• News
  • Urban Sneaker Society (USS) 2019: Menghancurkan Barrier Brand Lokal & Internasional

Urban Sneaker Society (USS) 2019: Menghancurkan Barrier Brand Lokal & Internasional

Wed, 23 October 2019
Urban Sneaker Society (USS) 2019

Calling out all sneakerhead! Perayaan sneaker terbesar di Indonesia sebentar lagi akan hadir kembali, Urbaners! Yap, Urban Sneaker Society (USS) 2019 akan diselenggarakan pada 8, 9, 10 November 2019. Acara yang akan dihadiri 150 sneaker & streetwear brand dari Indonesia dan mancanegara ini  beberapa saat lalu mereka mengadakan Press Conference yang menandakan bahwa pagelaran ini semakin dekat. Tidak hanya menghadirkan para pendiri USS, tetapi ada pula Mr. Nicoyoshi selaku CEO Atmos. Mereka memberikan hint keseruan apa saja yang akan ada di USS 2019 nanti. Mau tau lebih lengkapnya? Check this out!

USS 2019 = Social Gathering Para Sneakerhead

Sayed Muhammad selaku CEO USS Networks sedang menjelaskan apa itu Urban Sneaker Society

Kalau lo berpikir event ini hanya sekedar jual beli sneakers, lo salah besar, Urbaners! Karena acara ini bisa dibilang sebuah platform para sneakerhead dan brand untuk berekspresi dan berkolaborasi. Itulah yang dikatakan oleh Sayed Muhammad selaku CEO USS Networks. Ia juga menambahkan bahwa USS ini merupakan sebuah community gathering, karena tidak hanya akan ada interaksi antar customer dengan brand. Tetapi juga interaksi brand dan brand. Selain itu pada kesempatan kali ini USS 2019 juga akan merilis kolaborasi eksklusif dengan berbagai streetwear brand yang cukup dikenal di skena streetwear dunia antara lain Public Culture, FR2 (Fxxcking Rabbit), Atmos dan juga Round Two by Sean Wotherspoon. Serta banyak rilisan brand ternama eksklusif di USS seperti Sepatu Compass, Untold, Rafheoo Footwear hingga G-Shock.

 

Movement "Brand Is A Brand"

Meskipun tidak ada tema untuk tahun ini, namun  USS 2019 sangat berbeda dengan yang sebelumnya, karena kini mereka membawa sebuah movement yakni "Brand Is A Brand". Melihat karena masih ada barrier antara produk lokal dan internasional, Nah, USS 2019 ini ingin menghancurkan "tembok pemisah" tersebut. Menurut CMO USS Networks yakni Jeffry Jouw, banyak produk lokal yang memiliki kualitas yang tidak kalah dengan brand Internasional, hanya saja pandangan orang-orang terkadang masih 'sebelah mata'. Nantinya di USS 2019, produk lokal dan internasional akan  disandingkan menjadi satu, bahkan mungkin lo akan sulit membedakannya, Urbaners. Kini, bukan lagi soal gengsi-gengsian karena nama brand tersebut, karena jika lo sneakerhead sesungguhnya, lo akan melihat value yang lain ketimbang eksistensinya.

Sesi pertanyaan wartawan di press conference USS 2019

360 Experience

Nggak melulu tentang sneakers. USS 2019 seperti sebuah festival yang menawarkan pengalaman 360. Bagaimana tidak, akan banyak banget activity yang bisa lo ikuti, Urbaners. Seperti Basketball court by DBL, Skatepark by Converse, Trading Sneakers, Vintage Thrifting sampai penampilan musisi-musisi Hip-Hop & RnB seperti Dipha Barus, Ramengvrl, Laze, Iwa K, Neo, Sweet Martabak, Tuan Tigabelas dan masih banyak lagi. Pada acara ini lo juga akan mendapatkan insight yang menarik tentang fashion streetwear internasional dengan pembicara-pembicara yang akan membuat lo 'hands-down' seperti Sean Wotherspoon dari FR2, Timothy Sabajo dari Patta, Mr Sabotage, Junichi Izumi dari G-Shock Japan sampai Hirofumi Kojima dari Atmos.

 

Brace Yourself, Atmos Indonesia Is Coming!

