebut.

Beberapa film lain yang pernah ikut digarap oleh Reynold sebagai seorang Texture Artist adalah Iron Man 3, The Wolverine, Dawn of the Planet of the Apes, Alvin and the Chipmunks: the Road Chip, dan Batman v Superman: Dawn of Justice. Kini, Reynold sedang terlibat proyek pembuatan gambar untuk film Big Friendly Giant yang merupakan adaptasi dari novel karya Roald Dahl. Way to go, Reynold!

 

 

Sources: goodnewsfromindonesia.org, entertainment.kompas.com

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sun, 29 December 2019
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice