• News
  • Kolaborasi Musik Jazz dan Rock Hadir di Panggung Stage Bus Jazz Tour Palangkaraya

Kolaborasi Musik Jazz dan Rock Hadir di Panggung Stage Bus Jazz Tour Palangkaraya

Wed, 21 November 2018
SBJT Palangkaraya

Akhirnya MLDSPOT Stage Bus Jazz Tour berkeliling pulau Kalimantan, Urbaners! Setelah menyambangi Pontianak dan Singkawang, di tanggal 18 November ini Stage Bus Jazz Tour digelar di Palangkaraya. Antusiasme Urbaners di Palangkaraya tinggi banget! Meski pun venue-nya diguyur hujan, line up musisi yang keren di malam itu membuat para pengunjung tetap semangat. Nampaknya mereka nggak sabar menunggu penampilan dari Sheryl Sheinafia, Kikan, Candil dan Betang Philosophy salah satu pemenang MLDJazzWanted yang lahir dari kota ini.

Membuka pertunjukkan pertama, Betang Philosophy tampil kompak dengan kemeja dan t-shirt putih meng-cover lagu RAN 'Pandangan Pertama' dan lagu Chrisye 'Kala Cinta Menggoda'. Dede, sang vokalis, mengajak David memainkan nada-nada tuts saxophone-nya di depan penonton. Nggak sampai di situ aja, Betang Philosophy memanggil Kikan naik ke atas panggung untuk berkolaborasi. Saat Kikan bergabung di panggung, otomatis penonton langsung berteriak semangat, Urbaners.

SBJT Palangkaraya

Meskipun baru pertama duet bersama Betang Philosophy tapi Kikan membawakan lagu 'Segitiga' dengan harmonis dan menyatu, Urbaners. Selain berkolaborasi, Kikan juga tampil solo membawakan beberapa lagu. Kikan sengaja bernyanyi sambil duduk di tengah para pengunjung untuk membuat suasanya semakin hangat. “Mana nih yang jomblo?”, ujarnya sambil bercanda.

Setelah selesai menyanyikan lagu 'Karma', Kikan bertanya “Udah cocok belum jadi penyanyi jazz, nih?”, ujarnya sambil tertawa. Tak lama setelah selesai membawakan lagu Karma, Kikan memanggil Dede dan Candil untuk kolaborasi bareng di panggung. Ini dia, Urbaners, kolaborasi maut yang ditunggu-tunggu para penonton. Meng-cover lagu Slank 'Ku Tak Bisa', Dede, Kikan dan Candil berhasil menyatukan musik jazz dan rock dalam satu panggung. Padahal selama latihan mereka hanya bermodal hasil rekaman aransemen yang dikirim melalui chat dan mereka hanya sempat latihan dua kali, Urbaners. Terbukti keprofesionalan mereka bertiga dalam bermusik memang keren banget, sampai membuat penonton serentak melambaikan tangan ke atas dan bernyanyi bersama.

SBJTSetelah kolaborasi maut nan keren tadi, tibalah waktunya Candil tampil membawakan lagu miliknya. Siapa sih, yang nggak hafal lagu 'Rocker Juga Manusia'? Bedanya kali ini lagu tersebut dibawakan dengan lebih jazzy dan sesekali Candil menirukan nada-nada vokal ala penyanyi jazz, sambil tertawa. Di bagian reff, Candil mengganti lirik lagunya menjadi "Rocker juga jazzer juga, punya rasa punya hati", sontak para penonton pun tertawa kencang sambil merekam tingkah laku Candil.

 

SBJT

Keseruan malam itu nggak hanya sampai di situ saja, Urbaners. Kikan dan Betang Philosophy kembali hadir di panggung membawakan lagu milik Titiek Puspa. “Apa apa apanya, dong dang ding dong”, membawa para penonton turut bernyanyi bersama. Sebagai penutup, Kikan, Candil dan Dede bernyanyi semangat di lagu “Bendera”, kolaborasi musik jazz dan rock kembali membuat penampilan keren banget, Bro!

Saat ditemui usai manggung, Kikan dan Candil merasa senang bisa manggung untuk kedua kalinya di Stage Bus Jazz Tour ini. Berbeda jauh dengan panggung-panggung di TV yang selalu dikasih pagar, mereka merasa konsep Stage Bus Jazz Tour membuat mereka dapat lebih dekat dengan para penonton “Kalau di Stage Bus Jazz Tour ini jadi lebih bebas”, ujar Kikan.

Buat lo, Urbaners di Kalimantan yang ketinggalan keseruan malam ini. Tenang, Bro minggu depan MLDSPOT Stage Bus Jazz Tour hadir di Samarinda dan Balikpapan. Masih banyak kolaborasi keren banget yang akan tampil di panggung MLDSPOT Stage Bus Jazz Tour di Borne. So, let’s come and join us!

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.