Nicoyoshi selaku CEO Atmos menginformasikan tentang Atmos yang akan buka pertama kali di Indonesia

Beberapa saat lalu Instastory dipenuhi oleh konten yang repost foto @AtmosIndonesia. Yap, the wait is over, toko retail sneakers terfavorit di Jepang ini akan hadir di Indonesia dalam waktu dekat. Fakta ini diperkuat dengan pengakuan Nicoyoshi yang merupakan CEO dari Atmos. Pada Press Conference USS 2019 ia mengungkapkan bahwa Atmos Indonesia akan hadir di Plaza Indonesia dengan konsep yang masih dirahasiakan. Namun untuk menyambut kedatangannya, Atmos juga akan meramaikan USS 2019 nanti, Urbaners. Dan yang lebih spesial lagi, Atmos akan menjajakan very limited sneakers yakni sepatu Nike x Atmos yang berbeda setiap harinya.

 

Jadi nggak sabar kan, Urbaners? Nah, kosongkan jadwal lo pada 8, 9, 10 November 2020, dan pastinya, siapkan wishlist sneakers lo dan hunting di sana!

Melihat Lebih Luas Dunia Menyelam yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Wednesday, February 12, 2020 - 13:44
Dua penyelam sedang sweeping di bawah laut untuk mengumpulkan sampah

Tidak ada yang menandingi keindahan bawah laut Indonesia. Setuju nggak, Urbaners? Namun salah satu objek wisata utama tersebut juga mengundang efek negatif, yakni sampah. Tidak hanya di tepi pantai, tetapi juga dasar laut. Melihat kondisi tersebut, para divers di Indonesia tidak tinggal diam. Seperti Divers Clean Action yang kerap sweeping kebersihan bawah laut Indonesia. Inilah salah satu yang digali lebih dalam di MLDSPOT TV Season 5 Episode 13. Dengan tema "Beyond Diving". Lo akan menemukan banyak fakta dibalik olahraga selam tersebut. Ssst.. ada juga ulasan tentang mermaid cantik yang menekuni dunia freediving, lho!

 

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Divers Clean Action: Solusi Para Penyelam Akan Sampah Laut

Sampah merupakan salah satu masalah utama di Indonesia. Nggak hanya di darat, tetapi juga dasar laut. Menanggapi hal ini, para divers tidak mau berdiam diri. Seperti aksi nyata Divers Clean Action, sebuah LSM dan komunitas anak muda yang berfokus pada masalah sampah laut. Kepedulian mereka terhadap laut membuat diving nggak terbatas pada kegiatan hiburan dan olahraga saja.

Secara aktif, mereka mengajak warga lokal pesisir beserta masyarakat umum untuk memerangi sampah lautan. Kegiatan pembersihan rutin yang dilakukan juga tidak hanya satu tempat, Urbaners, Divers Clean Action juga menyeleksi 70 volunteers per tahunnya dengan memberikan dana untuk mengembangkan program pembersihan laut di daerah masing-masing. Organisasi satu ini juga rajin 'bersuara' diberbagai seminar, workshop & konferensi seperti Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2017, YSEALI Marine Debris Expedition 2018, dan Our Ocean Youth Leadership Summit 2018 untuk menyampaikan visi misi mereka ke masyarakat luas.

 

Nikita Fima: Freediving Mengajarkan untuk Melepaskan Yang Tidak Perlu

Nikita Fima menggunakan t-shirt merah mertuliskan "Freediving Society"

Mermaid doesn't exist! Sepertinya kalimat sudah tidak valid lagi. Karena Nikita Fima seorang freediver wanita Indonesia ini memiliki keseharian menjadi mermaid atau freediver. Wanita cantik satu ini tidak menyangka akan menghabiskan hidupnya under the sea. Sebelum fokus di freediving, Nikita sebenarnya sudah sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang lainnya, tetapi ia mengaku, dunia freedive membuat hidupnya lebih simpel dan menantang secara bersamaan. Nikita mengakui kalau bukan hanya kesehatannya saja, tapi cara pandang hidupnya juga ikut berubah karena pengajaran dan teknik pernapasan freediving. Nikita juga kerap mengikuti kompetisi seperti Indonesia Apnea Competition (IAC) dan Sabang International Freedive. Ajang IAC menjadi yang paling berkesan baginya, soalnya kenekatannya kala itu justru membuatnya menyabet gelar juara untuk 6 kategori. Dan sekarang, ia menekuni dunia tersebut dengan menjadi professional mermaid di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mall dan juga membuka Jakarta Mermaid School yang merupakan sekolah mermaid berlisensi pertama di Indonesia.