Mocca Dan Sentuhan Baru Album "Lima" - MLDSPOT
  • News
  • Mocca Dan Sentuhan Baru Album "Lima"

Mocca Dan Sentuhan Baru Album "Lima"

Wed, 02 October 2019
Arina vocalis Mocca mengangkat tangan saat manggung d Stage Bus jazz Tour 2019 – Bandung

Memberikan sentuhan berbeda, membuat Mocca seperti terlahir untuk yang kedua kalinya di album terakhir mereka. Berjudul Lima, album ini berisi 8 lagu yang semuanya menggunakan Bahasa Indonesia. Yap, hal ini memang sesuatu yang tak biasa bagi Mocca. Selama ini mereka identik dengan lagu-lagu easy listening yang berbahasa Inggris. Penasaran apa yang membuat mereka terdorong untuk membuat album full bahasa Indonesia? Saat Stage Bus Jazz Tour 2019 - Bandung kemarin Mocca sempat bercerita seputar album “Lima” tersebut, Urbaners! Nggak hanya itu, mereka juga mengutarakan band Indonesia yang menjadi pendorong lahirnya Mocca 19 tahun silam.

 

Album terakhir kalian berjudul "Lima", kenapa memilih nama itu?

Ini adalah pertama kalinya Mocca bikin satu album yang isinya full bahasa Indonesia semua, dan kebetulan album ini adalah album ke-5 kita. Jadi kita beri nama as it is aja deh "Lima".

 

Semua lagunya berbahasa Indonesia, ada alasan tersendiri nggak?

"Sudah saatnya. Mocca pada saat itu berkarya kurang lebih 18 tahun, ingin memberikan sesuatu yang baru, salah satunya dengan lagu-lagu berbahasa Indonesia," ungkap Arina. Riko pun menambahkan, para personel Mocca tidak mau terjebak di comfort zone, makanya terus mencari sesuatu yang baru dan bisa menjadi refreshment.

 

Setelah berhasil membuat album full bahasa Indonesia, apa nih yang kalian rasakan?

Achievment unlock. Tantangannya beda banget sih, dari pemotongan kata aja kan sudah beda banget ya. Selain itu memiliki album berbahasa Indonesia adalah cita-cita kita dari beberapa tahun silam. "Kayaknya lucu ya punya album bahasa Indonesia semua," Ujar Riko sang gitaris sambil sedikit tertawa.

Arina sedang bermain flute di Stage Bus Jazz Tour 2019 – Bandung

 

Dan apa yang kalian rasakan setelahnya, apakah selanjutnya akan full bahasa lagi, mix, atau malah kembali ke bahasa Inggris?

Next-nya kita malah sudah rilis singel terbaru yang berjudul "Semoga" pada 20 September 2019 kemarin. Lagu ini sebenarnya adalah suatu hadiah/wasiat. Lagu ini saya bikin untuk teman saya yang berjuang melawan kanker. Saat melihat Instagram Story-nya ia lagi berjemur, saya langsung bikin lagu. Nah, pas kita manggung di Makassar, saya bilang Arina, “yuk kita nyanyiin yuk!” Lalu dibuat video dan kita kirim ke mereka sebagai penyemangat. Tetapi Tuhan berkehendak lain, ia kini telah pergi. Ketika kita rekam dan minta izin dulu sama istrinya, ia pun berkata "Bagaimana kalau lagu ini tidak berhenti di saya," Akhirnya Mocca memutuskan mengeksekusi lagu tersebut dan menjadikannya singel terbaru. Seluruh keuntungan pada lagu ini akan disumbangkan ke Rumah Teduh Sahabat Iin untuk para pejuang kanker yang tidak mampu.

 

Menggaet Mondo Gascaro, membuat album "Lima" ini lebih berbeda nggak?

Lumayan beda sih, terutama dalam pemilihan sound dan backing vocal. Karena kalau dulu saat produsernya masih Ari Renaldy, saya (Arina) yang meng-handle urusan vocal. Tapi kali ini Mondo punya sentuhan lain, chord yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Ditambah Mondo kan pria, dan anggota Mocca yang lain semua pria, biasanya saya cari layer atau range untuk backing vocal untuk wanita. Tapi sekarang backing vocal-nya anak-anak ini--sambil menunjuk personel lainnya-- pada ikut nyanyi. Kombinasinya nggak biasa aja kayak yang dulu-dulu. "Ada beberapa note yang kita pun nggak kepikiran," Riko menambahkan.

Mocca saat interview di Stage Bus Jazz Tour 2019 – Bandung

 

Nah, di lagu yang mana perbedaan tersebut?

