• Profile
  • Makna Kekuatan Musik bagi Kehidupan oleh Alex Abbad di MLDSPOT Art & Sound Experience 2017

Makna Kekuatan Musik bagi Kehidupan oleh Alex Abbad di MLDSPOT Art & Sound Experience 2017

Thu, 02 March 2017

Pastinya lo sudah penasaran dengan instalasi MLDSPOT Art & Sound Experience di Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2017 nanti kan? Masih di handle oleh seniman terkemuka Handoko Hendroyono karya ini akan sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Dengan arti yang lebih deep dan juga mencakup unsur seni yang lebih luas. Salah satu yang berbeda adalah tahun ini Handoko bekerja sama dengan seorang seniman yang dikenal sebagai aktor, yakni Alex Abbad. FYI, ternyata Alex Abbad ini memulai karirnya dari dunia mural, lho Urbaners!

 

Menyebut Dirinya Artis Opportunis

Lo pasti mengenal Alex Abbad sebelumnya sebagai seorang aktor ataupun pembawa acara, tapi ternyata Alex terjun ke dunia seni bermula dari seni mural saat tinggal di Hungaria, Budapest. Awalnya ia tertarik bagaimana seniman-seniman mural mengekspresikan sesuatu tanpa mengungkapkan identitasnya dan pada saat itu Alex belum menemukan cara mengekspresikan kejadian yang ada disekitarnya. Dan karena hobi menggambarnya sejak kecil, akhirnya ia terjun ke dunia mural sampai mengikuti kompetisi tingkat internasional.

Kenapa Artis  Opportunis? Karena Alex sendiri mengakui bahwa ia tidak ingin stagnan pada satu bidang saja, setiap kesempatan yang ada diambil dan ia juga mengekspresikan apa yang dirasakan melalui berbagai media mulai dari mural, musik, artis dan banyak lainnya.

 

Campur tangan Alex Abbad di MLDSPOT Art & Sound Experience 2017

Awalnya Handoko dan Alex bertemu pada sebuah pembuatan film, Alex yang ingin kembali ke dunia mural tetapi belum ada konsep dan media yang tepat sharing dengan Handoko. Dan setelah diskusi bersama mengenai Art & Sound Experience mereka merasa ada kecocokan tentang ide Alex dan konsep Handoko itu sendiri. Alex Abbad bersama Handoko merupakan conceptor dari instalasi ini, ide gila robot gurita dan juga patung flute man berasal dari Alex. tidak hanya itu, Alex juga mengerjakan artwork sablon dengan menggunakan media papan yang cukup besar dipadukan dengan seni bebas dari Handoko.

 

Awal mula adanya patung flute man dan robot gurita

Pasti lo bertanya-tanya apa sih kaitannya, flute man dan robot gurita? Ide gila Alex ini diadaptasi dari cerita legenda flute man yang berhasil menghindarkan suatu daerah dari wabah tikus. Ini membuktikan bahwa getaran yang ada pada musik dapat memberi pengaruh pada siapapun, termasuk seekor tikus. Gurita yang merupakan makhluk yang paling cerdas tidak memiliki alat pendengaran, bisa merasakan keadaan sekitar dengan tentakelnya, lagi-lagi lewat getaran. Intinya, patung sebagai perwakilan seluruh musik, dan robot gurita adalah perwakilan seluruh makhluk hidup yang bisa merasakan arti dari sebuah getaran. Musik itu memiliki frekuensi, dan getaran tersebut dapat mempengaruhi mood.

"Se-powerful itu lah musik, bisa mewakili rasa yang kadang tidak perlu diucapkan oleh kata-kata, it's a tool of communication", Ungkap Alex Abbad.

 

Inspirasi artwork tokoh-tokoh legendaris

Keluar dari Robot Gurita dan patung pemain suling, artwork tokoh-tokoh legendaris dari Alex juga memiliki arti tersendiri. Awalnya, Alex mengakui musik adalah perwakilan suatu kebudayaan, dan Indonesia kaya akan kebudayaan tersebut. Musik juga merupakan saksi dari adanya perkembangan zaman ataupun pergantian musim. Coba deh lo telaah lagi, setiap musim yang berbeda pasti musik yang muncul akan berbeda vibe nya.

Tetapi sayangnya, generasi milenial sekarang ini tidak terlalu mengetahui identitas musik terdahulu. Inilah alasannya kenapa Alex Abbad membuat tembok memorabilia dengan tokoh-tokoh musik legendaris sebagai objeknya. Tujuannya untuk para milenials termotivasi untuk berkarya diluar batasan-batasan yang ada seperti tokoh tersebut.

 

Harapan Alex Abbad akan instalasi ini

Dalam karya ini, Alex memiliki harapan tersendiri, agar setiap orang menyadari bahwa mereka para musisi-musisi legendaris tersebut adalah bagian kebudayaan zaman yang pernah terjadi, jadi saat audience menikmati instalasi ini, mereka bisa merasakan dan mendengar secara personal apa yang terbaik dari zaman sebelumnya, so they can face the future knowing their elder, eldest way beyond imagination.

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sunday, December 29, 2019 - 11:27
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice