Performa Kerja Berkurang? Kenali Imposter Syndrome dan Cara Menanganinya! - MLDSPOT
  • Relationship
  • Performa Kerja Berkurang? Kenali Imposter Syndrome dan Cara Menanganinya!

Performa Kerja Berkurang? Kenali Imposter Syndrome dan Cara Menanganinya!

Wed, 28 April 2021
Imposter Syndrome

Sering nggak sih lagi di kantor tiba-tiba merasa nggak pede dengan hal lo kerjain? Bukan hanya di jam Lazy Hour aja – tapi juga dalam jangka waktu yang lama. Sebagai seorang pekerja lo pasti harus terus menjaga performa biar bisa kerja dengan maksimal. Tapi kalo lagi nggak percaya diri, gimana bisa maksimal?

Hal-hal seperti ini nggak semata-mata bisa hilang kalo didiemin aja loh, bro – kalo lo pernah mengalami hal serupa menganggap ini sesuatu yang lumrah – sepertinya lo harus mengenal yang namanya Imposter Syndrome, bro. Udah pernah dengar istilah ini sebelumnya belum?

Sebutan yang digunakan buat berkurangnya kepercayaan diri dan rintangan yang menhambat pekerjaan lo ini akan berbahaya kalo didiemin aja. Jadi, apa yang harus dilakukan?

Biar tau jawaban lengkapnya – langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Imposter Syndrome

Imposter Syndrome

Credit image – Deposit Photos

Seperti yang dilansir oleh people matters – Imposter Syndrome merupakan perasaan yang dirasakan oleh orang-orang yang punya mobilitas pekerjaan yang tinggi. Umumnya, orang-orang ini merasa nggak pantas berada di posisi yang ditempatinya saat ini.

Seakan meragukan posisi yang dimiliki, para Imposter Syndrome merasa malu, nggak pede, dan cenderung perfeksionis dalam bekerja. Namun sayangnya, perfeksionis yang dimiliki oleh seseorang yang merasa memiliki Imposter Syndrome merupakan hal yang negatif. Karena dari perfeksionis ini performanya menjadi terhambat, bro!

Coba Lihat Sekitar, Bro!

Imposter Syndrome

Credit image – Storyblocks

Imposter Syndrome ini bisa dialami oleh siapa aja. Nggak cuma lo aja – rekan kerja kita sendiri bisa jadi adalah orang yang merasakan fenomena ini. Namun sebagai rekan kerja, biasanya kita cenderung abai dengan hal ini karena hanya membicarakan sebatas kerjaan aja.

Tapi sebagai rekan kerja yang baik, ada baiknya untuk mengetahui Imposter Syndrome ini dan merangkul rekan kerja tersebut – biar lingkungan kerja yang tercipta pun menjadi lebih baik. Supaya dapat menciptakan iklim yang sehat, menciptakan budaya kerja yang positif, inklusif, dan kolaboratif. 

Setelah melihat rekan kerja, ada baiknya lo melihat tips di bawah ini – biar siapapun, baik lo maupun rekan kerja lo, jadi tau gimana menangani Imposter Syndrome!

Jangan Dibiarkan Berlarut, Lakukan Hal Ini!

  • Bikin Strategi Kegagalan

Dilansir dari Sloan Management Review, setiap orang harus siap menghadapi kegagalan. Hal dianggap wajib dimiliki karena untuk menciptakan inovasi dan antisipiasi dari setiap orang. Management dari kegagalan ini emang membutuhkan usaha berkali-kali dan waktu yang panjang, tapi kadang keluar dari zona nyaman itu penting, bro!

Dengan berani gagal – lo bisa mempelajari kekurangan pribadi dan strategi kerja. Jangan malu untuk meminta saran perbaikan dari rekan kerja, bro. Dalam hal ini, ego perfeksionis lo harus dikurangin ya, bro!

  • Jangan Takut Nanya & Minta Feedback

Masalah yang dialami seorang Imposter Syndrome adalah perfeksionis. Orang dengan kepribadian seperti ini cenderung terobsesi untuk mencapai kesempurnaan – hal ini biasanya dilakukan karena nggak suka dikecewakan oleh keadaan dan mencoba meminimalisir hal buruk tersebut terjadi.

Untuk melepaskan rasa nggak aman ini yang menghambat proses kerja dan performa diri sendiri ini bisa dilakukan dengan berani bilang  dan menyadari bahwa ada hal-hal yang lo nggak tau dan bertanya ke beberapa pihak bagaimana cara mengatasi itu. Dengan cara ini, lo bisa lebih mudah menjalani pekerjaan sehari-hari, bro!

  • Mencoba Menciptakan Lingkungan Kerja yang Positif

Denganmengakui pencapaian orang lain, lo bisa menunjukkan kalo mengapresiasi orang lain juga bisa membuat diri lo lebih baik. Setelah itu, lo coba menghargai diri sendiri atas semua yang udah lo kerjakan. Hal ini berguna banget untuk diri lo dan juga orang lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif.

Untuk menciptakan budaya kerja yang jujur di mana orang-orang bisa merasa nyaman, jujur, dan nggak merasa tertekan adalah hal yang bisa menaikan performa kerja. Kalo lingkungan kerjanya baik, otomatis pekerjaan akan jadi baik.

