• Sport
  • Liverpool Jadi Juara Piala Super Eropa

Liverpool Jadi Juara Piala Super Eropa

Tue, 20 August 2019
Liverpool Jadi Juara Piala Super Eropa

Setelah mengalahkan Chelsea di adu penalti dalam laga pertandingan UEFA Super Cup 2019 secara sengit di Stadion Besiktas Park, Liverpool sukses bawa pulang piala Super Eropa. Kemenangan  Liverpool kali ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai klub sepak bola terbaik di Inggris, Urbaners.

 

Empat Gol Tercipta Selama 120 Menit Pertandingan Berlangsung

Empat Gol Tercipta Selama 120 Menit Pertandingan Berlangsung

Kedua tim Liga Primer tersebut sebelumnya sudah bersaing cukup ketat selama 120 menit pertandingan berlangsung. Setidaknya tercipta 4 gol, di mana Liverpool dan Chelsea bermain imbang 2 – 2 melalui gol yang dicetak oleh Oliveir Giroud pada menit ke-36 dan dibalas oleh tendangan Sadio Mane di menit ke-48 dan menit ke-95 babak tambahan. Sayangnya, keunggulan Liverpool sirna setelah Jorginho mampu menyamakan kedudukan Chelsea di menit ke-101. Karena berakhir imbang, keduanya harus kembali bertanding di babak adu penalti.

 

Seluruh Eksekutor Liverpool Sukses Membobol Gawang Chelsea

Pada babak adu penalti, seluruh penendang Liverpool, yaitu Roberto Firmino, Fabinho, Divock Origi, Alexander Arnold, dan Mohamed Salah sukses membobol gawang pertahanan kiper Kepa Arrizabalaga. Sayangnya, kegagalan Tammy Abraham sebagai eksekutor terakhir Chelsea gagal menendangkan bola ke arah gawang Liverpool yang dijaga dengan baik oleh kiper Adrian San Miguel dalam tim asuhan Jurgen Klopp tersebut.

 

Kota Istanbul Bakal Jadi Kawasan Bersejarah Bagi Liverpool

Kota Istanbul Bakal Jadi Kawasan Bersejarah Bagi Liverpool

Ini bukan kali pertama Liverpool meraih kemenangan pada laga bergengsi yang berlangsung di di kota Istanbul, Turki. Kalau lo masih ingat, di final Liga Champions musim 2004 – 2005 silam, Liverpool sukses mengalahkan AC Milan di lokasi yang sama. Saat itu, Liverpool juga lebih dulu tertinggal, menyamai skor kedudukan, hingga berhasil memenangkan pertandingan melalui babak adu penalti.

 

Piala Ke-4 Bagi Liverpool di UEFA Super Cup

Kemenangan Liverpool di UEFA Super Cup tahun ini membawa nama klub yang bermarkas di stadion Anfield itu sebagai pemilik trofi Liga Super Eropa terbanyak. Setidaknya, sejak digelar pertama kali pada tahun 1973 silam, Liverpool pernah menjadi juara di tahun 1977, 2001, 2005, dan 2019. Jadi, sampai saat ini ada 4 piala Super Eropa yang berhasil dibawa pulang oleh klub sepak bola yang juga sempat membesarkan nama legenda pesepak bola asal Inggris, Steven Gerrard.

 

Sekali lagi, congratulation buat Liverpool dan seluruh Liverpudlian di dunia!

 

 

Sources: detik.com, cnnindonesia.com

Bukti Sepeda Lebih dari Hobi di Tangan Seorang Hendi Rachmat

Tue, 11 August 2020
Hendi Rachmat mengenakan kaos hitam dan topi merah memegang sepeda

Olahraga sepeda kembali menjadi tren di Indonesia setelah selama 10 tahun cukup ditinggalkan. Selain karena pandemi COVID-19, yang membuat semua orang lebih baik berolahraga secara individu dan sepeda adalah olahraga yang cocok, masyarakat ibu kota juga mulai menggunakan sepeda sebagai transportasi alternatif untuk menembus kemacetan yang semakin parah.

Sama seperti Hendi Rachmat, alumni Universitas Nusantara yang cintanya terhadap sepeda nggak pernah mati. Berbeda dari kebanyakan orang, Hendi sukses mentransformasikan olahraga sepeda menjadi jasa pengiriman terintegrasi di Indonesia.

