Giring Ganesha: Mengejar Cinta pada Dunia Digital

Wednesday, December 14, 2016 - 14:30

Bagikan

Facebook Twitter Email

Giring Ganesha melihat masa depan dunia digital. Musik, mungkin sedikit akan terpinggirkan.

Nama Giring Ganesha tidaklah asing. Secara konstan, ia memimpin Nidji bertualang ke banyak sisi industri musik selama nyaris dua dekade belakangan ini. Bersama bandnya, ia mendaki jalan menuju puncak guna menjadi salah satu kelompok musik paling disegani di Indonesia.

Musik menjadi kendaraan. Kerja keras dijadikan bensin untuk bergerak. Rasanya, sampai hari ini, sudah semua propinsi di Indonesia disambangi oleh Nidji untuk menampilkan musik mereka. Negeri ini, adalah rumah yang secara rutin dikelilingi untuk menyebarkan virus kebaikan lewat musik.

Tapi, ada hal yang tidak banyak disadari orang; Giring mencoba peruntungan baru di industri yang sedang semarak. Tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh penjuru bumi; dunia bisnis digital.

Bisnis digital adalah masa depan. Ia digadang-gadang menjadi penentu penting bagi kehidupan orang banyak sejak beberapa tahun yang lalu. Ada begitu banyak kepentingan yang dipangkas. Inovasi tidak berhenti diciptakan.

Banyak sekali orang muncul dengan ide-ide brilian yang tujuan jangka panjangnya membuat hidup manusia menjadi lebih mudah. Teknologi yang makin hari makin mudah untuk diakses, serta pun murah dari segi biaya, membuat persaingan bebas muncul tanpa bisa dihadang.

Dalam kapasitasnya, Giring memulai Kincir.com, sebuah portal lifestyle yang didedikasikan untuk menangkap banyak fenomena baru di Indonesia. Pendekatan internasional, tapi selera lokal. Rumus yang rasanya cocok untuk membuat sebuah hal yang sifat ketahanannya berusia panjang.

Bisnis itu dimulai sejak lima tahun yang lalu. Keberhasilannya untuk bertahan sampai hari ini, merupakan kisah baik yang bisa dibagi pada orang banyak. Sekedar informasi, bertahan di dunia digital selama lima tahun merupakan sebuah prestasi tersendiri. Ada banyak halangan dan norma-norma baru yang pakemnya belum jelas di dunia ini. Kadang, pebisnis terseok dan kemudian kehabisan bahan bakar untuk terus melaju.

Tapi tidak untuk Giring. Ia merasa sudah jalan di jalur yang benar.

“Sekarang gue menggunakan dunia digital untuk memengaruhi fashion, mengupdate lifestyle. Kincir basicnya kan tentang pop culture. Dalam sepuluh tahun ke depan, gue pengen utilize digital untuk membantu orang lebih banyak di Indonesia. Dan membuat Indonesia jadi tempat dan negara yang lebih baik lagi untuk warganya,” ujarnya tentang visi masa depan yang membuatnya berkarya di dunia digital.

Selain musik yang memang sudah menuntut konsentrasi besar, Giring mengaku bahwa saat ini hanya ada dua hal penting di dalam dunia profesional yang ia tekuni. Itu tadi, musik dan dunia digital.

Dan ide untuk membuat banyak hal yang berguna untuk Indonesia dan warganya merupakan niat mulia yang mendasari banyak pergerakannya.

Bicara asal muasal, cikal bakal jatuh cintanya pada dunia digital dimulai dengan pendekatan produksi yang berbeda pada Nidji. Itu merupakan perkembangan zaman yang diadaptasi dengan baik oleh salah satu band terbesar di Indonesia itu. Dari sana, ia merambat kemana-mana.

“Kita harus menggunakan internet dengan sebaik mungkin untuk menambah influence-influence baru di katalog musik kita dan juga gimana kita membuat musik,” ceritanya tentang asal muasal persentuhan Nidji yang juga menjadi pintu masuknya ke dunia digital.

Interaksi yang up to date dengan keadaan zaman itu, kemudian membuatnya menemukan passion baru.

“Ya ini salah satu passion gue. Gue kecebur di dunia ini sudah lima tahun, sudah separo jalan,” ujarnya singkat tentang dunia digital. “Beberapa tahun belakangan ini gue merasa musik sudah jadi pekerjaan dan rutinitas,” lanjutnya. Itu menjadi alasan kenapa ia mencari ‘mainan’ baru untuk membuat hidupnya lebih hidup.

Dedikasi waktunya besar. “Kayaknya gue akan lebih fokus ke dunia digital,” terangnya tentang komitmen jangka panjang yang coba ia jalankan.

Hal-hal yang ditemui di sepanjang perjalanan bisnis digitalnya, mengantarkannya untuk mencoba mereka ulang masa depan. Ia ingin mengembalikan musik menjadi hobi dan kenikmatan hidup, bukan sekedar pekerjaan. Sementara, di sisi dunia digital, ia ingin mencoba untuk membuat lebih banyak kebaikan bagi orang lain.

“Gue juga pengen jadi philanthropist, pengen mulai give back to the people, to the society. Karena Indonesia kan sudah memberi banyak hal untuk gue,” tutupnya.

Ia punya petualangan baru. Dan waktu akan menjawab seberapa jauh ia bisa berjalan.