• Techno
  • Buat yang Ingin Bermusik Sendirian

Buat yang Ingin Bermusik Sendirian

Thu, 11 September 2014

Ada beberapa orang yang nggak suka bikin musik secara keroyokan. Entah karena beda selera atau memang inspirasi lebih sering datang pas lagi sendiri. Bermusik memang butuh komitmen dan pengorbanan, hal yang pastinya semakin rumit kalau dilakukan oleh banyak kepala.

Bayangin aja, untuk membuat musik yang berkualitas, dibutuhkan konsentrasi dan serangkaian proses di studio yang sangat menyita waktu dan tentu saja, uang. Makanya, banyak pemusik yang akhirnya menyerah terhadap passion-nya sendiri.

Sekarang, para maestro solo ini mendapatkan jawaban. Nggak perlu repot ke studio, cukup berselancar di applestore iOS atau Playstore Android untuk mencari berbagai aplikasi mobile music maker. Aplikasi-aplikasi ini memungkinkan seseorang untuk membuat musik hanya dengan modal smartphone atau tablet saja. Contohnya, ada GarageBand untuk iOS dan Caustic 3 untuk Android. Keduanya disebut-sebut sebagai aplikasi pembuat musik mobile dengan fitur-fitur yang cukup mumpuni.

GarageBand menyediakan pilihan untuk menciptakan musik baik dengan instrumen asli, maupun tanpa alat musik sama sekali. Tinggal menyambungkan gitar listrik atau mic ke iPhone, iPad, atau iPod touch, kemudian mainkan musik melalui classic amps dan stompbox effects, maka seluruh permainan akan langsung terekam dengan baik. Buat yang nggak punya instrumen, tetap bisa bermusik dengan mengandalkan berbagai instrumen instan dari aplikasi ini. Nggak hanya sebatas menciptakan musik, GarageBand juga bisa mempertajam suara dengan fitur Smart Controls.

Mirip dengan GarageBand, Caustic 3 juga menyediakan berbagai instrumen virtual. Sebut aja BassLine, BeatBox, Pad Synth, 8BitSynth, Modular, Vocoder, dan Organ. Pengguna Caustic 3 juga bisa mengombinasikan instrumen-instrumen virtual tersebut sesuka hati. Selain itu, Caustic 3 memiliki empat perangkat pendukung lainnya—yaitu: effect rack, seven channel mixer, master effects rack, dan sequencer device—yang sangat berguna dalam memberikan efek-efek khusus. Pola musik di masing-masing instrumen pun dapat digabungkan, sehingga bisa menghasilkan full arrangement yang asik banget.

Berbagai aplikasi music maker ini memang sangat membantu. Kemudahan yang ditawarkan juga bikin orang betah berlama-lama mengurung diri di dalam kamar. Gak masalah sih, asal jangan sampai lupa lihat sinar matahari aja. Sebagai pemusik, berinteraksi dengan orang lain juga nggak kalah penting, apalagi kalau nanti sudah punya fanbase. Walau bikin musik sendiri, bukan berarti lo boleh menjauhi musikus lain. Ingat bahwa lo sedang berusaha untuk membuat karya seni, bukan merakit bom.

Guru Musik Pribadi
GarageBand menyediakan “guru berupa video demo dan animasi instrumen yang gampang diikuti untuk para penggunanya yang masih pemula. Ibarat kelas musik, GarageBand juga memberi penilaian buat permainan musik dari penggunanya.

Tips Bikin Musik Asik
Bikin musik itu butuh mood. Tanpa mood yang oke hasilnya pasti nggak memuaskan. Saat aransemen musik udah jadi, coba tanya komentar dari orang lain. Siapa tau mereka punya masukan yang bisa bikin aransemen musik jadi lebih asik.

Murah tapi Komplit
Caustic 3 versi demo bisa di download secara gratis di Playstore. Untuk menikmati versi full-nya, kita hanya diminta membayarkan dana sekitar 10 dollar Amerika. Harga yang cukup murah untuk aplikasi musik sekomplit ini.

Getting Better Job With Style in LinkedIn: Ini Etika Pakai LinkedIn, Bro!

Wed, 23 September 2020
Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Sosial media yang satu ini jelas lo sudah pasti tahu semua. Tidak hanya digunakan buat cari atensi saja, tapi juga bisa digunakan sebagai ‘CV’ diri lo sendiri, LinkedIn jadi sosial media yang mesti digunakan secara bijak.