 

Jatuh Bangun Mencintai Sepeda

 Tiga orang kurir mengayuh sepeda sambil membawa tas dan mengenakan helm

Tren sepeda fixie yang berlangsung di era 2010-an membuat banyak orang yang bersepeda di sepanjang jalan di Kota Jakarta, mulai dari pagi, lalu lanjut lagi ke sore hari. Ini juga yang jadi keseharian Hendi Rachmat, pencinta sepeda fixie yang akhirnya membuka toko perlengkapan sepeda fixie.

Toko yang diberi nama Westbike ini awalnya ramai pengunjung, bahkan bisa dibilang sebagai pusat komunitas pencinta sepeda fixie di Jakarta. Namun sama seperti tren pada umumnya, pengunjung pun mulai berkurang seiring pudarnya tren sepeda fixie. Namun, Hendi nggak membiarkan rasa cintanya terhadap sepeda fixie lenyap begitu saja.

Dari keterpurukannya, Hendi langsung membuka search engine Google dan menemukan fenomena bike messenger di kota-kota besar di dunia. Dari sinilah Hendi memulai survei untuk mendata preferensi penjual dan pembeli. Dari survei tersebut ia menemukan kalau jam 9 pagi sampai 7 malam adalah primetime pengiriman barang instan dan pembeli hanya mau menunggu maksimal 3 jam untuk menerima barang tersebut.

 

Nggak Mau Ketinggalan Zaman

Hendi Rachmat bersama Duenno Ludissa berpose di depan sebuah gerbang toko

Berangkat dari data yang sudah Hendi miliki, semakin mantap pula niatnya untuk mengembangkan toko perlengkapan sepedanya menjadi bisnis bike messenger pertama di Indonesia. Takdir pun mempertemukan kembali Hendi dengan temannya ketika kos saat kuliah dulu, Duenno Ludissa, yang baru saja lulus dari program MBA di Swiss German University. Bersama Duenno, Hendi membentuk Westbike Messenger Service (WMS) di tahun 2013.

Bersama, mereka juga mendapatkan suntikan semangat dari film “Premium Rush” yang dibintangi Joseph Gordon-Levitt. “Film itu memompa semangat. Kepada saya, Hendi lantas minta bantuan agar dipikirkan sisi bisnis agar fixie tetap hidup dan berkembang,” ujar Duenno. Kegigihan Hendi dalam merintis WMS ini serta merta karena ia nggak mau hobi sepedanya tergerus zaman.

Media transportasi kurir boleh saja tradisional, tetapi Hendi memutuskan untuk menerima order sepenuhnya secara online melalui website. Promosi juga dilakukan lewat media sosial Instagram untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan, khususnya para generasi milenial yang semakin gemar menerapkan hidup environmentally friendly.

 

 

Visi Go Green Jadi Motor Bisnis

Seorang kurir sepeda mengenakan helm dan kacamata tengah mengayuh sepeda sambil membawa tas dan secarik kertas

Meski diterpa dengan banyaknya saingan kurir bermotor, WMS tetap bertahan hingga sekarang. Menurut Hendi, kuncinya ada pada visi go green yang selalu diprioritaskan WMS. Selain karena kemampuan menyalip yang hanya dimiliki oleh sepeda, para kurir sepeda juga lebih mudah untuk memasuki kompleks gedung perkantoran yang punya peraturan ketat perihal kurir berseragam.

Masalah ketepatan waktu, nggak pernah melebihi 2 jam. WMS sendiri sudah pernah menangani kasus pengantaran dari Jakarta Selatan ke Jakarta Utara, literally dari ujung ke ujung. Motto “Support Our Movement for Better Jakarta” yang pernah diusung WMS juga menjadikan banyak pelanggan yang tetap loyal dengan bike messenger service ini, khususnya perusahaan yang memiliki program CSR serta pebisnis yang bergerak di bidang health dan produk sustainable.

“Kami kurir sepeda membawa misi pekerjaan yang ramah lingkungan,” begitu ungkapan dari Hendi. Pada akhirnya, hobi sepeda yang begitu dicintai Hendi ini melahirkan sebuah bisnis maju dan juga Indonesia Bike Messenger Association yang sudah menghimpuni lebih dari 200 orang di 25 kota Indonesia.

Hebatnya lagi, WMS sangat mendukung pengasahan kompetensi para kurir, mulai dari mengikuti ajang kompetisi di luar negeri sampai pelatihan bisnis untuk menjual produk aksesoris sepeda. Tujuannya, tentu saja untuk mempertahankan industri sepeda tetap bertahan di era revolusi industri 4.0.

 

 

Sources: Kompas, Republika, Antara News, Gatra.