• Sport
  • Having Fun With Dodgeball

Having Fun With Dodgeball

Mon, 05 January 2015

Apa yang terpikir di benak lo saat mendengar kata dodgeball? Mungkin ada diantara urbaners yang mengira ini judul film terbaru, game atau olahraga. Buat yang menjawab ini adalah game atau olahraga, dua-duanya bisa dikatakan benar, karena dodgeball termasuk kedalam permainan dan bukan salah satu cabang olah raga, tapi kalau lihat cara bermainnya, permainan ini bisa juga buat salah satu alternatif olehraga yang menyenangkan.

Dodgeball adalah permainan bola yang dilakukan secara tim yang dimainkan dengan cara melemparkan bola yang terbuat dari karet kepada pihak lawan. Permainan ini dimainkan oleh 6 sampai 10 pemain dalam masing-masing tim. Inti permainan ini adalah lo melempar bola ke pemain lawan, kalau kena, lawan lo itu tereliminasi dan harus keluar dari permainan, tapi, kalau bola berhasil ditangkap, si pelempar bola yang harus keluar.

Cara menentukan pemenang dodgeball ada 3 macam, pertama adalah sistem eliminasi, dimana tim pertama yang berhasil mengeliminasi seluruh anggota tim lawan akan menjadi pemenang, kedua sistem waktu, tim yang masih punya jumlah pemain terbanyak adalah pemenangnya, dan ketiga memakai sistem skor, penghitungan nilai dilakukan pada akhir pertandingan dengan melihat jumlah pemain yang masih berada di dalam lapangan.

Walaupun bukan merupakan cabang olahraga, dodgeball bisa lo pilih sebagai alternatif kegiatan yang menyenangkan dengan teman-teman lo saat senggang atau weekend, karena selain fun, dodgeball pun bisa bikin berkeringat. Lo cukup mencari tempat seukuran lapangan voli lalu lo bagi dua untuk masing-masing tim, dan dalam permainan, setiap pemain dilarang untuk menyeberang ke daerah lawan. Lo boleh melakukan gerakan apapun buat menghindari lemparan bola lawan, selama gerakan itu tidak melampaui batas permainan.

Walau kelihatannya menyenangkan, ternyata dodgeball ini masih menimbulkan banyak kontroversi. Banyak sekolah di Amerika Serikat yang melarang permainan ini karena dapat memicu timbulnya intimidasi dan kekerasan. Walau begitu, sekarang sudah bermunculan organisasi-organisasi dodgeball, bahkan sudah ada organisasi internasionalnya, World Dodgeball Federation (WDBF). If you want to play this game, remember that it’s all about having fun and friendship.

 

 

The History
Walaupun sejarah aslinya tidak banyak diketahui, ada yang bilang kalau permainan ini sudah ada sejak jaman perang dunia kedua. Awalnya ada seorang prajurit yang melempar karet keras ke tawanannya, karena dianggap menyenangkan dia mengulangi hal itu ke orang lain, dan akhirnya saling balas-balasan dan lahirlah permainan ini.

The Movie
Karena ketenarannya, dodgeball sudah diangkat menjadi sebuah film pada tahun 2004 yang dibintangi oleh Ben Stiller. Film ini dibuat sekuelnya pada tahun 2014 ini, tetapi masih belum diumumkan kapan akan dirilis di bioskop.

The Game
Game dodgeball juga sudah ada versi maya-nya, game ini tersedia dalam versi game PC dan online game. Di game ini lo bisa berperan sebagai pemain dodgeball cukup dengan menggerakkan mouse lo.

Bangganya Greysia Polii dan Apriyani Memenangkan Indonesia Masters

Friday, January 31, 2020 - 11:16
Greysia Polii dan Apriyani berfoto bersama setelah peroleh kemenangan di Indonesia Masters

Pasangan ganda putri bulu tangkis unggulan Indonesia Greysia Polii dan Apriyani baru saja meraih kemenangan di pertandingan Indonesia Masters pada 19 Januari 2020 lalu. Mereka berdua kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional setelah berhasil membawa kemenangan di salah satu ajang bulu tangkis yang bergengsi tersebut.

 

Greysia Polii dan Apriyani Berhasil Jadi Juara Indonesia Masters 2020

Greysia Polii dan Apriyani merayakan kemenangan di lapangan Indonesia Masters

Greysia Polii dan Apriyani memang menjadi salah satu pasangan ganda putri unggulan Indonesia dan di awal tahun ini mereka telah mempersembahkan kemenangan di ajang Indonesia Masters 2020. Mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan ganda putri asal Denmark di partai final, Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen.

Saat di final rupanya pasangan Greysia Polii dan Apriyani tidak bisa menang mudah karena mendapatkan perlawanan sengit dari pasangan Denmark tersebut. Selama kurang lebih 80 menit pasangan asal Indonesia tersebut harus berjuang sekuat tenaga menghadapi lawannya. Mereka baru bisa menang dengan permainan 3 set dengan score 18-21, 21-11 dan 23-21.

 

Greysia Polii dan Apriyani Sangat Terharu Akhirnya Bisa Menang di Istora Senayan

Kemenangan pasangan Greysia Polii dan Apriyani rupanya membuat pasangan tersebut merasa sangat terharu. Pasangan tersebut baru pertama kali memenangkan kejuaraan yang digelar di Istora Senayan. Meskipun sudah sangat sering berlaga di tempat tersebut, ternyata pasangan ganda putri unggulan Indonesia itu belum pernah menang.

Jadi, setelah pertandingan selesai pantas saja Greysia Polii dan Apriyani menunjukkan wajah yang sangat terharu dan nggak bisa menahan tangisnya. Selain itu, dukungan para penonton yang datang ke Istora Senayan ternyata juga membuat mereka berdua merasa lebih semangat sehingga bisa terus berjuang dan berhasil menjadi juara.

“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah jauh-jauh untuk datang dan mengantre tiket. Saya sudah lama banget main di Istora dan baru kali ini bisa jadi juara,” ucap Greysia Polii kepada CNNIndonesia.com.

 

Pasangan Greysia Polii dan Apriyani Sempat terpuruk di Tahun 2019

Gresya tersenyum pada Apriyani setelah meraih poin

Kemenangan di Indonesia Masters 2019 ini juga menjadi hal yang spesial bagi pasangan ganda putri Indonesia itu. Hal itu disebabkan Greysia Polii dan Apriyani sempat terpuruk di tahun 2019 dan jarang mendapatkan kemenangan. Di tahun lalu mereka hanya berhasil meraih gelar juara di India Open saja.

“Tahun lalu kami terpuruk banget. Kami berusaha bagaimana caranya bisa keluar dari masalah, bagaimana caranya kami mau jadi juara dan mau maju. Di tahun 2019 kami terpukul dan alhamdulillah sekarang jadi tuan rumah karena di Indonesia kami bisa menunjukkan performa terbaik,” cerita Apriyani.

Meskipun telah berhasil menjadi juara tapi mereka nggak mau terlena dan terus merayakan kemenangannya. Greysia Polii dan Apriyani ingin tetap fokus karena tujuan utamanya adalah Olimpiade 2020.

Apakah lo kemarin sempet nonton pertandingan Greysia Polii dan Apriyani di kejuaraan Indonesia Masters, Urbaners?

 

 

Sources: cnnindonesia.com, kompas.com, provoke-online.com