Sebenarnya tidak hanya LinkedIn saja, sih – semua sosial media lo mesti digunakan dengan bijak. Kalau tidak, tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang nantinya mesti lo terima. Lalu kenapa LinkedIn bisa dikatakan sebagai ‘CV’ dari diri lo sendiri?

 

Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Credit Image: betanews.com

Pasalnya LinkedIn adalah sosial media yang bisa dibuat untuk mencari pekerjaan. Hal ini terkait dengan memang banyak perusahaan besar yang mencari bibit unggul calon pekerja mereka dari LinkedIn. Maka dari itu, ‘CV’ lo ini mesti terlihat professional, nih!

Oleh karena itu ada beberapa etika yang mesti lo perhatikan dan lo kulik lebih dalam supaya makin paham bagaimana cara pakai LinkedIn dengan tujuan getting better job in style! Buat lo yang sudah penasaran, sila simak bahasan kali ini untuk selengkapnya, ya!

 

Pasang Foto yang Benar, Jangan yang Alay

LinkedIn sendiri dikenal sebagai sosial media yang menyerupai jaringan bisnis professional yang sangat besar. Kemungkinan diri lo bertemu dengan bos-bos besar sangatlah besar di LinkedIn. Oleh karena itu, etika pertama yang bisa lo terapkan adalah pasang foto yang benar dan jangan yang alay.

Kalau di sosial media yang lain, mungkin memasang foto alay atau memasang foto-foto yang tidak terlihat professional adalah sah-sah saja karena memang tujuannya mau lucu-lucuan atau getting attention. Tapi di LinkedIn, lo tidak bisa seperti itu kalau memang tujuannya lo mau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pastikan lo memasang foto yang professional, seperti foto dengan background yang berwarna solid. Pose foto yang tidak aneh-aneh, dan tentunya mesti terlihat professional. Dan pastikan wajah lo menghadap ke kamera dengan tatapan siap mendapatkan masa depan yang lebih baik.

 

Bikin Konten dan Posting Secara Teratur

Biar di notice sama mereka yang mencari pegawai teladan seperti diri lo ini, di LinkedIn lo juga bisa buat konten dan posting secara teratur. Bukan karena algoritma sosial media yang mesti membuat lo rajin bikin konten, di LinkedIn, lo akan dianggap memiliki kredibilitas yang baik.

Artikel apa yang mudah dibuat? Direkomendasikan adalah konten artikel. Lo bisa bercerita di artikel tersebut, bisa bercerita tentang bagaimana profesionalisme bisa dibangun, bagaimana bisa bertahan di berbagai tekanan pekerjaan, dan masih banyak lainnya.

 

Etika Saling Berbalas Pesan

Satu hal yang bisa lo perhatikan dan terapkan dengan baik adalah etika saat saling berbalas pesan dari LinkedIn. LinkedIn punya fitur di mana lo bisa saling berbalas pesan secara professional. Tapi ada satu hal yang perlu lo perhatikan dan terapkan dengan baik.

Pastikan lo membalas pesan masuk paling lambat satu sampai dua hari dari pesan tersebut diterima. Jika sudah lewat dari dua hari, sepertinya lo sudah melewatkan kesempatan tersebut.

 

Tidak Perlu Dikunci

Sama seperti akun sosial media lainnya yang bisa di private atau dikunci – tapi kalau di LinkedIn, lebih baik tidak usah lo kunci karena ini malah akan menghalangi para talent hunter melihat profile dan menghubungi diri lo sendiri.

Oleh karena itu, pastikan tidak usah lo kunci, ya. Karena percuma juga kalau lo sudah buat profile yang baik, bagus dan professional tapi malah lo kunci dan jadi tidak bisa dilihat dan dihubungi oleh mereka yang membutuhkan diri lo.

 

No Toxic Vibe

Even maksud diri lo bercanda – tapi di LinkedIn harusnya tidak ada lagi komentar-komentar negatif atau bahkan bertengkar di kolom komentar tersebut. Hal ini jika dilihat dari mereka yang tadinya membutuhkan bantuan lo di perusahaannya, akan mundur melihat hal toxic seperti itu karena dinilai kredibilitas lo kecil.

Menghindari hal-hal seperti itu, pastikan lo tidak melakukan hal-hal buruk apalagi sampai meninggalkan komentar-komentar negatif di kolom komentar teman atau orang lain ya!

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai penjelasan di atas – sepertinya sudah cukup jelas bagaimana diri lo mesti behave kalau di LinkedIn. Jika semuanya sudah jelas, pastikan bisa lo terapkan dengan baik ya!

 

Feature Image – socialmediaexplorer.com