• News
  • Tips and Tricks for Going to Java Jazz Festival 2017

Tips and Tricks for Going to Java Jazz Festival 2017

Thu, 26 October 2017

Tidak terasa Java Jazz Festival tahun ini akan menjadi diselenggarakan untuk ke tiga belas kali nya. Untuk menyambut salah satu festival musik jazz terbesar di dunia, berikut ada beberapa tips dan tricks agar kamu bisa menikmati festival ini secara maksimal.

  • Hindari membawa tas berukuran besar
    Membawa tas berukuran besar tidak hanya akan mengurangi mobilitas kamu, namun juga akan mengganggu penonton disekitar mu. Maka disarankan untuk menggunakan backpack atau tas pinggang, dan juga dianjurkan untuk hanya membawa barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.

 

  • Persiapkan portable phone charger atau powerbank
    Seperti layaknya di festival-festival lain, kamu mungkin akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan sinyal untuk smartphone  atau kamu akan sibuk menggunakan kamera di smartphone, dan hal tersebut akan mengakibatkan baterai smartphone mu cepat habis. Untuk itu, persiapkan dan bawalah portable phone charger atau powerbank. Jika kamu berencana untuk datang selama tiga hari berturut-turut, pastikan kamu mengisi daya powerbank mu sebelum pergi.

 

  • Screenshot atau foto jadwal penampilan
    Dengan ratusan artis yang akan tampil dalam waktu tiga hari, kamu tidak mungkin bisa mengingat semua jadwal penampilan. Ada cara mudah menghindari kesulitan saat mencari jadwal penampilan yang dapat mengakibatkan kamu melewatkan penampilan artis favorit mu. Cukup screenshot halaman schedule di javajazzfestival.com dengan smartphone, jadi kamu tinggal membuka galeri di smartphone mu untuk melihat jadwal penampilan artis favorit mu.

 

  • Hindari membawa mobil terlalu banyak
    Dari tahun ke tahun, Java Jazz Festival sudah pasti dikunjungi ribuan orang setiap hari nya, dan banyak orang mengalami kesulitan mencari parkir untuk mobil. Agar kamu tidak perlu menghabiskan waktu banyak saat mencari parkir, gunakan jasa taxi atau taxi online. Kamu juga bisa pergi bersama teman-teman menggunakan satu mobil.

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.