• Sport
  • Indo Sweatcamp, Pelopor Masyarakat Cinta Keringat

Indo Sweatcamp, Pelopor Masyarakat Cinta Keringat

Wed, 16 November 2016

Kalau lo setiap Minggu pagi main ke Taman Kerinci, Kebayoran Baru, lo pasti ketemu dengan komunitas ini. Indo Sweatcamp namanya. Komunitas ini, sesuai namanya, mengajak masyarakat untuk cinta keringat. Bersama komunitas ini, masyarakat diajak untuk sadar akan pentingnya berolahraga untuk kebugaran tubuh. Lantas, bagaimana komunitas ini melakukan hal tersebut?

 

Berawal dari perkumpulan pengguna aplikasi olahraga

Komunitas Indo Sweatcamp adalah komunitas yang dibentuk oleh 4 orang: Opaz, Kris, Andien, dan Ippe yang sama-sama antusias dalam berolahraga. Mereka ingin membangun sesi olahraga bersama yang dikemas dengan cara menarik dan menyenangkan. Hasilnya pun luar biasa. Hingga saat ini sudah ada 1.000 anggota yang tersebar di lebih dari 10 kota besar di Indonesia.

Awalnya, di tahun 2014, empat orang pendiri komunitas tersebut berlatih menggunakan aplikasi bernama Freelethics. Karena sama-sama ingin sesuatu yang lebih, keempatnya kemudian mengembangkan gerakan nggak cuma dari aplikasi tersebut, tetapi juga gerakan olahraga lainnya.

Mereka mengombinasikan latihan Cardio, Strength, dan Core untuk membuat latihan yang menyenangkan sekaligus memberikan dampak positif bagi tubuh dan pikiran para peserta. Menariknya, bila anggota sudah hafal dengan gerakan-gerakan latihan, mereka bisa melakukannya sendiri di rumah. Yang penting niat, begitu inti dari latihan ini.

 

Saling semangati satu sama lain

Setidaknya seminggu dua kali komunitas ini mengadakan latihan bersama, yakni hari Rabu pukul 19.30-21.00 di area Pintu 8 GBK, dan Minggu 08.00-10.00 di Taman Kerinci, Kebayoran Baru. Dalam setiap latihan selalu dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama fokus kepada Cardio, kedua Strength, dan ketiga baru Core.

Yang jadi keunggulan komunitas ini dibanding komunitas olahraga lain adalah pemberian semangat antar anggota satu sama lain. Misalnya, terlihat ada anggota yang patah semangat karena terlalu lelah, anggota yang lebih senior akan menyemangati mereka. Hal tersebut berkaitan dengan tujuan komunitas ini yang memang untuk berolahraga sama-sama dan saling menyemangati satu sama lain.

Menarik bila melihat aktivitas komunitas yang saling mendukung ini. Apakah komunitas lo juga saling mendukung antar anggota juga? Kenalkan komunitas lo di MLDSPOT Content Hunt 2016. Info lengkapnya, silahkan lihat di sini.

Waktunya Gowes dengan Jalur Khusus Sepeda di Jakarta

Wed, 05 August 2020
Seorang pria mengenakan helm dan masker selagi bersepeda di jalur sepeda Jakarta

Daripada bosan olahraga di dalam ruangan, lebih baik lo keluarkan sepeda dan mengelilingi kota Jakarta. Sekarang nggak perlu lagi khawatir dengan pengendara bermotor ketika lo menggowes sepeda, sudah ada nih jalur khusus sepeda yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta. Waktunya mempersiapkan sepeda kesayangan lo dan ajak teman-teman lo untuk bersepeda bareng di Jakarta!

 

Lokasi Jalur Sepeda

Sehubungan dengan meningkatnya semangat masyarakat Jakarta untuk bersepeda, akhirnya Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Dishub DKI Jakarta menyiapkan pop-up bike lane sepanjang 14 kilometer di sepanjang jalan Jenderal Sudirman sampai jalan MH Thamrin. Jadi, lo nggak perlu lagi menanti masa Car Free Day (CFD) untuk bisa menggowes sepeda di pusat Jakarta sambil dikelilingi gedung-gedung pencakar langit.

Jalur sepeda ini didesain terpisah dengan trotoar untuk mengurangi risiko transmisi virus. Nggak hanya di satu lokasi saja, jalur sepeda juga sudah bisa lo nikmati di 29 titik yang tersebar di provinsi DKI Jakarta. Ada tujuh lokasi jalur sepeda di Jakarta Barat, tujuh lokasi lainnya di Jakarta Pusat, enam titik di Jakarta Utara, 3 jalur sepeda di Jakarta Timur, dan 5 lokasi bersepeda di Jakarta Selatan.

 

Tidak Dibuka 24 jam

Seorang wanita mengenakan sneakers putih bersiap menggowes sepeda di malam hari

Sayangnya, lo masih belum bisa bersepeda keliling kota Jakarta di malam hari karena ditetapkan jam malam untuk jalur sepeda yang disediakan. Alasannya adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

Selama hari Senin sampai Jumat, jalur khusus sepeda akan dibuka di pukul 06.00 hingga 08.00 WIB dan pukul 16.00-18.00 WIB. Sementara di hari Sabtu dan Minggu, lo bisa bersepeda di jalur sepeda sejak pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-19.00 WIB.

 

Jalur Khusus Sepeda Tidak Permanen

Rombongan pesepeda sedang bersepeda di sepanjang jalur sepeda di kawasan Sudirman-Thamrin

Sebelum pandemi, Pemprov DKI Jakarta memang masih belum menyediakan jalur sepeda. Padahal, ada cukup banyak warga Jakarta yang menjadikan sepeda sebagai alternatif transportasi. Selama masa PSBB transisi masih diberlakukan, Pemprov DKI Jakarta memastikan bahwa jalur sepeda tidak permanen ini akan terus dibuka. Namun, masih nggak ada kepastian apakah jalur sepeda yang permanen akan dibuat selepas pandemi.

Menjawab pertanyaan ini, Dishub DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya akan mempertimbangkan kembali keputusan untuk membuat jalur khusus sepeda di beberapa titik. Tentunya kesuksesan dari jalur sepeda tidak permanen sekarang ini akan menjadi bahan evaluasi.

 

Tetap Hati-hati Dalam Bersepeda

Seorang pria mengenakan masker wajah, helm, dan kacamata hitam ketika bersepeda di jalan

Walaupun bersepeda dianggap sebagai aktivitas yang santai, tetapi lo juga harus patuh dengan aturan lalu lintas yang berlaku. Bagi pesepeda yang melewati jalur sepeda, akan dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 Pasal 299 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Lo bisa saja dikenakan denda sebesar Rp100.000.

Jangan lupa juga Bro untuk selalu menaati protokol kesehatan yang berlaku. Gunakan masker dan/atau face shield untuk melindungi diri lo beserta orang-orang sekitar dari ancaman virus yang masih belum reda ini.

 

 

 

Sources: LINE Today, Suara.com, Tribunnews.