Home Sport ICO Mengatakan Nggak akan Mengambil Game Genre Killer di eSports
ICO Mengatakan Nggak akan Mengambil Game Genre Killer di eSports

ICO Mengatakan Nggak akan Mengambil Game Genre Killer di eSports

Friday, September 7, 2018 - 15:49
Bagikan
Facebook Twitter Email

International Olympic Committee (ICO) setelah perhelatan Asian Games 2018 Jakarta Palembang kemarin, lewat sang presiden Thomas Bach mengatakan bahwa dirinya nggak akan mengambil game genre killer untuk tampil di eSports. Ini menjadi pukulan keras karena beberapa developer game dan gamers mengatakan sangat berharap game besar seperti Fortnight dan Player Unknown Battlegrounds (PUBG) masuk ke salah satu cabang eSports.

Seperti yang diketahui, Urbaners, eSports menjadi sorotan setelah masuk ke dalam salah satu pertandingan eksibisi di Asian Games 2018 Jakarta Palembang kemarin. Bahkan pada Asian Games 2022 Hangzhou, Tiongkok, eSports pertama kali akan dipertandingkan secara resmi dan memperebutkan medali.

 

Game genre killer nggak sesuai dengan asas Olimpiade

Game genre killer nggak sesuai dengan asas Olimpiade

ICO membawahi beberapa kejuaraan yang ada di seluruh dunia, tujuannya untuk menyeragamkan setiap cabang olahraga agar nggak melenceng dari Olimpiade. Thomas Bach sendiri bukan tanpa alasan mengatakan nggak akan mengambil game genre killer untuk cabang olahraga eSports. Thomas Bach mengatakan bahwa game genre killer ini nggak sesuai dengan asas Olimpiade.

“Tentu setiap olahraga pertarungan (tinju, anggar, karate, dan taekwondo) mempunyai alasan khusus mengapa bertarung, tetapi untuk egames yang menyajikan pembunuhan satu sama lain, ini tidak sama dengan nilai Olimpiade,” ujar Thomas.

Sebelum ini, Asian Games secara resmi mengumumkan sangat bersimpati terhadap kejadian penembakan di Florida saat terjadi turnamen game. Asian Games mengatakan bahwa yang salah bukan pada game-nya, tetapi lebih kepada lemahnya peraturan di Amerika Serikat tentang senjata.

 

Masa depan eSports di Olimpiade Tokyo

Masa depan eSports di Olimpiade Tokyo

ICO mengatakan bahwa mereka nggak akan menjamin eSports bisa masuk ke Olimpiade Tokyo 2020. Apalagi cabor di Olimpiade Tokyo sudah ditentukan, jadi nggak mungkin ada penambahan. Tetapi yang paling mungkin adalah lobi negara kepada ICO untuk mengadakan cabor eksibisi layaknya di Asian Games 2018 di Jakarta Palembang kemarin. Di Jepang sendiri, games CS:GO sedang populer dimainkan puluhan ribu gamers di sana.

Jika eSports sampai tembus di Olimpiade. Siap-siap ada mata kuliah game nih di Indonesia.

 

Source: tokyoweekender.com