• News
  • Santai Sejenak Menikmati Udara Bandung di Masagi Koffee

Santai Sejenak Menikmati Udara Bandung di Masagi Koffee

Sun, 29 September 2019
Rimbunnya ruang terbuka Masagi Koffee yang terletak di Jl. Gunung Kareumbi 1B, Ciumbuleuit, Bandung.

Bandung bukan cuma dikenal sebagai kota pelajar. Lokasinya yang dekat dengan ibukota, serta banyaknya tempat wisata dan kafe-kafe keren membuat Bandung jadi primadona baru buat berlibur. Udara Bandung yang sejuk juga bikin pengalaman jalan-jalan makin klop, Urbaners!

Nah, buat lo yang tinggal di Bandung atau lagi escape sejenak ke Jawa Barat ini, ada kedai kopi istimewa yang wajib lo singgahi. Masagi Koffee baru saja didirikan setahun lalu, tepatnya di bulan Agustus 2018. Uniknya kafe ini adalah lo bisa menikmati kopi sambil merasakan semilir angin Bandung di ruang terbuka. Seru kan? Makanya, simak ulasan lengkapnya di bawah ini yuk!

 

Ruang Terbuka yang Asri dan Rimbun

Masagi Koffee adalah salah satu pendatang baru di tengah banyaknya kafe kekinian yang bermunculan di Ciumbuleuit. Maklum, Ciumbuleuit sendiri letaknya sangat dekat dengan kampus Universitas Parahyangan, sehingga banyak mahasiswa yang butuh asupan kafein sambil mengerjakan tugas.

Letak Masagi sendiri cukup tersembunyi. Lo nggak bakal menemukan plang nama atau petunjuk apapun, hanya ada papan kardus bertuliskan “Tempat Parkir untuk Masagi Koffee”. Itupun hanya untuk motor, karena lahan untuk parkiran mobil sangat terbatas. Kalau lo udah melihat kedai terbuka dengan tampilan industrialis dan kusen jendela berwarna merah, berarti lo berhasil menemukannya!

 

Tampilan luar Masagi Koffee yang mengundang setiap orang untuk mampir

Masagi Koffee buka dari jam 7 pagi sampai 10 malam. Ketika lo masuk, lo akan disambut dengan barista ramah yang menawarkan menu beragam. Arif, salah satu barista Masagi, merekomendasikan Magic Latte dengan rasa dan aroma kopi yang kuat, atau cappuccino kalau lo nggak suka kopi yang terlalu pahit. Ada juga varian minuman non-kopi yang bisa lo nikmati, seperti Choco Coldbrew, Fresh Lemon, Fresh Orange, dan es krim dengan rasa-rasa unik. Cocok banget kalau udara Bandung lagi panas, Urbaners.

Untuk menemaninya, kafe ini juga menyediakan pilihan kudapan yang tergolong lengkap. Ada semacam bakery mini yang amat menggoda, mulai dari Pineapple Pie, Cheesecake, Croissant, sampai Quiche juga tersedia. Untuk saat ini, Masagi belum menawarkan menu makanan berat, karena memang kebanyakan orang yang datang biasanya untuk nongkrong.

Masagi Koffee punya halaman yang amat luas dan rimbun, bikin lo betah nongkrong seharian

Setelah memesan, lo bisa memilih tempat duduk di halaman Masagi Koffee yang amat luas. Walaupun kedainya terlihat kecil dari luar, area outdoor-nya cukup untuk menampung sampai dengan 70 orang, Urbaners! Bahkan, ada juga beberapa pengunjung yang memilih untuk duduk lesehan dan piknik di atas rumput. Suasana asri kayak gini bener-bener jarang bisa lo temukan di kota-kota besar.

Sejauh mata memandang, yang terlihat adalah rimbunnya pepohonan hijau dan sayup-sayup playlist lagu ala Bossa Nova. Jangan khawatir kalau lo dateng di jam 11-1 siang. Tempat ini nggak terasa panas karena banyak angin dan tertutup oleh pohon yang mengelilingi tempatnya. Selain itu, lo juga bisa menikmati Wi-Fi dengan kecepatan tinggi. Nggak heran, Masagi Koffee selalu rame didatangi pengunjung yang ingin ngopi dan ngobrol sambil bersantai menikmati suasana Bandung.

 

Rasa Kopi yang Pas dan Kudapan Nikmat

Masagi Koffee punya racikan cappuccino yang pas dan seimbang. Asam dan pahit dari kopi bercampur lembut dengan foam serta creamy-nya susu segar. Sebagai kudapan, Mushroom Quiche dari Masagi juga terasa nikmat, karena lo bisa mencicipi cita rasa jamur dan keju yang lumer di mulut. Pie crust-nya juga garing di luar dan lembut di dalam.

 

Cappuccino dan Mushroom Quiche menjadi kombo teman nongkrong yang nikmat

“Gue paling seneng nongkrong di sini sama temen-temen kampus, soalnya emang tempatnya asyik buat ngobrol, baca buku, atau ngerjain tugas. Beda lah sama kafe-kafe lain yang cuma menang dekorasi, tapi rasa kopi dan makanannya nggak memuaskan,” kata Rio, mahasiswa arsitektur Universitas Parahyangan yang menjadi pengunjung setia Masagi sejak tahun lalu.

 

Menjadi Wadah Instalasi Arsitektur untuk Bandung Design Biennale 2019

Nggak cuma sekedar berdiri sebagai kedai kopi, Masagi Koffee juga berkontribusi untuk menjadi wadah instalasi arsitektur untuk Bandung Design Biennale 2019. Ketika lo datang, mungkin lo akan melihat instalasi ruang yang dibuat oleh Arsitektur Hijau (Arjau) dari Program Studi Arsitektur Unpar dan Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara (Yahintara). Bentuknya berupa instalasi vernakular nusantara yang berbentuk seperti kubah terbuka.

Instalasi vernakular nusantara untuk Bandung Biennale Design 2019

Selain itu, terdapat juga tonggak-tonggak instalasi yang menjelaskan bagaimana urbanisasi berlebihan menyebabkan masalah, di mana masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan papan yang layak dan sehat. Pameran ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat bahwa mereka dapat berkontribusi mewujudkan rumah sehat dan layak-huni bagi mereka yang membutuhkannya. Berlangsung hingga tanggal 1 November 2019, instalasi unik ini diharapkan bisa menggalang dukungan donasi untuk membangun Rumah Sehat bagi masyarakat kurang mampu dan penderita TBC.

Selain menjadi ruang instalasi bagi gerakan sosial, Masagi Koffee juga sering dijadikan venue untuk acara-acara spesial, seperti pemotretan, pesta ulang tahun, dan bachelorette party. Kapan lagi lo bisa merayakan acara spesial dengan background rimbunnya suasana Bandung, Urbaners? Untuk informasi lebih lengkapnya, cus langsung hubungi kontak Masagi Koffee di Instagram @masagikoffee!

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.