• News
  • Urban Car Culture: Bukan Sekedar Tentang Modifikasi

Urban Car Culture: Bukan Sekedar Tentang Modifikasi

Tue, 31 December 2020
Produk-produk dari ISC Coilovers

Skena mobil modifikasi atau balap kini makin merajalela. Nggak hanya di kota besar, tetapi juga di pelosok tanah air. Setiap car enthusiast memiliki caranya sendiri untuk menyalurkan hobinya tersebut. Nah, pada episode 7 MLDSPOT TV Season 5 kali ini, membahas hal seputar mobil nih, Urbaners. Dengan tema besar "Urban Car Culture", kali ini MLDSPOT mengupas seluk beluk per-mobil-an. Eits, bukan hanya tentang modfikasi, tetapi juga sosok yang mendukung skena tersebut. Episode ini akan mengulas mulai dari suspensi lokal yang berkualitas, professional drifter sampai kolektif yang kerap mengadakan movement.

ISC Coilovers: Suspensi Lokal Kualitas Internasional

Beberapa jenis produk suspensi milik ISC Coilovers

Semakin ceper, semakin keren. Istilah ini mungkin yang sering digunakan oleh anak-anak club mobil custom. Nah, hal tersebut juga harus didukung dengan spare parts yang mumpuni. Nggak perlu impor dari Jepang atau Eropa, sekarang ada brand suspensi lokal yang keren banget, Urbaners. ISC Coilovers yang menawarkan rangkaian produk suspensi seperti kit suspensi dan komponen suspense. ISC Coilovers juga memiliki pilihan aksesori roda. Salah satu keunggulan yang ditawarkan ISC Coilovers dan kemungkinan besar nggak akan lo temui di brand sejenisnya adalah 32 opsi adjustment ISC Coilovers. Lebih tepatnya, ISC Coilovers dilengkapi dengan 32 setelan keras lembut di depan dan belakang. Diproduksi dengan Control Damp Valve yang presisi, ISC Coilovers pun bisa berfungsi dengan sempurna di segala permukaan jalanan. Nggak heran, brand ini juga dihunakan untuk balapan sampai drifting.

Evan Pratama: A car is like an extension of your personality

 Evan Pratama sedang menggunakan handphone dengan baju serba hitam

Kalau lo berkecimpung di dunia per-mobil-an pasti kenal sosok pembalap satu ini. Evan Pratama, salah satu professional drifter Indonesia yang memiliki pribadi ceria dan seru. Meskipun kini ia sedang vacuum dari dunia balap, tetapi ia tetap eksis kalau soal mobil. Evan kini disibuki dengan

usahanya, dan juga aktif membuat konten-konten reguler di Youtube melalui channel "Evans School of Motoring". Evan mengungkapkan bahwa baginya mobil bisa menunjukkan siapa dan seperti apa pemiliknya. Hal itu misalnya bisa dilihat dari bagaimana lo memodifikasi atau bermain-main dengan mobil lo.

Goodrides: Dimana para Car enthusiast Berkumpul

Para pendiri Goodrides sedang mengobrol ditengah-tengah mobil

Good times, good friends, good rides.” itulah tagline dari salah satu kolektif para car enthusiast bernama Goodrides. Meskipun mereka tidak bisa dibilang komunitas, tetapi Goodrides memiliki movement yang bermanfaat untuk para pecinta mobil. Salah satunya adalah konten video di Youtube yang membahas tidak hanya seputar spesifikasi mobil tetapi lebih luas lagi yakni hubungan personal mobil dan pemiliknya. Goodrides juga kerap membuat project yang mengumpulkan para car enthusiast. Beberapa di antaranya adalah “Speed Matsuri”, “Hot Lap Challenge”, serta “Cars & Coffee”.

Maki-San Indonesia, Sensasi DIY Sushi dan Salad Sesuai Selera

Tuesday, January 21, 2020 - 14:30
Maki-San

Buat lo penggemar sushi sejati yang menyukai sushi dengan sensasi fusion, Maki-San Jakarta adalah pilihan tepat buat lo. Bila selama ini hanya bisa memilih sushi dari buku menu, di gerai sushi yang berlokasi di Plaza Indonesia ini, lo bisa meracik komposisi sushi lo sendiri, Urbaners!

Ada kira-kira 100 pilihan topping yang bisa lo pilih untuk menjadi isian sushi. Bahkan, lo bisa menentukan mau pakai nasi biasa atau nasi merah. Kalau lo nggak suka isian belut, tinggal memilih salmon, atau malah memperbanyak sayur seperti tomat dan mentimun. Seru? Banget! Nggak cuma sushi, Maki-san juga menawarkan DIY salad sesuai selera lo. Simak ulasan selengkapnya di sini, yuk!

