Hendy Kana & Mayo RFT: TRIPO 3000 Future Oriented Junk - MLDSPOT
  • News
  • Hendy Kana & Mayo RFT: TRIPO 3000 Future Oriented Junk

Hendy Kana & Mayo RFT: TRIPO 3000 Future Oriented Junk

Fri, 27 October 2017

Dance music sudah identik dengan pesta. Dengan terus berkembangnya dance scene di Indonesia, semakin banyak pula party yang diselenggarakan setiap minggu. Salah satu party maker yang sedang populer adalah TRIPO 3000. Dengan pesta bertema yang seru dan pilihan musik yang banyak diminati para party goers, Tripo 3000 menjadi salah satu party maker ternama di Indonesia. MLDspot bertemu dengan Hendy Kana dan Mayo RFT, co-founder TRIPO 3000 untuk berbicara mengenai awal mula terbentuknya TRIPO 3000, cara mereka menentukan tema acara, dan pandangan mereka terhadapt dance scene di Indonesia.

 

Kapan dan bagaimana TRIPO 3000 terbentuk?

Hendy: Berawal di Melbourne dengan nama Tripomatica 2008 sebagai platform para penggemar musik elektronik untuk berkumpul, baik orang Indonesia maupun orang lokal. Dari pesta kecil sampai boat parties, underground warehouse parties, 24 hours rooftop parties dan lain-lainnya. Tahun 2015, kita mulai membawa Tripo ke Indonesia, start-nya di Jakarta dan Bali. Tapi seiringnya waktu, Tripomatica mulai menjadi terlalu luas, dari segi varian musiknya. Akhirnya kita memutuskan untuk strip it down to basic, sekaligus mengubah nama menjadi TRIPO 3000. Kenapa “3000”? Karena mencerminkan pola pemikiran kira yang futuristic forward thinking dalam segi musik dan konsep. Makanya tagline kita “Future Oriented Junk”.

 

Siapa saja target audience kalian?

Mayo: Target audience kita sih dari 21+, tapi untuk batas atasnya nggak kita kasih target.

Hendy: Selain target demografinya segitu, juga yang pastinya para penggemar electronic music atau lagu-lagu yang kita mainin seperti house-tech sampai house-acid-techno. Jadi age range-nya seperti itu, gender-nya bebas (tertawa), dan batas umur atasnya nggak ada karena banyak yang umurnya diatas 40-an masih datang ke party kita.

 

Sesering apa kalian membuat event?

Hendy: Lumayan sering, tapi ada pembagiannya seperti flagship/major events dengan yang medium-size events. Kalau yang major events, seperti outdoor party yang kita bikin, Poolhaus, kita bikin tiga bulan sekali. Karena gerakan kita masih bersifat independen jadi kita nggak selalu mengandalkan sponsor, jadi persiapan yang harus dilakukan juga banyak dan berat. Untuk event yang medium, yang biasanya di bar atau di club, lumayan sering, seperti sebulan sekali.

 

Apa jenis musik yang kalian mainkan di event?

Anything between house, tech house, acid, techno. 

 

Setiap event mempunyai tema sendiri atau tidak?

Hendy: Setiap event kita selalu ada temanya karena tagline kita “Future Oriented Junk”, jadi kita selalu forward-thinking dalam mencari konsep event yang memang harus secara detil. Kita nggak pernah mau bikin event yang memang untuk “main aja”, tanpa memikirkan semuanya. Dari nama acara, dekorasi, visual, sampai detil-detil untuk di venue-nya memang kita pikirkan. Karena kalau orang suka party ya sudah pasti, tapi kita mau semua indra mereka bisa menikmati. Visual-nya mereka bisa lihat, suasananya mereka bisa rasa, musiknya pasti bisa mereka dengar. Jadi itu salah satu yang membuat kita unik dan berbeda dari yang lain.

 

Bagaimana kalian menentukan tema acaranya?

Mayo: Brainstorming. Biasanya kalau ada ide, kita bicarakan bersama. Tapi tdak ada hubungan dengan hari besar apa yang sedang atau akan dirayakan.

Hendy: Contohnya acara besar kita yang paling recent berjudul Nokturnal Animals, itu tidak ada hubungan sama sekali dengan hari besar. Nocturnal itu artinya active at night atau orang-orang yang aktif di malam hari, dan Animals diambil dari sebutan party animals. Semua itu digabung menjadi suatu konsep di Jenja Jakarta dan kita buat dengan tema hutan beton atau concrete jungle dari dekorasi, visual, sampai kita buatkan topeng binatang bagi para tamu. Jadi itu semua muncul dari sesi brainstorming.

