• Sport
  • "King of Clay" Rafael Nadal Sabet Mahkota Madrid Kelima

"King of Clay" Rafael Nadal Sabet Mahkota Madrid Kelima

Fri, 19 May 2017

Petenis Spanyol Rafael Nadal berhasil sabet gelar kelima usai menjuarai Madrid Terbuka 2017. Dalam laga final yang di pertandingan di Stadion Manolo Santana, Spanyol, Nadal sukses mengalahkan petenis Austria, Dominic Thiem.

Gelar juara Madrid Terbuka 2017 ini menjadi turnamen ketiga yang berhasil dimenangkan Nadal sepanjang kompetisi musim 2017. Lewat kemenangan ini Nadal mengimbangi rekor mantan petenis nomor satu dunia dari Serbia, Novak Djokovic dengan koleksi 30 gelar juara Master 1000.

Sebelumnya Nadal pernah menang mudah atas Thiem 6-4, 6-1 di final Barcelona Terbuka akhir bulan lalu. Namun untuk laga final kali ini, pemain berjuluk ‘King of Clay’ mendapatkan perlawanan sengit dari Thiem.

Meski berhasil menguasai dua set langsung dengan skor akhir 7-6 dan 6-4, di set pertama, Nadal sempat tertinggal 1-3 sebelum mampu membalikkan keadaan menjadi 5-4.  Thiem juga sempat memaksa tie break tapi akhirnya harus mengakui keunggulan Nadal pada set pertama akibat dua unforced errors beruntun.

Pada set kedua, petenis tangan kidal ini membuka pertarungan dengan baik. Nadal mematahkan servis pada gim pembuka, mengamankan break point, dan mempertahankan keunggulan hingga gim ke-10 yang menegangkan.

Seperti dikutip Reuters, Nadal menyebut Thiem yang kini berada di ranking 9 dunia merupakan petenis muda yang potensial pada 5 hingga 10 tahun mendatang. "Ini adalah final yang sangat penting bagi kami berdua. Baginya, ini adalah final pertamanya di Masters 1000 dan bagi saya, selalu spesial bermain di Madrid, di turnamen unik ini. Anda tidak pernah tahu kapan akan jadi yang terakhir, jadi saya selalu mencoba untuk menikmatinya."

Nadal maju ke final setelah mengalahkan petenis dunia lainnya, Novak Djokovic dengan skor 6-2, 6-4 di babak semifinal. Sementara Thiem menang pada laga semifinal lainnya setelah mengalahkan petenis Uruguay, Pablo Cuevas dengan skor 6-4, 6-4.

Berikut rekor Rafael Nadal di kejuaran Madrid Open

2005 – Rafael Nadal Juara setelah mengalahkan Ivan Ljubicic (Kroasia)

2010 – Rafael Nadal Juara setelah mengalahkan Roger Federer (Swiss)

2011 – Rafael Nadal Runner Up kalah di final dengan Novak Djokovic (Serbia)

2013 – Rafael Nadal juara setelah mengalahkan Stanislas Wawrinka (Swiss)

2014 – Rafael Nadal juara setelah mengalahkan Kei Nishikori (Jepang)

2015 – Rafael Nadal Runner Up kalah di final dengan Andy Murray (UK)

2017 – Rafael Nadal juara setelah mengalahkan Dominic Thiem (Austria)

 

 

Source: SportDetik.com

Valentino Rossi Mempertimbangkan Pensiun Tahun Depan

Tuesday, December 31, 2019 - 14:14
Valentino Rossi dan Lewis Hamilton berfoto bersama di arena MotoGP sambil memegang helm masing-masing

Tahun depan sepertinya bakal jadi tahun yang cukup berat buat lo pencinta MotoGP. Pasalnya, salah satu pembalap ternama MotoGP, Valentino Rossi berencana akan mengakhiri karirnya. Tepatnya pada akhir musim 2020. Rossi sudah memberikan tanda akan menyudahi kariernya di MotoGP. Pembalap dengan nomor andalan 46 ini memiliki alasan mengapa dirinya harus mengakhiri karirnya.

 

Usia Valentino Rossi yang Sudah Nggak muda

The Doctor ketika sedang melaju di arena MotoGP

Tahun 2020, Valentino Rossi akan mengunjak usia 41 tahun. Usia ini terbilang nggak muda lagi untuk bisa melaju di arena MotoGP. Rossi juga dianggap nggak cukup prima untuk berkompetisi dengan pembalap MotoGP lainnya yang masih muda. Di musim 2019 Rossi sudah menunjukkan penurunan performa yang cukup signifikan.

The Doctor, sebutan Rossi di MotoGP hanya mampu naik podium sebanyak 2 kali. Ia juga gagal mencapai finish sebanyak 4 kali. Saat ini Rossi hanya mampu berada di posisi ke-7. Performa Rossi yang semakin menurun sudah banyak dirasakan oleh para penggemarnya. Rencana pensiun Rossi juga bersamaan dengan kontraknya dengan Yamaha yang akan berakhir pada akhir musim MotoGP 2020.

Tetapi Rossi masih belum memastikan apakah rencana pensiunnya akan benar-benar terjadi atau nggak, Urbaners. Rencana pensiun Rossi akan bergantung dari hasil performanya di MotoGP 2020. Jika nggak ada peningkatan selama musim MotoGP 2020, maka pembalap dengan nomor 46 akan benar-benar memilih pensiun di akhir musim.

 

Komentar Tentang Rencana Pensiun Valentino Rossi

Valentino Rossi di atas podium ketika menjuarai MotoGP Australia

Rencana pensiun Rossi sudah menjadi topik hangat di kalangan pembalap MotoGP dan penggemar MotoGP. Salah satu mantan pembalap MotoGP, Marco Lucchinelli beranggapan bahwa Valentino Rossi masih akan melanjutkan kariernya di MotoGP setelah musim MotoGP 2020 berakhir. Komentar lainnya datang dari pengamat MotoGP, Carlo Penat. Carlo menilai Valentino Rossi memiliki fisik yang masih bugar dan tangguh untuk berkompetisi di usianya yang hampir menginjak 41 tahun.

Meskipun begitu, Carlo menilai musim 2020 akan menjadi kunci penentu karier Rossi di MotoGP. Jika di MotoGP musim 2020, Rossi mampu menaikkan performanya maka kariernya di MotoGP bakal berlanjut. Sepertinya Rossi sedang berusaha untuk bisa meningkatkan performanya di musim selanjutnya. Untuk mendukung performanya di musim 2020, Rossi bahkan mengganti kepala mekaniknya yang awalnya ditangani Silvano Galbusera menjadi David Munoz.

 

Semoga di musim MotoGP 2020, Valentino Rossi bisa menaikkan performanya di MotoGP ya, Urbaners. Sehingga dia masih bisa melanjutkan kariernya di MotoGP musim selanjutnya. Sedih banget kalau sampe The Doctor pensiun.

 

 

Source : CNN Indonesia, Kompas