• News
  • Stage Bus Jazz Tour 2019 Ditutup di Bekasi

Stage Bus Jazz Tour 2019 Ditutup di Bekasi

Tue, 08 October 2019
Stage Bus Jazz Tour 2019 Ditutup di Bekasi

17 kota, ribuan kilometer dan ratusan musisi telah memeriahkan rangkaian Stage Bus Jazz Tour 2019, Urbaners. Dan hari Minggu kemarin, 06 Oktober 2019 bus MLDSPOT belabuh di kota yang menjadi titik terakhir; Bekasi. Sebagai closing concert, malam itu Bass G, Lalahuta, MLDJAZZPROJECT dan bintang tamu utama Isyana Sarasvati berhasil menutup gelaran tur dengan sempurna. Seperti apa highlight-nya? Check this out, Urbaners!

 

Lagi-lagi, Bass G Bikin ‘Pecah’ Stage Bus Jazz Tour 2019

Geraldo Bhaskara, frontman Bass G bermain epic di SBJT 2019 - Bekasi

Bukan tanpa alasan unit jazz multi talenta ini selalu bermain di awal acara. Bisa dibilang, mereka sudah ahli buat meriuhkan suasana dan menarik perhatian pengunjung. Sejak tiupan sax pertama dari Bass G, suara tepuk tangan dilemparkan para penonton yang sudah merapat di bean bag. Energi yang diberikan para penonton akhirnya menjadi asupan tenaga bagi Bass G buat tampil maksimal, lebih dari biasanya.

“Kita nggak ada vokal, ya. Tapi sekarang kita mau rilis single. Judulnya “Free”. Let’s sing!” ujar Geraldo Bhaskara, frontman Bass G. Bernuansa jazz dengan sedikit campuran pop dan R&B, lagu “Free” adalah single ‘gawat’ yang bisa dengan mudah membius telinga lo, Urbaners. Liriknya pun catch dan super easy listening. Rencananya, single perdana mereka dengan vokal dan lirik ini akan dirilis pada 16 Oktober 2019 besok di berbagai platform musik digital.

 

Kian Terkenal, MLDJAZZPROJECT Season 4 Sudah Punya Fans di Bekasi

MLDJAZZPROJECT S4 menjadi satu penampilan yang paling ditunggu di SBJT 2019 - Bekasi

Bulan Mei lalu, MLDJAZZPROJECT Season 4 baru saja terbentuk dari ajang pencarian bakat MLDare2PERFORM Season 4. Selang beberapa bulan, sekarang mereka sudah memiliki penggemarnya di tiap kota, terutama Bekasi, Urbaners. Pada malam itu, Puspa (vocal) mengajak para fans yang sudah menunggu sejak sore buat naik ke atas panggung. Satu persatu, mereka dikenalkan langsung dengan seluruh personil dan turun dengan membawa ‘buah tangan’ CD album perdana MLDJAZZPROJECT Season 4 yang baru saja dirilis. Penasaran sama album mereka? Dengerin langsung di platform musik digital lo, Urbaners!

 

Lalahuta yang Mencuri Hati Pengunjung

Quincy Jordan, vokalis Lalahuta, turun panggung dan membaur bersama penonton

Grup musik Pop Lalahuta berhasil memanaskan konser penutup Stage Bus Jazz Tour 2019 di Bekasi dengan epic, Urbaners! Ratusan penonton berteriak dan bernyanyi bersama sepanjang total 8 lagu yang mereka bawakan. Pada malam itu, Lalahuta menyanyikan beberapa lagu cover seperti "Kamu" dari Coboy Junior, "Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta" dari HiVi, "Adu Rayu" dari Glenn Fredly dan "Teman Bahagia" milik Jaz.

Malam itu penonton juga dikejutkan dengan single terbaru dari Lalahuta berjudul "Buat Apa Mencoba". Lagu tersebut rencananya akan dirilis dalam waktu dekat. "Lagu ini baru beberapa kali kita bawain. Jadi buat kalian semua yang ada di Stage Bus Jazz Tour malam ini harus bangga karena bisa denger duluan," ucap Quincy Jordan,  vokalis Lalahuta. Who’s excited?!

 

Aksi Spektakuler dari Isyana Sarasvati

Isyana Sarasvati menutup SBJT 2019 dengan sempurna

"Lebih kencang, aku yakin suara kalian bisa lebih kencang!" teriak Isyana Sarasvati dari atas panggung Stage Bus Jazz Tour 2019 di Summarecon Mall Bekasi. Malam itu, penyanyi asal Bandung tersebut ditugaskan buat menutup rangkaian tur SBJT ke-17 kota dengan aksi yang mengesankan. Buat seorang Isyana, tentu hal itu bukan hal yang berat, Urbaners. Bahkan sejak membawakan lagu pertama "Kau Adalah", penyanyi multi talenta itu sudah memompa semangat ratusan penonton buat bernyanyi bersama. Keseruan apa yang ditampilkan Isyana malam itu? Simak dalam artikel lengkapnya di sini!

