Fun On A Weekend Ramaikan Gempita Electronic Dance Tanah Air - MLDSPOT
  • News
  • Fun On A Weekend Ramaikan Gempita Electronic Dance Tanah Air

Fun On A Weekend Ramaikan Gempita Electronic Dance Tanah Air

Fri, 08 November 2019
Masing-masing anggota punya kegiatan dan bandnya sendiri di luar FOAW

Di tengah gempuran musik mainstream, Fun On A Weekend (FOAW) hadir dengan gaya bermusik yang beda dari yang lain. Electronic dance menjadi pilihan FOAW dalam bermusik. Mood, taste, dan ambiance jadi berubah saat mendengarkan grup musik yang digawangi Winky Wiryawan, Evan Virgan, dan Kenny Gabriel ini.

Coba saja lo dengerin lagu FOAW hasil kolaborasi bareng Bams ex Samsons, beda banget! Persona Bams sebagai musisi Samsons luntur seketika ia menjadi The New Bams. “Gue berharap Fun On A Weekend bisa memberikan pilihan  buat orang-orang yang sudah bosan dengan lagu-lagu mainstream,” kata Winky Wiryawan.

 

Bermula dari The Remix Season 2

Punya musisi yang menjadi inspirasi dalam bermusik, salah satunya Dewa Budjana

The Remix Season 2 bisa dibilang menjadi tonggak pertemuan Winky dan dua pentolan FOAW lainnya; Evan Virgan dan Kenny Gabriel. “Waktu itu di tahun 2016, gue masih megang The Remix Season 2 di Net. TV dan pemenangnya adalah Kenny. Dia berbeda banget dengan kandidat lain yang walaupun pubbing, tapi house music-nya nggak kenceng,” jelas Winky.

Diakui Winky, Kenny cepat banget menangkap saran-saran Winky dalam ajang kompetisi tersebut sehingga membuat Kenny menjadi pemenang. Selain kemenangan Kenny, ada Evan yang kala itu menjadi mentor workshop. Dari sana, Winky muncul inspirasi bahwa sepertinya asyik juga kalau ada grup musik elelctronic dance.

“Satu grup DJ dengan life set, ada gitarnya, ada basnya, semuanya jadi life music yang disatukan,” tambahnya lagi.

Winky kembali bercerita kalau niatan FOAW adalah menciptakan mood house music yang nggak pasaran. Little bit rhythm and blues, kinda house jazz, ada soul full, dan tekno musik. Ketika ditanyakan soal perkembangan electronic dance di tanah air, menurut Winky perkembangannya sudah sangat canggih.

“Sudah banyak banget kolektif-kolektif musik di Jakarta. Tapi, kalau secara klub rada boring sih, karena klub rata-rata memainkan musik yang itu-itu aja, sing-along dan top 40. Buat gue, itu ngebosenin. Untungnya, ada beberapa tempat yang mengizinkan kolektif-kolektif musik idealis untuk bereksplorasi,” kata Winky.

 

Saling Melengkapi

Kerap mengisi di acara-acara kekinian, FOAW semakin menancapkan kukunya di blantika musik Indonesia

Berbicara pembagian proporsi peran dalam FOAW, masing-masing sudah punya tugasnya. Kenny sebagai music director, Winky sebagai gitaris, dan Evan melengkapi sound yang nggak bisa diperoleh dari instrumen lainnya.

Bisa dibilang, Bams adalah rekan kolaborasi FOAW yang official. Tapi, untuk manggung dengan musisi lain, FOAW sudah cukup banyak berkolaborasi dengan musisi-musisi pengisi di We The Fest dan artis-artis E-motion seperti Adrian Khalif.

Kolaborasi dengan Bams sendiri sebenarnya adalah atas request dari Bams yang ingin menampilkan pertunjukan berbeda. “Dia ngajakin gue, tapi gue bilang sama FOAW aja, jadilah lagu Fun On A Weekend dan 24 Mojo,” terang Winky.

Rencananya tahun depan sudah ada tiga nama yang bakal jadi incaran untuk kolaborasi bareng. Penasaran nih, Urbaners? Sayangnya, Winky belum mau cerita banyak, katanya sih biar surprise. FOAW sebenarnya lebih memilih kolaborasi dengan musisi baru yang belum punya nama banget.