 

Bagaimana pandangan kalian mengenai dance scene di Indonesia, dibanding negara lain?

Hendy: Setiap negara tentu saja ada di berbagai tahap dalam soal dance scene mereka. Tapi menurut gue, Indonesia sedang mengalami one of its best moments karena sudah mulai banyak mendapat dukungan dari berbagai macam hal, seperti banyak clubs baru di Jakarta maupun Bali yang membawa banyak DJ luar negeri yang bagus. Dibandingkan dulu, sekarang hampir setiap minggu pasti kedatangan DJ dari luar negeri. Banyak juga festival underground ataupun mainstream. Local talents juga sudah semakin bagus, juga banyak event organizers yang bagus, tempat juga semakin banyak, jadi setiap minggu sudah pasti ada acara dimana-mana. Jadi menurut gue, dance scene sekarang lagi di puncaknya.

Mayo: Gue setuju dengan yang dikatakan Hendy, tapi kalau gue lihat dari sisi lainnya, Jakarta itu masih ada unsur mengikuti trend. Saat ini yang sedang ramai adalah konsep urban dan musik-musik Tech-House, sangat banyak event organizer yang mulai memakai tema itu. Nah yang gue sayangi adalah mereka kurang mendalami hal-hal tersebut. Contohnya seorang DJ mau mulai memainkan musik Tech-House tapi karena sedang “nge-trend”. Selain itu, menurut gue, perbandingan antara Indonesia dan negara lainnya adalah Indonesia pasti mengejar dan selalu sampai di sebuah trend, tapi selalu ketinggalan dalam waktu setahun atau dua tahun. Saat Indonesia ada disebuah posisi, negara lain sudah lebih jauh lagi. Tapi sudah banyak juga orang-orang yang mengapresiasikan dance music, contohnya lo ke tempat-tempat fitness, pasti mereka pasang dance music (tertawa)

 

Ada rencana untuk membuat acara besar in the future?

Hendy: Banyak sih, tapi masih belum bisa kita share.

Mayo: Kita nggak mau jinx aja, takut nggak jadi (tertawa). Tapi in the near future kok. Pasti, kita janji.

YellowFit, Catering Sehat Bergaransi Berat Badan Turun

Mon, 12 April 2021
catering sehat

Setiap orang tentunya ingin memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Hal itu bisa didapatkan melalui olahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Nah, kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis makanan sehat untuk mengembangkan usahanya.

Berangkat dari situasi tersebut, Christopher Aldo membangun bisnis catering sehat, bernama YellowFit Kitchen. Diet and healthy catering nomor satu di Indonesia dan satu-satunya yang berani memberikan jaminan 100% uang kembali, jika makanan di rasa nggak lezat atau berat badan konsumen nggak menurun.

Mau tau cerita lengkap dari Christopher Aldo dalam mendirikan usahanya dan bagaimana bisa tetap konsisten di sektor bisnis ini? Yuk, simak ulasannya di sini, bro.

Merintis Bisnis Katering Sehat Sejak Kuliah

Semasa kuliah, Christopher Aldo senang fitness dan ikut program diet di waktu bersamaan. Disisi lain, ia pun sering menghadapi masalah keuangan, terutama untuk bayar kamar kos, serta biaya kuliah. Pada tahun 2017, ia pun memutuskan untuk mendirikan bisnis katering sehat, YellowFit Kitchen bersama temannya.

Pastinya lo setuju kalo membangun bisnis dari nol memang nggak mudah dan tentu ada rintangan dalam prosesnya. Seperti yang dirasakan Aldo saat awal mengembangkan usahanya, rata-rata per harinya ia hanya bisa menjual 5 kotak aja ke teman-teman kampusnya selama 8 bulan.

Aldo berpikir untuk menutup YellowFit Kitchen, lantaran masih fokus dengan kuliahnya. Ditambah lagi, ia harus menjaga makanannya supaya tetap fresh. Kurirnya pun terkadang masih terpencar di daerah yang berbeda dan mahalnya biaya ongkos kirim. Selain itu, banyak konsumennya yang mengeluh dan meminta refund.