Setelah mengetahui Imposter Syndrome, lo jadi tau kan kalo sebenarnya semua orang pernah di fase nggak percaya diri? Jangan sampai ini menguasai diri, coba perbaiki ya, bro!

 

Feature image – My Vue News

 

Bukan Kesepian, Tapi Lo juga Butuh Waktu Sendirian!

Wed, 05 May 2021
Me-Time

Dari dulu pasti lo diajarin untuk jadi orang yang harus peduli dengan lingkungan sekitar – hal ini juga sehubungan dengan kita sebagai makhluk sosial yang emang membutuhkan satu sama lain. Tapi pernah nggak sih lo ada di fase males berhubungan dengan banyak orang?

Tenang aja, itu hal yang lumrah untuk lo rasakan. Karena walaupun sebagai makhluk sosial, lo juga membutuhkan waktu sendiri buat diri lo. Setiap orang pastinya juga punya kapasitas dan energi yang berbeda dalam bersosialisasi.

Nggak perlu dipaksakan – karena sebenarnya me-time merupakan waktu di mana lo bisa menghabiskan waktu dengan diri sendiri. Ternyata lo juga perlu bonding sama diri sendiri, loh!

Selain itu, beberapa alasan di bawah ini juga akan membuat lo tersadar – kalo me-time adalah kebutuhan mutlak setiap individu. Biar lo paham, langsung aja simak ulasannya di bawah ini!

Waktu Rehat untuk Diri Sendiri

Me-Time

Credit image – American Express

Seperti yang udah disebutkan di atas – setiap orang punya kapasitas energi yang berbeda untuk bersosialisasi. Mau introvert, extrovert, ambivert – semuanya punya batasan masing-masing. Yang tentunya hal ini nggak bisa dipukul rata sama oleh setiap orang.

Ketika lo memaksakan, alhasil lo akan burnout dan hari-hari yang lo jalani pun terasa semakin berat. Pastinya hal kayak gini nggak pengen lo rasakan dong?

Dari pada jadi boomerang untuk orang lain, lebih baik menjauh dulu dari keramaian dan mencoba menyendiri. Cara menyendiri alias me-time setiap orang juga beda-beda, ada yang pasti – hal ini cuma lo sendiri yang bisa menentukan. Pastinya harus yang menenangkan hati, jiwa, dan raga ya, bro!

Release Energi Negatif dalam Diri

Me-Time

Credit image – The Essentials Man

Dari lo kecil sampai gede, pastinya hidup lo dipenuhi nggak dengan senang-senang aja. Ada hal yang juga bikin lo kesel, marah, sedih, dan hal-hal lain yang bikin energi negatif bersarang di dalam diri. Meskipun kejadiannya udah lewat atau bahkan udah lo lupain, tapi seringkali energi negatif itu masih ada – tanpa lo sadari.

Pastinya menyimpan energi negatif bukanlah hal yang baik. Buat melepaskan itu, lo salah satunya lo memerlukan waktu menyendiri. Karena perihal kayak gini kalo dibiarin terus menerus bisa bikin lo meledak suatu hari – pastinya hal ini nggak pengen terjadi sama lo kan, bro?

Dengan menyendiri, lo bisa membuat diri sendiri jadi lebih tenang dan menetralkan hati dari apa yang udah melanda lo. Nantinya pasti lo jadi lebih bahagia – dan pastinya menjalani hari juga lebih menyenangkan.

Jadi Ajang Refleksi Diri

Meskipun seringkali di bikin kesal sama orang lain, tapi pernah nggak sih lo berpikir – apa jangan-jangan kekesalan yang ada justru datang dari diri sendiri?

Nah dari pada nyalahin diri sendiri, ada baiknya lo juga menyendiri untuk merefleksikan diri sendiri. Karena bagaimanapun setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Nggak jarang juga energi negatif bisa datang dari diri sendiri loh, bro!

Bahagiain Diri Sendiri dengan Me-Time, Bro!

Me-Time

Credit image – Zoosk

Kalo selama ini lo mencoba menyenangkan orang lain dengan hal-hal yang lo miliki atau senang-senang bersama orang lain, me-time bakal jadi ajang di mana lo bisa menyenangkan diri lo sendiri.

Seperti yang udah disebutkan di atas – me-time bisa jadi ajang di mana lo bisa bonding dengan diri lo sendiri. Dengan me-time, lo akan menyadari dan menikmati ruang sendiri yang lo miliki. Dari me-time, lo bisa re-charge energi yang lo miliki.

Jalanin ini selama satu hari dalam seminggu, pasti lo akan merasa lebih baik dan terhindar dari burnout. Bisa jalan-jalan, nonton, main game, sendirian di rumah, dan banyak hal lain yang bisa lo lakukan untuk me-time.  

Ternyata punya ruang sendiri bukan berarti lo merasa kesepian, tapi juga emang dibutuhkan. Buat lo yang biasa ngejalanin hal kayak gini, biasanya lo ngapain sih buat me-time, bro?

 

Feature image – Scientific American