Ada banyak. "Seharusnya", "Tanda Tanya", terus "Teman Sejati" juga brass nya beda. Dan lagu "Ketika Semua Telah Berakhir" adalah lagu yang pelan, biasanya kita tidak memasukan flute & piano. Ini dimasukkin malah bagus banget. "Apalagi yang main piano Gardika Gigih kan, dia emosinya dapet banget, sampe kita bandingin mentahan sama ketika dia main pianonya jauh banget, jadi naik level berkali-kali lipat dan jadi menyentuh sekali," Arina bercerita.

 

Lagu mana di album "Lima" yang paling berkesan proses pembuatannya?

"Lo 'Tanda Tanya' kan?" Tunjuk Arina ke Indra Massad sang drummer. "iya, karena tempo-nya cepet dan belum pasti menentukkan pake stick brush atau solid, nyoba beberapa kali akhirnya mutusin pake stick brush. Dan saya ngga terbiasa pakai stick brush dengan tempo yang segitu".

"Kalau saya sih 'Teman Sejati' karena lagunya sudah personal banget buat saya, terus ada sentuhan yang lain, jadi ada impact-nya besar, dan maknanya jadi meluas"

 

Cover album "Lima" playful banget, mulai dari warna sampai karakter. Karya siapa dan apa arti dari ilustrasi tersebut?

Itu karyanya Alvin, mahasiswa ITB. Pas liat di Instagram kayaknya cocok nih untuk album yang baru. Akhirnya setelah ngobrol-ngobrol keluarlah tokoh Matahari & Bulan yang didasari dari lagu "Aku & Kamu". Semua ilustrasi cover tersebut adalah penerjemahan lagu-lagunya. Terus ada binatang-binatang khas Indonesia, karena kita menggunakan bahasa Indonesia semua. Dan perahu kertas tersebut meninggalkan sebuah rumah, ceritanya meninggalkan album "Home" kemarin, menandakan kita terus melaju.

 

Apa sih yang Mocca ingin sampaikan pada album "Lima" ini?

Mocca bikin ini sebagai potret zaman. Karena pas banget saat itu keadaan Indonesia lagi kurang kondusif, banyaknya konflik dan panas. Tema album yang gloomy, kebetulan sama seperti yang terjadi kala itu. Meskipun liriknya nggak gamblang membicarakan hal tersebut.

 

Keluar dari album "Lima", Mocca sering sekali cover lagu "Hyperballad" - Bjork, kenapa kalian memilih lagu tersebut?

Sebenarnya itu kejadiannya saat Mocca masih ada di album pertama yang "My Diary", job berdatangan dan durasi yang diminta panitia lebih lama dari lagu-lagu kita. Kehabisan materi, jalan tengahnya jadi harus meng-cover lagu. Dan kebetulan Indra & Toma lagi dengerin lagu Bjork, munculah ide untuk cover salah satu lagunya. Pas dengerin kayaknya lagu "Hyperballad" lumayan ada potensi untuk diaransemen ulang dan memasukkan ciri khas Mocca dibandingkan lagu yang lain terlalu eksperimental. Akhirnya keterusan deh..

 

Kalau kalian disuruh memilih untuk cover salah satu lagu band Indonesia, pilih siapa?

Naif. Bisa dibilang Mocca ada gara-gara Naif. Karena pas zaman kuliah dulu di televisi yang lagi diputer tu Naif terus. Dan mendengar musik Naif, seperti ada harapan. Ternyata musik nggak se-industri itu. Jadi kita bisa nih, datang dengan ciri khasnya sendiri dan masih didengar. Naif cukup inspiring banget untuk Mocca.

 

 

Rayakan International Jazz Day, MLDJAZZPROJECT Season 4 Tampil di Jazz Auditoria Online!

Fri, 30 April 2021
MLDJAZZProject Season 4

Para penggemar musik pastinya nggak pengen kelewatan event musik yang udah diadakan setiap tahunnya. Namun,  karena kondisi yang tidak memungkinkan , banyak event-event musik yang harus ditunda kehadirannya.

Sebagai partisipan – MLDSPOT pastinya merasakan kekecewaan yang lo rasakan nih, bro. Apalagi kehadiran MLDJAZZPROJECT yang selalu dinantikan sebagai penampil di event-event musik Jazz setiap tahunnya. Pasti lo semua juga udah kangen liat mereka manggung, kan?

Untuk mengobati kekecewaan kalian, di International Jazz Day 2021 yang jatuh di 30 April ini, MLDSPOT bakal hadirkan penampilan menarik buat lo – MLDJAZZPROJECT Season 4 bakal tampil di JAZZ AUDITORIA ONLINE 2021 bersama musisi-musisi jazz ternama dunia, bro!

