• Sport
  • Pemain Bola yang Kecanduan Game Console

Pemain Bola yang Kecanduan Game Console

Thu, 16 July 2020
Seorang pria terlihat sedang memainkan game Fortnite di PC

Game Fortnite sepertinya nggak hanya jadi game yang disukai oleh para gamers aja. Game yang dirilis tahun 2017 ini juga berhasil menarik minat para pemain sepak bola kelas dunia. Beberapa di antara nama yang akan lo baca di bawah ini bahkan menghabiskan waktu senggangnya selama berjam-jam untuk bermain game console ini.

 

Harry Kane

Kane yang berlaga di lapangan dengan jersey Tottenham Hotspur

Pemain dengan nomor punggung 10 di klub sepak bola Tottenham Hotspur ini, jadi salah satu pemain bola yang juga kecanduan main Fortnite. Biasanya, Kane bermain dengan kedua rekan sesama pesepak bola, Kieran Trippier dan Dele Alli. Mereka bahkan pernah buat heboh para gamers dengan streaming game bersama salah satu pemain Fortnite populer di dunia, Ninja. Rekor terlama Kane bermain Fortnite bisa lebih dari 11 jam sehari. Ini biasa ia lakukan saat sedang dalam masa istirahat.

 

Zlatan Ibrahimovic

Ibrahimovic dengan jersey hitam milik AC Milan

Pemain yang masih aktif membela AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, juga adalah pecinta game Fortnite. Pemain sepak bola dunia yang sudah berusia 38 tahun ini bahkan nggak segan-segan membagikan momen bermain game-nya di social media.

Ibrahimovic juga pernah terlibat permainan yang seru dengan salah satu gamer terkenal KekGS. Video-video KekGS yang bermain game dengan Ibrahimovic beberapa kali di-upload di laman YouTube milik KekGS dan di situs stream game, Twitch.

 

Brahim Diaz

Diaz dengan jersey biru khas milik Manchester City

Selama pandemi COVID-19 ini, Brahim Diaz banyak menghabiskan waktu untuk bermain game Fortnite. Diaz mengaku juga bahwa rutinitas hariannya terdiri dari dua aktivitas, yaitu latihan bersama tim dan menghabiskan waktu bermain game. Bahkan, pemain berusia 20 tahun yang pernah bermain untuk Manchester City ini sudah sudah dianggap pro bermain Fortnite.

 

Antoine Griezmann

Griezman dengan seragam kuning lengan panjang Barcelona

Antoine Griezmann bisa jadi salah satu pesepak bola dunia yang paling dikenal suka bermain game Fortnite. Pemain asal Prancis yang kini bermain untuk Barcelona ini pernah memopulerkan gestur huruf L dengan jarinya di depan dahi sebagai selebrasi di lapangan. Tapi, siapa tahu ternyata gestur tersebut sudah populer di Fortnite terlebih dulu?

Salah satu momen selebrasi Griezmann menarikan gerakan dance Fortnite setelah mencetak gol yang paling diingat adalah saat FIFA World Cup 2018 lalu. Saat itu, gol pinalti Griezmaan membuat Prancis mengungguli Kroasia.

 

Mesut Ozil

Ozil tampak sedang berlatih dengan mengenakan jersey Arsenal

Pemain Arsenal asal Jerman, Mesut Ozil, juga dikenal para penggemarnya sebagai pecandu game. Salah satu momen yang membuat banyak orang tahu Ozil adalah gamer terjadi di tahun 2018. Saat itu, Ozil mengalami cedera punggung cukup serius.

Cedera punggung yang harusnya bisa pulih lebih cepat ini justru tertunda lebih lama dikarenakan Ozil menghabiskan waktu terlalu lama untuk bermain game Fortnite. Tidak hanya 1-2 jam, Ozil bahkan duduk lebih dari 17 jam hanya untuk bermain game.

Dibandingkan dengan pemain-pemain bola ini, berapa jam sehari yang lo habiskan untuk bermain Fortnite nih, Bro?

 

 

Sources: Bolalob, Panna Knock out, 90Min

Bukti Sepeda Lebih dari Hobi di Tangan Seorang Hendi Rachmat

Tue, 11 August 2020
Hendi Rachmat mengenakan kaos hitam dan topi merah memegang sepeda

Olahraga sepeda kembali menjadi tren di Indonesia setelah selama 10 tahun cukup ditinggalkan. Selain karena pandemi COVID-19, yang membuat semua orang lebih baik berolahraga secara individu dan sepeda adalah olahraga yang cocok, masyarakat ibu kota juga mulai menggunakan sepeda sebagai transportasi alternatif untuk menembus kemacetan yang semakin parah.

