• Sport
  • Alasan Kenapa Lo Harus Ngikutin Australia Open 2016

Alasan Kenapa Lo Harus Ngikutin Australia Open 2016

Wed, 20 January 2016

Tennis memang dianggap sebagai olahraga yang cukup elit bagi kebanyakan orang Indonesia, padahal sebenarnya, banyak lho petenis dunia yang tidak datang dari keluarga berada. Bahkan di Indonesia sendiri, tidak sedikit dari sekolah tennis yang diikuti oleh anak-anak yang belum bisa sekolah, Urbaners! Nah, salah satu ajang tennis paling bergengsi adalah Australia Open, di mana turnamen ini adalah turnamen yang cukup keren karena dianggap sebagai Grand Slam of Asia-Pacific.

Bagi lo pecinta olahraga ini, rasanya nggak boleh dong ngelewatin Australia Open 2016 yang sedang berlangsung saat ini. Apa alasannya? Baca dulu di bawah ini, Urbaners!

 

Lebih Seru Dari Tahun Sebelumnya Dengan Datangnya Petenis-petenis Muda yang Sangat Handal

Kok bisa? Tahun ini Novak Djokovic hampir gagal masuk babak selanjutnya gara-gara melawan petenis baru lho, Urbaners! Petenis yang membuat Djokovic kesusahan itu adalah petenis muda yang baru berumur 19 tahun. Ia berhasil membuat Djokovic harus melawannya selama lebih dari satu jam, padahal peringkat petenis muda dari Perancis tersebut hanya berada di daerah 180-an. Meskipun berhasil maju, Djokovic dan petenis besar lainnya harus terus waspada dengan bibit-bibit muda yang bekembang selama Australia Open kali ini. Adanya isu pengaturan skor yang ternyata diikuti oleh petenis kenamaan dunia pun membuat Australia Open 2016 tahun ini semakin panas.

 

Cuaca Panas dan petenis cewek yang seksi

Salah satu yang membuat para cowok betah nonton pertandingan tenis adalah karena pakaian tennis dari petenis wanita itu biasanya cukup wow. Banyak dari mereka yang justru memakai rok mini saat bertanding, meskipun cuaca di sana lagi panas-panasnya. Tapi biar panas tetep aja, hal itu tetap bikin pecinta olahraga betah menonton Australia Open kali ini. Bukan cuma petenis-nya, para penonton cakepnya pun ikutan pakai baju seksi lho!

Inilah dua alasan kenapa lo harus ngikutin Australia Open 2016 kali ini. Masa sih lo nggak mau lihat serunya pertandingan kelas dunia plus cuci mata nonton cewek-cewek cakep di lapangan?

 

Source : iriefm.net, www.top2best.com

Valentino Rossi Mempertimbangkan Pensiun Tahun Depan

Tuesday, December 31, 2019 - 14:14
Valentino Rossi dan Lewis Hamilton berfoto bersama di arena MotoGP sambil memegang helm masing-masing

Tahun depan sepertinya bakal jadi tahun yang cukup berat buat lo pencinta MotoGP. Pasalnya, salah satu pembalap ternama MotoGP, Valentino Rossi berencana akan mengakhiri karirnya. Tepatnya pada akhir musim 2020. Rossi sudah memberikan tanda akan menyudahi kariernya di MotoGP. Pembalap dengan nomor andalan 46 ini memiliki alasan mengapa dirinya harus mengakhiri karirnya.

 

Usia Valentino Rossi yang Sudah Nggak muda

The Doctor ketika sedang melaju di arena MotoGP

Tahun 2020, Valentino Rossi akan mengunjak usia 41 tahun. Usia ini terbilang nggak muda lagi untuk bisa melaju di arena MotoGP. Rossi juga dianggap nggak cukup prima untuk berkompetisi dengan pembalap MotoGP lainnya yang masih muda. Di musim 2019 Rossi sudah menunjukkan penurunan performa yang cukup signifikan.

The Doctor, sebutan Rossi di MotoGP hanya mampu naik podium sebanyak 2 kali. Ia juga gagal mencapai finish sebanyak 4 kali. Saat ini Rossi hanya mampu berada di posisi ke-7. Performa Rossi yang semakin menurun sudah banyak dirasakan oleh para penggemarnya. Rencana pensiun Rossi juga bersamaan dengan kontraknya dengan Yamaha yang akan berakhir pada akhir musim MotoGP 2020.

Tetapi Rossi masih belum memastikan apakah rencana pensiunnya akan benar-benar terjadi atau nggak, Urbaners. Rencana pensiun Rossi akan bergantung dari hasil performanya di MotoGP 2020. Jika nggak ada peningkatan selama musim MotoGP 2020, maka pembalap dengan nomor 46 akan benar-benar memilih pensiun di akhir musim.

 

Komentar Tentang Rencana Pensiun Valentino Rossi

Valentino Rossi di atas podium ketika menjuarai MotoGP Australia

Rencana pensiun Rossi sudah menjadi topik hangat di kalangan pembalap MotoGP dan penggemar MotoGP. Salah satu mantan pembalap MotoGP, Marco Lucchinelli beranggapan bahwa Valentino Rossi masih akan melanjutkan kariernya di MotoGP setelah musim MotoGP 2020 berakhir. Komentar lainnya datang dari pengamat MotoGP, Carlo Penat. Carlo menilai Valentino Rossi memiliki fisik yang masih bugar dan tangguh untuk berkompetisi di usianya yang hampir menginjak 41 tahun.

Meskipun begitu, Carlo menilai musim 2020 akan menjadi kunci penentu karier Rossi di MotoGP. Jika di MotoGP musim 2020, Rossi mampu menaikkan performanya maka kariernya di MotoGP bakal berlanjut. Sepertinya Rossi sedang berusaha untuk bisa meningkatkan performanya di musim selanjutnya. Untuk mendukung performanya di musim 2020, Rossi bahkan mengganti kepala mekaniknya yang awalnya ditangani Silvano Galbusera menjadi David Munoz.

 

Semoga di musim MotoGP 2020, Valentino Rossi bisa menaikkan performanya di MotoGP ya, Urbaners. Sehingga dia masih bisa melanjutkan kariernya di MotoGP musim selanjutnya. Sedih banget kalau sampe The Doctor pensiun.

 

 

Source : CNN Indonesia, Kompas