Sesuaikan Cita Rasa dengan Lidah Orang Indonesia

maki san

Walaupun baru dibuka akhir tahun 2019, gerai Maki-san selalu ramai oleh pengunjung. Lokasi yang strategis di pusat kota dan konsep unik DIY-nya membuat Maki-san cepat mendapat tempat di hati para penggemar sushi di Jakarta. Apalagi, nama Maki-san sendiri sudah meroket di negara asalnya, Singapura.

“Maki-San hadir dengan pilihan komposisi dan topping yang menyesuaikan lidah orang Indonesia. Karena itu, rasa Maki-San di Jakarta pasti berbeda dibanding dengan di Singapura,” jelas Dwi, salah satu staf di Maki-San Jakarta. Nggak heran, lo bahkan bisa menemukan topping daging rendang sampai saus gado-gado dan sambal hijau dalam pilihan menunya, Urbaners.

Bukan cuma dari segi topping, sisi fusion sushi Maki-San juga ditampilkan lewat pengolahannya yang unik. Lo bisa menikmati sushi dengan cara konvensional alias dimakan langsung, atau lo juga bisa meminta sushi goreng! Sushi yang digoreng ternyata memberikan cita rasa spesial yang lebih crunchy. Minyak penggorengan juga nggak akan membuat sushi jadi melempem, karena teknik penirisan mereka membuat sushi lo tetap terasa enak tanpa berminyak.

Tentang Konsep DIY

Ketika mendengar konsep DIY sushi di Maki-san, mungkin lo berpikir kalau pengunjung bisa memilih dan membuat sushi sendiri. Nggak hanya lo kok yang berpikir begitu! Tapi, pada faktanya, peran pembeli lebih kepada si pemberi konsep, sedangkan yang mengeksekusi tetap koki profesional di Maki-San, Urbaners.

Begitu masuk di gerai Maki-San, lo bakal dipandu ke mesin otomatis untuk memilih jenis sushi yang mau dipesan. Mulai dari ukuran, jenis nasi, isi sushi, taburan di atas sushi, dan saus yang digunakan. Walaupun konsepnya DIY, tetap ada rekomendasi untuk memadukan bahan-bahan topping.

“Kalau topping-nya terlalu banyak juga akan susah menggulungnya,” jelas Dwi. Selain soal estetika, kombinasi bahan juga berpengaruh terhadap rasa. “Kalau memilih terlalu banyak protein juga nggak enak. Sushi akan lebih cocok dinikmati kalau kombinasi bahan-bahannya pas. Sayurnya ada, proteinnya ada,” tambah Dwi lagi.

Untuk minumannya sendiri, tersedia berbagai varian, namun biasanya teman sushi terbaik tentu adalah ocha yang dinikmati sesuai selera—mau panas atau dingin. Ocha di Maki-San bisa diisi

ulang sepuas hati. Rasa segar dan sentuhan pahit ocha menyeimbangkan sajian sushi yang lo nikmati. Sebagai penambah kenikmatan, lo akan disajikan saus pendamping dan wasabi. Kemudian, ada acar jahe untuk menggugah nafsu makan sekaligus menetralisir makanan yang sudah lo makan.

Digemari Anak Muda

Kreasi salad dan sushi yang Instagrammable di gerai Maki-san

Berdiri sejak tahun 2012, sejauh ini Maki-San sudah membuka total 20 gerai di Singapura. Jakarta dipilih sebagai negara pertama untuk berekspansi karena dinilai memiliki kedekatan dari segi lifestyle dan lokasi dengan negara bermaskot singa tersebut. Di Singapura, Maki-San cukup digemari anak muda lokal dan ternyata sering menjadi buruan wisatawan generasi Z Indonesia.

Sejauh ini, Maki-San di Indonesia menjadi salah satu alternatif tempat makan dan hangout yang cukup instagrammable. Warna-warna pastel mendominasi gerai sushi Maki-San di level basement Plaza Indonesia. Walaupun areanya nggak terlalu luas, konsep open space memberikan ruang terbuka yang nyaman buat pengunjung untuk berlama-lama di Maki-San.

Atmosfer Maki-San yang nyaman, dengan poster sushi besar di beberapa sudutnya bakalan cocok untuk mengisi feed Instagram. Itu baru soal tempat, belum lagi sajian sushinya yang menarik, gempal, digulung penuh, dan disimpan di dalam kotak dengan motif menyerupai batik. Tentunya bakal menjadi sasaran empuk anak muda untuk difoto!

Sebagai pelopor gerai sushi DIY di Indonesia, Maki-San nggak hanya memberikan pengalaman menikmati makanan khas Jepang ini dengan sentuhan yang lebih personal, tetapi juga konsep fusion yang membuatnya mudah diterima oleh semua orang. Di waktu dekat, Maki-San Indonesia rencananya akan membuka gerai baru di Jakarta dengan konsep fast order dan akan bekerja sama dengan aplikasi pengantaran makanan online. Masih penasaran dengan Maki-San? Langsung aja follow akun Instagram mereka di @makisanid!