Sama seperti Hendi Rachmat, alumni Universitas Nusantara yang cintanya terhadap sepeda nggak pernah mati. Berbeda dari kebanyakan orang, Hendi sukses mentransformasikan olahraga sepeda menjadi jasa pengiriman terintegrasi di Indonesia.

 

Jatuh Bangun Mencintai Sepeda

 Tiga orang kurir mengayuh sepeda sambil membawa tas dan mengenakan helm

Tren sepeda fixie yang berlangsung di era 2010-an membuat banyak orang yang bersepeda di sepanjang jalan di Kota Jakarta, mulai dari pagi, lalu lanjut lagi ke sore hari. Ini juga yang jadi keseharian Hendi Rachmat, pencinta sepeda fixie yang akhirnya membuka toko perlengkapan sepeda fixie.

Toko yang diberi nama Westbike ini awalnya ramai pengunjung, bahkan bisa dibilang sebagai pusat komunitas pencinta sepeda fixie di Jakarta. Namun sama seperti tren pada umumnya, pengunjung pun mulai berkurang seiring pudarnya tren sepeda fixie. Namun, Hendi nggak membiarkan rasa cintanya terhadap sepeda fixie lenyap begitu saja.

Dari keterpurukannya, Hendi langsung membuka search engine Google dan menemukan fenomena bike messenger di kota-kota besar di dunia. Dari sinilah Hendi memulai survei untuk mendata preferensi penjual dan pembeli. Dari survei tersebut ia menemukan kalau jam 9 pagi sampai 7 malam adalah primetime pengiriman barang instan dan pembeli hanya mau menunggu maksimal 3 jam untuk menerima barang tersebut.

 

Nggak Mau Ketinggalan Zaman

Hendi Rachmat bersama Duenno Ludissa berpose di depan sebuah gerbang toko

Berangkat dari data yang sudah Hendi miliki, semakin mantap pula niatnya untuk mengembangkan toko perlengkapan sepedanya menjadi bisnis bike messenger pertama di Indonesia. Takdir pun mempertemukan kembali Hendi dengan temannya ketika kos saat kuliah dulu, Duenno Ludissa, yang baru saja lulus dari program MBA di Swiss German University. Bersama Duenno, Hendi membentuk Westbike Messenger Service (WMS) di tahun 2013.

Bersama, mereka juga mendapatkan suntikan semangat dari film “Premium Rush” yang dibintangi Joseph Gordon-Levitt. “Film itu memompa semangat. Kepada saya, Hendi lantas minta bantuan agar dipikirkan sisi bisnis agar fixie tetap hidup dan berkembang,” ujar Duenno. Kegigihan Hendi dalam merintis WMS ini serta merta karena ia nggak mau hobi sepedanya tergerus zaman.

Media transportasi kurir boleh saja tradisional, tetapi Hendi memutuskan untuk menerima order sepenuhnya secara online melalui website. Promosi juga dilakukan lewat media sosial Instagram untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan, khususnya para generasi milenial yang semakin gemar menerapkan hidup environmentally friendly.

 

 

Visi Go Green Jadi Motor Bisnis

Seorang kurir sepeda mengenakan helm dan kacamata tengah mengayuh sepeda sambil membawa tas dan secarik kertas

Meski diterpa dengan banyaknya saingan kurir bermotor, WMS tetap bertahan hingga sekarang. Menurut Hendi, kuncinya ada pada visi go green yang selalu diprioritaskan WMS. Selain karena kemampuan menyalip yang hanya dimiliki oleh sepeda, para kurir sepeda juga lebih mudah untuk memasuki kompleks gedung perkantoran yang punya peraturan ketat perihal kurir berseragam.

Masalah ketepatan waktu, nggak pernah melebihi 2 jam. WMS sendiri sudah pernah menangani kasus pengantaran dari Jakarta Selatan ke Jakarta Utara, literally dari ujung ke ujung. Motto “Support Our Movement for Better Jakarta” yang pernah diusung WMS juga menjadikan banyak pelanggan yang tetap loyal dengan bike messenger service ini, khususnya perusahaan yang memiliki program CSR serta pebisnis yang bergerak di bidang health dan produk sustainable.

“Kami kurir sepeda membawa misi pekerjaan yang ramah lingkungan,” begitu ungkapan dari Hendi. Pada akhirnya, hobi sepeda yang begitu dicintai Hendi ini melahirkan sebuah bisnis maju dan juga Indonesia Bike Messenger Association yang sudah menghimpuni lebih dari 200 orang di 25 kota Indonesia.

Hebatnya lagi, WMS sangat mendukung pengasahan kompetensi para kurir, mulai dari mengikuti ajang kompetisi di luar negeri sampai pelatihan bisnis untuk menjual produk aksesoris sepeda. Tujuannya, tentu saja untuk mempertahankan industri sepeda tetap bertahan di era revolusi industri 4.0.

 

 

Sources: Kompas, Republika, Antara News, Gatra.