Home Profile Dimas Respati: “Men-denim-kan Indonesia dan Mengindonesiakan denim”

Dimas Respati: “Men-denim-kan Indonesia dan Mengindonesiakan denim”

Thursday, May 4, 2017 - 11:04
Bagikan
Facebook Twitter Email

Jeans atau denim adalah salah satu bahan pakaian yang paling sering dipakai dan mudah dikenal oleh banyak orang. Layaknya sebuah T-Shirt­, Urbaners pasti mempunyai sepasang celana jeans di dalam lemari lo, bahkan ada banyak komunitas yang mengapresiasikan sisi kesenian dan kebudayaan pakaian berbahan denim. MLDSPOT berkesempatan untuk berbincang dengan Dimas Respati, pemilik toko STOW dan salah satu pendiri komunitas denim terbesar di Indonesia, Darahkubiru, mengenai sejarah denim culture, tips perawatan jeans, dan modifikasi jeans.

 

Apa yang pertama kali membuat lo tertarik dengan denim culture?

Yang seru adalah cerita dibalik jeans itu ya. Kalau dilihat dari sejarahnya, jeans sudah ada dari era 1800-an, pertama kali dipakai oleh para penambang dan sampai sekarang akhirnya sudah berevolusi menjadi sebuah fashion item. Yang dulunya pakaian para blue collared workers, hingga akhirnya dipakai oleh semua orang, itu menurut gue yang menarik.

 

Bisa cerita sedikit mengenai komunitas Darahkubiru?

Kita terbentuk tahun 2009 sebagai forum online dan suatu portal yang menyediakan informasi tentang jeans dalam bahasa Indonesia. Setelah mendapat respon yang baik, mulai banyak orang yang berdiskusi di forum, dan kita juga membuat sebuah acara denim exhibition dengan anggota-anggota forum di Jakarta. Akhirnya kita buat acara tahunan bernama “Wall of Fades” yang merupakan denim exhibition dan bertujuan untuk meng-expose local brands yang berhubungan dengan denim.

 

Bagaimana tanggapan lo mengenai perkembangan denim culture di Indonesia?

Menurut gue cukup bagus, karena di tahun 2009 anggota forum kita cuma beberapa ratus dan sekarang  sudah mulai menyebar. Mungkin tahun 2009-2010 adalah peak dari denim trend. Pekembangan yang bagus bukan hanya dari sisi konsumen saja, tapi mulai ada kesadaran bahwa potensi sumber daya di Indonesia ternyata bisa membuat jeans yang berkualitas internasional. Di forum ini, selain menjadi tempat diskusi, tapi juga menjadi sebuah incubator untuk local brands yang berhubungan dengan denim supaya mereka menjual barang dan mendapat tanggapan langsung dari pasar yang mereka tuju. Hal ini mengakibatkan perkembangan, bukan hanya bagi para penjual, tapi juga bagi para pembeli karena adanya diskusi di forum ini. Jadi perkembangannya sudah bagus karena local brands sudah bisa diterima dikalangan luas. Visi kita dari awal adalah “men-denim-kan Indonesia dan mengindonesiakan denim” dan Indonesia sudah mulai dilihat oleh dunia luar dalam aspek industri denim.

 

Seberapa penting bagi para pembeli untuk mengetahui sejarah dan hal-hal lain yang menyangkut denim culture?

Pentingnya adalah ketika kita ingin membuat seseorang lebih mengapresiasi suatu hal, dalam hal ini denim. Ketika sebuah brand ingin menjual jeans yang harganya itu berbeda dengan harga jeans lain di pasaran, ada hal-hal dibalik itu yang menentukan harga yaitu sisi value dan sisi cerita. Kalau kita mengapresiasi barang-barang yang berkualitas tinggi, secara tidak langsung akan memajukan industrinya. Salah satu cara untuk mengapresiasi adalah mengetahui lebih jelas value dan history, dan ini akan sangat berpengaruh terhadap culture dan industrinya.

 

Jika dilihat dari kasat mata, setiap jeans hampir tidak ada bedanya dengan yang lain. Nah, bagaimana para kolektor dan pecinta jeans dapat memperlihatkan perbedaan jeans mereka dengan yang lain?

Pecinta jeans lebih memikirkan kepuasan diri sendiri, dibandingkan mereka menunjukkan ke orang lain. Seperti yang dikatakan, perbedaan jeans tidak terlalu terlihat, tapi saat mereka menemukan sebuah jeans yang memang lebih bagus dari yang lain, mereka mempunyai kepuasan sendiri. Jika ingin dilihat kasat mata, mungkin perbedaannya akan terlihat nanti saat jeans tersebut sudah fade (pudar atau luntur) akan berbeda dengan yang lain. Jadi prestige nya lebih ke sisi personal, bukan untuk show-off.

 

Apakah ada tips cara merawat bahan jeans?

Sebenarnya kembali ke preferensi masing-masing, karena jika dilihat dari sejarahnya, jeans dipakai oleh penambang dan pasti mereka tidak peduli dengan perawatan jeans karena ini merupakan bahan yang sangat durable. Hal yang paling harus dihindari saat berurusan dengan denim adalah detergent yang mengandung pemutih. Jika ingin jeans menjadi lebih awet, maka dianjurkan untuk mencuci dengan teknik hand wash.

 

Banyak cara untuk memodifikasi jeans, mulai dari menambahkan patch sampai digambar. Apakah lo termasuk kelompok yang suka memodifikasi jeans atau lebih tergolong ke kelompok purist?

Di komunitas kita kebanyakan bersifat purist dan bahkan elitist (tertawa) karena mereka benar-benar mencari jeans dengan value tinggi dari sisi bahan dan detail. Jadi mereka lebih tertarik untuk mencari jeans yang berbahan bagus dan dapat menonjolkan personality mereka.

Denim colour: dark blue or light blue?

Dark blue

Denim jacket or Button-up denim?

Denim Jacket

Skinny or baggy?

Baggy

Patch or no patch?

No patch

Cuffed or not cuffed?

Cuffed

New or faded?

Faded

Style or comfort

Comfort

Ripped or not ripped?

Not ripped