Terkadang kalau yang sudah punya nama, mereka punya standarnya sendiri dan kadang FOAW-nya diminta untuk mengikuti standar tersebut. Padahal, FOAW juga punya standarnya sendiri.

“Pernah ada kejadian juga, kami manggung yang bawain yang sebenarnya bukan kita. Nah makanya di situ benturannya, it’s okay sih, next time kami evaluasi lagi,” curhat Winky.

 

Disukai karena Berbeda

Mencoba tampil beda di tengah kemainstreaman musik tanah air

“Lha… ini Bams, kirain siapa!” komentar Keke ketika mendengarkan 24 Mojo. Keke bukan satu-satunya pendengar yang masih “wow” saat mendengarkan kolaborasi Bams dengan FOAW. Masih banyak lagi komentar-komentar positif tentang FOAW.

“Kami ya pasti senanglah, apalagi 24 Mojo yang terakhir gue lihat listener-nya sudah 132 ribu,” kata Winky.  Waktu itu memang Winky dan teman-teman FOAW sempat melakukan aktivasi sosial dengan manggung di 56 titik selama 24 jam. Ini dilakukan dalam rangka berdonasi untuk teman-teman yang kena asap di Kalimantan dan Sumatera.

Sebelum menutup percakapan, Winky sempat menyampaikan harapan semoga ke depannya FOAW bisa menjadi grup musik yang umurnya panjang dan punya value di blantika musik tanah air. Semoga ya, Urbaners!

Nah, buat lo yang belum dengerin FOAW, monggo dengarkan lagu-lagu FOAW di channel sosial media dan Spotify ya!

 

YellowFit, Catering Sehat Bergaransi Berat Badan Turun

Mon, 12 April 2021
catering sehat

Setiap orang tentunya ingin memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Hal itu bisa didapatkan melalui olahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Nah, kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis makanan sehat untuk mengembangkan usahanya.

Berangkat dari situasi tersebut, Christopher Aldo membangun bisnis catering sehat, bernama YellowFit Kitchen. Diet and healthy catering nomor satu di Indonesia dan satu-satunya yang berani memberikan jaminan 100% uang kembali, jika makanan di rasa nggak lezat atau berat badan konsumen nggak menurun.

Mau tau cerita lengkap dari Christopher Aldo dalam mendirikan usahanya dan bagaimana bisa tetap konsisten di sektor bisnis ini? Yuk, simak ulasannya di sini, bro.

Merintis Bisnis Katering Sehat Sejak Kuliah

Semasa kuliah, Christopher Aldo senang fitness dan ikut program diet di waktu bersamaan. Disisi lain, ia pun sering menghadapi masalah keuangan, terutama untuk bayar kamar kos, serta biaya kuliah. Pada tahun 2017, ia pun memutuskan untuk mendirikan bisnis katering sehat, YellowFit Kitchen bersama temannya.

Pastinya lo setuju kalo membangun bisnis dari nol memang nggak mudah dan tentu ada rintangan dalam prosesnya. Seperti yang dirasakan Aldo saat awal mengembangkan usahanya, rata-rata per harinya ia hanya bisa menjual 5 kotak aja ke teman-teman kampusnya selama 8 bulan.

Aldo berpikir untuk menutup YellowFit Kitchen, lantaran masih fokus dengan kuliahnya. Ditambah lagi, ia harus menjaga makanannya supaya tetap fresh. Kurirnya pun terkadang masih terpencar di daerah yang berbeda dan mahalnya biaya ongkos kirim. Selain itu, banyak konsumennya yang mengeluh dan meminta refund.

Namun, setelah berhasil melewati masa sulit itu, bisnisnya semakin berkembang, ia bisa menjual rata-rata 30 kotak per hari. Yang awalnya hanya berjualan di Depok, lalu diperluas ke Jakarta dan berhasil menjual hingga 100 kotak per hari. Bahkan, di tahun 2019, pesanannya meningkat sebanyak 2.000 kotak per hari. Wow keren banget ya, bro?

Menghadirkan Menu Makanan Sehat dan Lezat

catering sehat

Credit image - pingpoint

Keistimewaan yang dimiliki YellowFit Kitchen adalah hidangan yang berganti-ganti setiap harinya dan terdapat beberapa menu autentik hasil racikan sendiri. Menurut Christopher Aldo, yang terpenting di setiap makanan harus mengandung rendah kalori, rendah lemak, rendah karbohidrat, dan tinggi protein.

Salah satu menu favorit YellowFit Express adalah Pizza Diet. Biasanya pizza berbahan tepung, namun berbeda dengan yang satu ini menggunakan kembang kol. Adapun, menu McD versi diet digoreng dengan minyak yang sehat, tanpa kulit, dan dibalut tepung gandum. Lo bisa makan junk food tapi tetap rendah kalori, bro. 

Menu YellowFit Kitchen ini dikembangkan oleh tim internalnya sendiri. Jadi setiap minggunya, ia melakukan rapat rutin bersama para koki. “Kami memiliki 6 koki, setiap 2 orang akan bergiliran untuk rapat dengan kami. Di kesempatan itu juga kami bersama-sama melakukan pengukuran zat-zat yang terkandung dalam makanan yang ingin ditawarkan kepada konsumen,” ujar Aldo.

Kebutuhan gizi di setiap porsinya berbeda-beda. Menurut Christopher, kebutuhan untuk wanita kurang lebih 1.000-1.200 kalori, dan untuk pria akan lebih tinggi berkisar 1.200-1.500 kalori. Dengan catatan, semua ukuran itu tergantung dari aktivitas yang dijalankan masing-masing orang.

Buat lo yang mau coba, harga perposinya sekitar Rp50.000 dan bisa lebih mahal kalo lo beli cuma buat makan siang aja. Tapi, kalau beli paket siang dan malam, akan diberikan harga spesial. Nikmatnya lagi, lo bisa memesan catering ini dengan pilihan paket perminggu atau perbulan. Jadi, disesuaikan aja dengan kebutuhan lo, bro.

Melihat Peluang Industri Makanan Sehat

catering sehat

Credit image - goodlife.id

Belum merasa puas diri dengan hasil yang telah dicapai, ia pun tetap melihat adanya tantangan dari kompetitor yang bermunculan setiap harinya. “Dulu saat saya memulai bisnis ini, kompetitornya memang masih sedikit. Berbeda halnya dengan sekarang, mungkin jumlahnya sudah puluhan, bahkan ratusan,” paparnya.

Untuk meningkatkan pelayanannya, Christopher menawarkan free delivery kepada pelanggan-pelanggannya dengan frekuensi pengiriman 2 kali dalam sehari, dan jaminan refund jika makanannya nggak fresh. Layanan ini berlaku untuk daerah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya ya, bro.

“Kebanyakan kompetitor itu hanya sekali kirim aja dalam sehari, jadi kalau udah malam makanannya kurang segar. Kami juga memberikan guarantee refund bilamana makanannya nggak enak, maka kami akan refund uang mereka,” tegasnya.

Selain usaha katering, ia juga berjualan detox tea dengan rasa leci, lemon, dan jasmine untuk menahan nafsu makan. “Banyak teh detox di luar sana yang bilang kalau manfaatnya itu bisa menurunkan berat badan. Itu sebenarnya bohong,” tambah Aldo.

Kini, YellowFit Kitchen udah memiliki jumlah karyawan sebanyak 250 orang, dengan 25 orang untuk urusan kantor, dan sisanya ada di divisi distribusi. Untuk melebarkan sayapnya, YellowFit juga sering mengadakan kolaborasi dengan beberapa influencer ternama.

Menurut Christopher kedepannya bisnis catering sehat memiliki peluang besar karena orang-orang  mulai sadar akan kesehatan mereka, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Wahhh sangat inspiratif banget ya, bro, perjalanan bisnis dari Christopher Aldo. Untuk memulai usaha, kuncinya ada pada diri lo sendiri. Nggak ada sesuatu yang luar biasa yang didapatkan dengan mudah. Well, kapan giliran lo buat mengembangkan ide bisnis lo, bro?.

 

Featured image - traveling.bisnis.com