Namun, setelah berhasil melewati masa sulit itu, bisnisnya semakin berkembang, ia bisa menjual rata-rata 30 kotak per hari. Yang awalnya hanya berjualan di Depok, lalu diperluas ke Jakarta dan berhasil menjual hingga 100 kotak per hari. Bahkan, di tahun 2019, pesanannya meningkat sebanyak 2.000 kotak per hari. Wow keren banget ya, bro?

Menghadirkan Menu Makanan Sehat dan Lezat

catering sehat

Credit image - pingpoint

Keistimewaan yang dimiliki YellowFit Kitchen adalah hidangan yang berganti-ganti setiap harinya dan terdapat beberapa menu autentik hasil racikan sendiri. Menurut Christopher Aldo, yang terpenting di setiap makanan harus mengandung rendah kalori, rendah lemak, rendah karbohidrat, dan tinggi protein.

Salah satu menu favorit YellowFit Express adalah Pizza Diet. Biasanya pizza berbahan tepung, namun berbeda dengan yang satu ini menggunakan kembang kol. Adapun, menu McD versi diet digoreng dengan minyak yang sehat, tanpa kulit, dan dibalut tepung gandum. Lo bisa makan junk food tapi tetap rendah kalori, bro. 

Menu YellowFit Kitchen ini dikembangkan oleh tim internalnya sendiri. Jadi setiap minggunya, ia melakukan rapat rutin bersama para koki. “Kami memiliki 6 koki, setiap 2 orang akan bergiliran untuk rapat dengan kami. Di kesempatan itu juga kami bersama-sama melakukan pengukuran zat-zat yang terkandung dalam makanan yang ingin ditawarkan kepada konsumen,” ujar Aldo.

Kebutuhan gizi di setiap porsinya berbeda-beda. Menurut Christopher, kebutuhan untuk wanita kurang lebih 1.000-1.200 kalori, dan untuk pria akan lebih tinggi berkisar 1.200-1.500 kalori. Dengan catatan, semua ukuran itu tergantung dari aktivitas yang dijalankan masing-masing orang.

Buat lo yang mau coba, harga perposinya sekitar Rp50.000 dan bisa lebih mahal kalo lo beli cuma buat makan siang aja. Tapi, kalau beli paket siang dan malam, akan diberikan harga spesial. Nikmatnya lagi, lo bisa memesan catering ini dengan pilihan paket perminggu atau perbulan. Jadi, disesuaikan aja dengan kebutuhan lo, bro.

Melihat Peluang Industri Makanan Sehat

catering sehat

Credit image - goodlife.id

Belum merasa puas diri dengan hasil yang telah dicapai, ia pun tetap melihat adanya tantangan dari kompetitor yang bermunculan setiap harinya. “Dulu saat saya memulai bisnis ini, kompetitornya memang masih sedikit. Berbeda halnya dengan sekarang, mungkin jumlahnya sudah puluhan, bahkan ratusan,” paparnya.

Untuk meningkatkan pelayanannya, Christopher menawarkan free delivery kepada pelanggan-pelanggannya dengan frekuensi pengiriman 2 kali dalam sehari, dan jaminan refund jika makanannya nggak fresh. Layanan ini berlaku untuk daerah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya ya, bro.

“Kebanyakan kompetitor itu hanya sekali kirim aja dalam sehari, jadi kalau udah malam makanannya kurang segar. Kami juga memberikan guarantee refund bilamana makanannya nggak enak, maka kami akan refund uang mereka,” tegasnya.

Selain usaha katering, ia juga berjualan detox tea dengan rasa leci, lemon, dan jasmine untuk menahan nafsu makan. “Banyak teh detox di luar sana yang bilang kalau manfaatnya itu bisa menurunkan berat badan. Itu sebenarnya bohong,” tambah Aldo.

Kini, YellowFit Kitchen udah memiliki jumlah karyawan sebanyak 250 orang, dengan 25 orang untuk urusan kantor, dan sisanya ada di divisi distribusi. Untuk melebarkan sayapnya, YellowFit juga sering mengadakan kolaborasi dengan beberapa influencer ternama.

Menurut Christopher kedepannya bisnis catering sehat memiliki peluang besar karena orang-orang  mulai sadar akan kesehatan mereka, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Wahhh sangat inspiratif banget ya, bro, perjalanan bisnis dari Christopher Aldo. Untuk memulai usaha, kuncinya ada pada diri lo sendiri. Nggak ada sesuatu yang luar biasa yang didapatkan dengan mudah. Well, kapan giliran lo buat mengembangkan ide bisnis lo, bro?.

 

Featured image - traveling.bisnis.com