 

Semua cerita di 17 kota ini berangkat dengan satu misi: everyone deserve to #TASTETHEMUSIC. Stage Bus Jazz Tour 2019 akhirnya resmi berakhir. Banyak kesan, tawa, canda dan momen yang tak terlupakan dan sulit buat ditulis satu-satu. At the end, terima kasih buat lo semua yang udah berpartisipasi dan turut memeriahkan Stage Bus Jazz Tour 2019. See you next year, Urbaners!

 

Pemuda Sinarmas: 15 Menit Pertama Masa Krusial untuk Silent Koplo

Thu, 05 March 2020
Pemuda Sinarmas sedang berada dibelakang DJ booth MLDSPOT Art & Sound Experience

Selama tiga hari pagelaran Jakarta International Java Jazz Festival 2020, ada satu tempat yang menyajikan penampilan paling berbeda. Lokasi yang terletak di sisi luar ini bernama MLDSPOT Art and Sound Experience. Sebuah tempat yang menawarkan pengalaman baru menikmati musik dengan “diam-diam” di saat panggung satu dan yang lainnya bersaut-sautan dengan dentuman musik bervolume keras.

Player yang menyajikan musik Silent Koplo ini adalah Pemuda Sinarmas. Ia mengaku baru pertama kali melakukan penampilan dengan cara Silent Koplo. Untungnya Ajis, begitu ia akrab disapa, mendapatkan tempat bermain yang mendukung dan membangun mood pengunjung jadi lebih nyaman menikmat musik Silent Koplo.

Namun environment lokasi Art and Sound ini akan menjadi sia-sia bila Ajis gagal menyajikan playlist yang kurang asik. “Vibenya pas di booth ini orang datang dan pergi, gua harus ngatur playlist, datang pertama vibenya harus koplo santai dulu,kata Ajis saat ditemui usai penampilannya di hari ketiga.

Bagi Ajis tantangan main untuk Silent Koplo adalah harus menyiasati playlist dengan tepat agar orang tetap stay dengan headset-nya. “Kuncinya gua buat nyaman diri gua sendiri dengan playlist, ngebangun mood pelan-pelan. Sejam sih cukup. Yang krusial itu 15 menit pertama, ketika mainin 2-3 lagu, dan lagu pertama itu paling krusial. Untungnya gua ga main sm DJ lain, jadi ga perlu perhatiin dia bawain lagu apa, ini bisa ngebangun mood gua sendiri. Gimmick awal gua tetap sajikan musik yang punya kultur jazz, ini tantangan baru buat gua dan bisa berhasil 90%,ujar Ajis.

Pengunjung Java Jazz Festival 2020 menggunakan headphone di booth MLDSPOT Art & Sound Experience

Selain itu, hal yang terpenting adalah ia harus merespon flow audience yang datang, “karena di Java Jazz Festival gua harus buat mereka nyaman dengan musik-musik yang punya kultur Jazz juga, untungnya gua punya databased kaset Beatles yang dangdut, dari tahun sekitar 80-an. Kalau langsung bpm (tempo musik ) tinggi mereka pasti langsung kabur, beat santai yang punya alunan saksofon dan dentuman kendang itu bisa bikin pengunjung stay, setelah itu baru gua naikin bpm dengan playlist yang funky sesuai booth ini,” kata Ajis yang pernah datang ke acara Silent Disco.

 

BUKAN DJ IDEALIS

Belakangan koplo memang menjadi musik yang paling diminati untuk pengalaman seru-seruan bersama teman bernyanyi dan berjoget bersama. Namun Ajis punya pandangan lain.

“Koplo ini hanya tren aja, gua dulu mainin disko ketika itu gua masukin funky kota dan koplo, lalu saat ini boom koplo. Tantangannya bagaimana kita terus memutarkan roda tren itu. Gua menyadari bahwa bermain musik di elektronik sebisa mungkin bisa disesuaikan dengan tren,”

Sebelum bermain koplo dan disko, dahulu Ajis memulai karier Pemuda Sinarmas dengan memainkan lagu-lagu reggae sampai akhirnya ia kesulitan mencari kasetnya.

Ga selamanya kuping orang kuat dengan musik koplo, bakal jengah pasti.

Gua menyadari bukan DJ yang idealis, gua masukin beragam genre malah di performance gua, tujuannya untuk kasih tau kalau musik Indonesia itu tuh banyak banget. Gua nggak mau terpaku dengan satu genre dan satu identitas kalau Ajis itu DJ anu. Kadang gua mainin etnik juga, lagu Sunda, Banyuwangi, sampai Sumatera. Biar ga stuck dan bisa berkembang,” ujar Ajis.

4 orang pemuda menggunakan headphone di MLDSPOT Art & Sound Experience

Dalam kesempatan yang sama, Ajis meramalkan nantinya orang-orang pasca kelelahan telinganya dengan musik koplo akan balik ke genre house dan RNB, “RNB ga bakal mati. Disko selalu ada dan stabil. Kalau kople belum tentu, waktu gua main di Surabaya gua dilarang mainin koplo. Karena koplo itu udah kulturnya di sana dan mungkin mereka bosen. Tapi sekarang sedang jadi tren di ibu kota,” tutup Ajis.