• Profile
  • Lintang Gitomartoyo, Penjaga “Harta Karun” PPHUI

Lintang Gitomartoyo, Penjaga “Harta Karun” PPHUI

Fri, 10 February 2017

Dia bukan artis, bukan sutradara, bukan produser atau script writer. Lintang Gitomartoyo adalah super hero atau penyelamat ribuan pita film seluloid yang tersimpan di lembaga arsip film Sinematek Indonesia PPHUI (Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail).

Penyelamat pita film? Profesi ini mungkin sangat asing buat Urbaners. Tapi bagi Lintang bidang ini sudah lama ditekuni secara otodidak tanpa mengambil sekolah khusus perfilman. Kecintaan Lintang akan dunia film sudah sejak dirinya kecil,karena sang ayah jurnalis budaya sekaligus pengamat film.

Lintang bersama dua rekannya Budi dan Firdaus bekerja merapikan gulungan pita seluloid di gudang penyimpanan film  Sinematek yang bersuhu ruangan 15 derajat celcius. Aroma asam dari cairan kimia sudah akrab betul di hidung Lintang.

Sarung tangan dan masker adalah alat perang para super hero ini. Sebelum memulai pekerjaanya, Lintang Cs terlebih dahulu mengecek kondisi gulungan pita seluloid. Dibutukan ketelitian dan kehati-hatian saat memperlakukan pita-pita film lawas ini.

Pemeliharaan pita disesuaikan dengan tingkat kerusakan pita film. Seperti  pita yang sobek,  berapa pesen penyusutan peforasinya (lubang pinggiran pita), dan membersihkan pita dari serangga, debu atau jamur yang menempel.

Ketertarikan Lintang dengan restorasi film sejak 6 tahun lalu ketika mendapat tawaran dari National Museum of Singapore merestorasi film "Lewat Djam Malam" karya Usmar Ismail.  Sejak itulah Lintang mulai mengenal dan memahami bagaimana cara menyelamatkan pita-pita film lawas.

Urbaners pasti sudah nonton film Tiga Dara Milik Usmar Ismail  yang ditayang ulang di bioskop-bioskop. Ya, Lintang adalah orang dibalik keberhasilan restorasi film musikal yang pertama kali diputar pada tahun 50-an itu.

Restorasi film hingga saat ini belum bisa dilakukan di Indonesia. Lintang mendapatkan kesempatan emas melakukan perbaikan atas gulungan pita-pita film itu di laboratorium L'Immagine Ritrovata, Bologna, Italia, pada 2015 lalu. Lintang harus bertanggung jawab mereparasi 38 rol film Tiga Dara dengan panjang masing-masing 100 meter seorang diri.

Sinematek Indonesia sejauh ini menyimpan 2.000-an koleksi roll film seluloid. Tak hanya itu, ada pula sekitar 2.500 buku perfilman, belasan ribu skenario film, poster, kliping artikel perfilman, dan profiling tokoh film Indonesia.

Profesi penyelamat film sama dengan menjaga aset sejarah. Lintang Cs mungkin bisa jadi inspirasi Urbaners untuk ikut serta membantu keberlangsungan sejarah perfilman Indonesia.

 

Source. http://vik.kompas.com/restorasi/

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sun, 29 December 2019
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice