• News
  • Saat Selera Musik Lo Menjadi Sebuah Minuman Di Stage Bus Jazz Tour 2019

Saat Selera Musik Lo Menjadi Sebuah Minuman Di Stage Bus Jazz Tour 2019

Tue, 20 August 2019
Saat Selera Musik Lo Menjadi Sebuah Minuman Di Stage Bus Jazz Tour 2019

Selain menjanjikan penampilan dari musisi papan atas Tanah Air, MLDSPOT juga menghadirkan aktivitas dan games yang seru di Stage Bus Jazz Tour 2019, Urbaners. Seperti keceriaan yang terjadi di Museum Mandala Bhakti, Semarang, tanggal 17 Agustus lalu. Sejak sore, para pengunjung yang baru berdatangan berkumpul di sekitar main booth MLDSPOT. Rasa penasaran terlihat di wajah mereka saat melihat pengunjung yang lain sedang memilih beberapa lagu di layar.

"Games ini namanya ‘Taste The Music’," terang salah satu penjaga booth. "Mainnya gampang. Tinggal pilih 3 lagu yang ada, nanti bisa jadi minuman yang sesuai sama musiknya. Mau coba?" lanjutnya.

Sekilas terlihat mudah. Pengunjung tinggal berdiri di depan mesin yang berukuran 2 meter ini dan memilih lagu favoritnya. Hebatnya, mesin ini seakan bisa menjawab perasaan mereka yang bermain saat itu. Seperti pengakuan Yonathan Silent Dewanto, Mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Unika, semarang, ia memilih tiga lagu dari musisi favoritnya, yaitu Marion Jola, HiVi dan Payung Teduh, dan mendapatkan minuman yang terasa sangat manis.

Saat Selera Musik Lo Menjadi Sebuah Minuman Di Stage Bus Jazz Tour 2019

 
"Manis banget! Hahaha. Kayaknya tau kalo gue lagi seneng," jawab Yonathan. Pria yang lahir dan besar di Pekanbaru ini enggan berbahagia sendirian. Dengan sedikit memaksa, dia mengajak temannya buat ikut bermain. "Serius gampang, kok. Lo tinggal milih lagunya doang. Lumayan bisa dapet hadiah," ujar Yonathan sambil menarik lengan temannya.

Yes, selain bisa seru-seruan bareng, pengunjung yang menjajal games "Taste The Music" juga berkesempatan bawa pulang hadiah menarik dari MLDSPOT. Misalnya buat 40 orang pengunjung pertama yang bermain, mereka akan mendapatkan phone holder secara cuma-cuma. Sementara hadiah utamanya berupa smartphone canggih Samsung A 30 dari MLDSPOT. Tapi, mereka harus melewati satu tantangan lagi buat bawa pulang dua hadiah di atas, Urbaners.

Tantangan itu bernama "Catch The Sticks". Cara bermainnya pun bisa dibilang gampang-gampang susah. Jadi, ada 10 sticks yang terbuat dari plastik dibiarkan menggantung di atas. Pengunjung yang bermain diharuskan sigap menangkap minimal 6 sticks supaya bisa mendapatkan stempel 'lulus' dari ujian MLDSPOT, dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama.

"Random banget turunnya. Mana licin pas ditangkep," cerita Daffa Panthera setelah gagal menangkap 6 sticks. Tapi, pemilik akun Instagram @daffapanthera ini kembali mengantri dari belakang buat menjawab rasa penasarannya. "Tadi belajar dulu. Sekarang harusnya aku udah jago ya hahaha," canda Daffa.

Nggak sampai 10 menit, Daffa sudah kembali berdiri di spot "Catch The Stick". Kali ini wajahnya lebih serius. Pandangannya fokus termangu pada 10 stick yang menggantung di atas, dengan tangan yang sudah siap mencengkram. Dengan satu kali tarikan nafas yang panjang, tanda dia sudah siap, Daffa meminta penjaga booth agar game dimulai.

Saat Selera Musik Lo Menjadi Sebuah Minuman Di Stage Bus Jazz Tour 2019

 
"Yuhuuu! Gue dapat 7 sticks! Seru, seru," kata Daffa dengan senyum sumringah. Setelah bersalaman dan diberi ucapan selamat, sang penjaga booth akhirnya menambahkan cap ke stamp card miliknya. "Sekarang tinggal dimasukkin ke fish bowl yang ada di sana. Selamat sekali lagi, ya," ucapnya.

Cerita yang sama seperti Daffa juga terjadi ke pengunjung lain. Beberapa dari mereka berhasil melepas tawa saat berhasil menangkap banyak stick. Tapi nggak sedikit juga yang turun dengan rasa penasaran dan kembali menguji kesabarannya di MLDSPOT "Catch The Sticks". Sore itu, di bawah langit Semarang, kebahagiaan terpancar dari wajah para pengunjung.

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.