• Profile
  • Damien Chazelle, Sutradara Pemenang Oscar Termuda

Damien Chazelle, Sutradara Pemenang Oscar Termuda

Fri, 10 March 2017

Ajang Academy Awards atau biasa dikenal dengan Oscar beberapa waktu lalu memang memberikan kesan tersendiri, apalagi soal salah sebut pemenang di kategori Best Picture. Namun, ada satu kategori lagi yang cukup menarik, Best Director atau sutradara terbaik. Damien Chazelle, sutradara film La La Land, menjadi pemenangnya. Yang menarik, Chazelle masih berusia 32 tahun. Hal ini pun membuatnya tercatat sebagai sutradara termuda yang menang Oscar.

 

Ambisi yang berubah

Lo mungkin baru dengar nama sutradara muda Damien Chazelle setelah dia menang Oscar berkat film La La Land sebagai Best Director. Menariknya, penghargaan itu juga yang membawanya menjadi sutradara termuda yang pernah memenangkan Oscar sepanjang sejarah. Itu belum termasuk 14 nominasi yang mencantumkan La La Land di Academy Award lalu.

Pria kelahiran Rhode Island, 19 Januari 1985 ini memang sudah punya passion di bidang filmmaking. Namun, ambisi mudanya bukan sebagai sutradara, melainkan musisi. Dia berusaha untuk jadi drummer jazz semasa SMA-nya dulu di Princeton High School. Ini karena Chazelle sangat terinspirasi dengan guru musiknya. Bahkan, guru musiknya jadi inspirasinya untuk menulis film Whiplash. Sayangnya, nasib Chazelle nggak semujur Andrew Neiman di film tersebut karena dia merasa nggak punya talenta untuk jadi musisi.

 

‘Whiplash’ dapat reaksi positif meski awalnya ditolak

Meski begitu, bukan Whiplash yang jadi debut film pertamanya. Justru film Guy and Madeline on a Park Bench yang dirilis pada tahun 2009. Chazelle juga sempat jadi screenwriter di film Grand Piano pada tahun 2013. Namun, naskah Whiplash masih tersimpan rapi di laci mejanya. Walaupun menarik banyak perhatian produser, nggak ada satu pun yang ingin membuat film dari naskah Whiplash yang dibuatnya. Bahkan, naskah tersebut masuk dalam daftar Black List di tahun 2012 sebagai salah satu film belum jadi terbaik di tahun itu.

Barulah di tahun 2013, Whiplash dibuat dalam bentuk film pendek. Benar saja, film ini menang Sundance Film Festival di tahun yang sama. Di tahun 2014, dia pun merilis film tersebut dalam format penuh setelah mendapatkan pendanaan. Dari situ, Chazelle sudah banyak mendapatkan reaksi positif. Di bulan Januari 2015, film ini masuk 5 nominasi Academy Award dan memenangkan tiga di antaranya.

Passion yang tinggi memang dibutuhkan untuk menjadi yang terbaik. Hal ini dibuktikan oleh Damien Chazelle yang diusia mudanya mampu berkarya dan memberikan yang terbaik. Selamat, Chazelle!

 


La La Land Sapu Bersih Golden Globe Awards 2017

‘La La Land’ Bikin Film Musikal Semakin Bergairah


 

 

Mei 2021 Jadi Hari Raya Memuja Keanu Reeves

Sunday, December 29, 2019 - 11:27
Keanu Reeves di salah satu pemutaran filmnya

Para pencinta film action seantero jagad raya tentu nggak asing lagi dengan sosok Keanu Reeves. Aktor yang membintangi film populer The Matrix ini memang sudah berusia 55 tahun. Tapi bukannya meredup, popularitasnya malah semakin melambung dengan beberapa sekuel film hits yang ia bintangi. Film terbarunya yaitu Matrix 4 direncanakan akan tayang pada 21 Mei 2021. Uniknya, film Keanu Reeves yang lain yaitu John Wick: Chapter 4 juga ditayangkan pada tanggal yang sama! Nggak heran, ratusan ribu penggemar dari serial film ini langsung menjadikan tanggal ini sebagai “Hari Keanu”.

Kisah Hidup yang Dramatis

Keanu Reeves di dalam sebuah adegan film yang dibintanginya

Dibalik kesuksesannya yang nggak bisa diragukan lagi, tahu nggak lo bahwa ternyata hidup Keanu Reeves nggak semulus yang terlihat. Bahkan bisa dibilang, kisah hidupnya lebih dramatis dari semua tokoh yang ia perankan di film-film. Ayah Keanu adalah pengedar narkoba yang ditangkap pada tahun 1992. Sejak kecil ia sering berpindah-pindah sekolah dan dicemooh oleh teman sekelasnya karena dianggap nggak bisa membaca, padahal ia mengidap Dyslexia.

Saat ia dewasa, kehidupan Reeves mulai membaik dengan membintangi beberapa film berbujet rendah. Namanya mulai melejit saat ia membintangi film Speed di tahun 1994. Namun, lagi-lagi kemalangan menimpanya. Anak dan kekasihnya, Jennifer Syme meninggal dalam kurun waktu 8 bulan dalam sebuah kecelakaan mobil di tahun 2001. Selang beberapa tahun kemudian, saudaranya Kim Reeves divonis mengidap kanker ganas dan membuat Keanu rehat sejenak dari dunia perfilman.

Aktor Panutan Banyak Kalangan

Scene Keanu Reeves mengenakan suit sambil menodongkan pisto

Meskipun kisah hidupnya tragis, hal itu nggak membuat Keanu Reeves berhenti untuk peduli terhadap orang di sekitarnya, lho. Setelah kesuksesan film The Matrix, Keanu Reeves menyumbangkan honornya untuk tim produksi maupun tim special effect dan kostum The Matrix. Ia juga menyumbangkan sebagian honornya untuk pengidap kanker, penyakit yang juga diderita oleh saudaranya.

Selain itu Keanu Reeves dikenal memiliki gaya hidup yang sederhana. Ia seringkali dipergoki paparazzi sedang membeli makan di pinggir jalan, menaiki transportasi umum dan nggak ragu untuk berbaur dengan orang lain meskipun ia adalah aktor yang terkenal dan mendunia. Nggak heran, banyak sekali kalangan yang mengidolakan sosok Keanu Reeves. Berkat sosoknya, banyak kalangan percaya bahwa Keanu Reeves memang pantas mendapatkan “Hari Keanu”.

Dengan kemampuannya di film action yang nggak diragukan lagi serta sifatnya yang cocok jadi panutan banyak orang, nggak heran sih “Hari Keanu” dicetuskan untuk mengapresiasi dan memuja Keanu Reeves. Urbaners sudah nonton film-film Keanu, belum?

 

Source: CNN Indonesia, Vice