Pasti udah nggak sabar banget pengen lihat performance mereka kan? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Tentang MLDJAZZPROJECT Season 4

MLDJAZZPROJECT Season 4

Dalam kompetisi pencarian musisi jazz muda dari berbagai daerah di Indonesia, beberapa tahun lalu MLDSPOT mengadakan event tahunan bertajuk MLDARE2PERFORM. Setiap finalis yang memenangkan event ini berhasil membentuk MLDJAZZPROJECT – hadir dari Season 1 hingga 4.

Di MLDARE2PERFORM yang diselenggarakan pada tahun 2019, terbentuklah MLDJAZZPROJECT SEASON 4 dengan personil; Puspallia (vocal), Timoti Hutagalung (drum), Yosua Sondakh (gitar), Hafiz Aga (bass), Noah Revevalin (piano) dan Anggi Harahap (wind & brass).

MLDSPOT juga mendukung perilisan album MLDJAZZPROJECT Season 4 pada akhir 2019 lalu, dengan single-nya yang berjudul “Pertama”.  Single ini merupakan aransemen ulang dari lagu Reza Artamevia yg dirilis pada akhir dekade 90-an, yang dibantu pembuatannya oleh Music Director Ronald Steven. Single ini jugalah yang  mengantarkan MLDJAZZPROJECT Season 4 dikenal oleh masyarakat secara luas, bahkan sampai masuk radio playlist, bro!

Kehadiran MLDJAZZPROJECT Season 4 di event-event ternama

Sebagai grup musik yang menjadi representasi dari MLDSPOT, MLDJAZZPROJECT Season 4 seringkali mengisi ruang-ruang musik ternama di Indonesia. Dengan membawa MLDSPOT lebih luas lagi, MLDJAZZPROJECT Season 4 berhasil dikenal oleh masyarakat sebagai grup musik jazz ternama yang ditunggu-tunggu kehadirannya di event-event musik jazz Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan kehadiran MLDJAZZPROJECT Season 4 di Jazz Traffic Festival-Surabaya, Ijen Jazz Festival-Banyuwangi, Ngayogjazz, International Java Jazz Festival 2020 hingga ke kancah Internasional bekerjasama dengan Blue Note Jepang.

Perayaan Hari Jazz Internasional

Sejak tahun 2012, UNESCO menetapkan kalo 30 April diperingati sebagai Hari Jazz Internasional. Hal ini dilakukan sebagai upaya bersama Institut Jazz Herbie Hancoc dan Unesco – sebagai lembaga jazz di Amerika Serikat. Perayaan ini juga bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang budaya musik jazz itu sendiri.

Sehubungan dengan hal tersebut, sejak tahun 2013 diadakan acara Watteras Special Stage di Kanda Awajicho, Tokyo. Acara yang diselenggarakan secara gratis ini diadakan sebagai bentuk pengenalan budaya musik jazz dunia.

Karena era new normal yang sudah diterapkan sejak tahun lalu, acara ini diadakan secara online dengan total 80 grup dari Jepang dan luar negeri serta dihadiri oleh 130.000 penonton dari seluruh penjuru dunia.

MLDJAZZPROJECT SEASON 4 di Jazz Auditoria Online 2021

MLDJAZZPROJECT Season 4

Tahun lalu, MLDJAZZPROJECT Season 4 berencana untuk tampil di Jazz Stage Motion Blue, Yokohama, Jepang pada April 2020.  Namun rencana itupun terpaksa ditunda karena kondisi yang tidak memungkinkan. Tapi, harapan MLDSPOT untuk menghadirkan MLDJAZZPROJECT Season 4 di panggung internasional nggak berhenti sampai di situ saja.

Di 2021 ini, MLDJAZZPROJECT Season 4 berkesempatan untuk tampil di Jazz Auditoria Online 2021, bro!

Acara yang diselenggarakan oleh Blue Note Jepang, untuk merayakan Hari Jazz Internasional 2021, merupakan salah satu event bergengsi musik jazz dunia. Jazz Auditoria Online merupakan acara tahunan Blue Note Jepang dengan melibatkan musisi-musisi Jazz ternama dari berbagai negara. Dari Indonesia sendiri, MLDJAZZPROJECT Season 4 berkesempatan untuk tampil sebagai kategori Artist Circle. Event yang diselenggarakan secara online ini bisa dinikmati oleh siapapun – termasuk lo, lewat akun Youtube resmi JAZZAUDITORIA ONLINE 2021 : channel 1 ( https://www.youtube.com/user/iobnt) pada 30 April 2021 pukul 15:30 WIB.

Buat lo yang udah kangen penampilan & dengerin lagu-lagu dari MLDJAZZPROJECT Season 4, lo harus banget nonton ini, bro – catat tanggal mainnya dan tonton performance mereka!