• Techno
  • The Flying Car is REAL!

The Flying Car is REAL!

Mon, 15 December 2014

Walau kelihatannya sangat mustahil, tapi ternyata mobil terbang nggak cuma ada di dalam film aja, lho! Tanpa sihir dan efek kamera, flying car benar-benar bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif terbaru dalam berkendara. Body-nya terlihat super modern, desainnya yang elegan dan  futuristik ini menjadi salah satu daya tarik utama dari kendaraan bernama AeroMobil ini.

Ya, sesuai dengan fungsi sekaligus keunggulannya, AeroMobil adalah nama untuk mobil yang bisa survive di darat dan di udara ini. Dengan AeroMobil, pengendara akan memiliki kebebasan lebih karena bisa menjalankannya di jalan raya layaknya mobil biasa, dan hanya dalam waktu sekian detik, juga bisa menerbangkannya di udara seperti pesawat pribadi. AeroMobil juga memiliki body yang standard buat ruang parkir mobil pada umumnya dan menggunakan bensin regular.

AeroMobil yang diterjunkan ke pasaran ini merupakan AeroMobil 3.0, di mana AeroMobil 3.0 memiliki perkembangan yang besar setelah di-upgrade dari prototype sebelumnya, Aeromobil 2.5. AeroMobil 3.0 bahkan sudah melalui tes penerbangan secara berkala sejak Oktober 2014 dan mengawali debutnya di Pioneers Festival Vienna pada tanggal 29 Oktober 2014.

Mobil terbang yang didesain di Slovakia ini bisa terbang dengan jarak mencapai 875 kilometer dan bisa dikemudikan dengan kecepatan 200 km/jam. Untuk masalah tempat take off dan landing pun, AeroMobil tidak memerlukan tempat yang cukup luas. Untuk take off, AeroMobil hanya memerlukan tempat bebas sejauh 300 meter. Tapi, AeroMobil hanya boleh melakukan take-off di landasan bandara atau landasan hijau. Tentunya hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan bersama. Sedangkan, untuk landing, AeroMobil hanya memerlukan jarak 50 meter.

Nah, buat yang sudah capek dengan segala macam kemacetan di jalan raya, sepertinya bisa bersiap-siap menyambut AeroMobil. Pastikan lo bisa mengendarai mobil dan memiliki keahlian dalam menerbangkan pesawat. Tentunya lo ingin menjadi pusat perhatian karena mampu mengendalikan AeroMobil dengan baik, bukan karena mendadak membutuhkan pertolongan di tengah-tengah perjalanan.

 

 

Sosok di Balik AeroMobil
Štefan Klein merupakan seseorang yang selama 20 tahun terus berusaha mewujudkan mimpinya: menciptkan “flying car”. Klein juga seorang penanggungjawab dalam bidang innovative researcher untuk perusahaan mobil ternama, seperti Audi, Volkswagen, dan BMW. Klein sendiri menciptakan AeroMobil untuk beberapa kota di Afrika dan Asia yang memiliki jalanan yang menyedihkan.

AeroMobil 3.0 Bukan yang Pertama
Sebelumnya, Klein telah menciptakan pendahulu Aeromobil 3.0, yakni AeroMobil 1.0, 2.0, dan 2.5. Tapi, hanya Aeromobil 3.0 yang bisa mencapai tes penerbangan. Pengembangan prototype AeroMobil 3.0 memiliki dua tujuan: untuk menguji dan memperbaiki perfoma, feature, dan karaktertik; serta digunakan untuk tujuan pemasaran termasuk presentasi kepada pangsa pasar.

Tentang Pioneers Festival
Pioneers Festival merupakan festival khusus bagi para inovator baru yang memiliki gambaran masa depan dalam teknologi, science dan juga wirausaha. Festival ini memiliki tujuan untuk mengembangkan kehidupan sehari-hari masyarakat dunia.

Getting Better Job With Style in LinkedIn: Ini Etika Pakai LinkedIn, Bro!

Wed, 23 September 2020
Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Sosial media yang satu ini jelas lo sudah pasti tahu semua. Tidak hanya digunakan buat cari atensi saja, tapi juga bisa digunakan sebagai ‘CV’ diri lo sendiri, LinkedIn jadi sosial media yang mesti digunakan secara bijak.

Sebenarnya tidak hanya LinkedIn saja, sih – semua sosial media lo mesti digunakan dengan bijak. Kalau tidak, tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang nantinya mesti lo terima. Lalu kenapa LinkedIn bisa dikatakan sebagai ‘CV’ dari diri lo sendiri?

 

Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Credit Image: betanews.com

Pasalnya LinkedIn adalah sosial media yang bisa dibuat untuk mencari pekerjaan. Hal ini terkait dengan memang banyak perusahaan besar yang mencari bibit unggul calon pekerja mereka dari LinkedIn. Maka dari itu, ‘CV’ lo ini mesti terlihat professional, nih!

Oleh karena itu ada beberapa etika yang mesti lo perhatikan dan lo kulik lebih dalam supaya makin paham bagaimana cara pakai LinkedIn dengan tujuan getting better job in style! Buat lo yang sudah penasaran, sila simak bahasan kali ini untuk selengkapnya, ya!

 

Pasang Foto yang Benar, Jangan yang Alay

LinkedIn sendiri dikenal sebagai sosial media yang menyerupai jaringan bisnis professional yang sangat besar. Kemungkinan diri lo bertemu dengan bos-bos besar sangatlah besar di LinkedIn. Oleh karena itu, etika pertama yang bisa lo terapkan adalah pasang foto yang benar dan jangan yang alay.

Kalau di sosial media yang lain, mungkin memasang foto alay atau memasang foto-foto yang tidak terlihat professional adalah sah-sah saja karena memang tujuannya mau lucu-lucuan atau getting attention. Tapi di LinkedIn, lo tidak bisa seperti itu kalau memang tujuannya lo mau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pastikan lo memasang foto yang professional, seperti foto dengan background yang berwarna solid. Pose foto yang tidak aneh-aneh, dan tentunya mesti terlihat professional. Dan pastikan wajah lo menghadap ke kamera dengan tatapan siap mendapatkan masa depan yang lebih baik.

 

Bikin Konten dan Posting Secara Teratur

Biar di notice sama mereka yang mencari pegawai teladan seperti diri lo ini, di LinkedIn lo juga bisa buat konten dan posting secara teratur. Bukan karena algoritma sosial media yang mesti membuat lo rajin bikin konten, di LinkedIn, lo akan dianggap memiliki kredibilitas yang baik.

Artikel apa yang mudah dibuat? Direkomendasikan adalah konten artikel. Lo bisa bercerita di artikel tersebut, bisa bercerita tentang bagaimana profesionalisme bisa dibangun, bagaimana bisa bertahan di berbagai tekanan pekerjaan, dan masih banyak lainnya.

 

Etika Saling Berbalas Pesan

Satu hal yang bisa lo perhatikan dan terapkan dengan baik adalah etika saat saling berbalas pesan dari LinkedIn. LinkedIn punya fitur di mana lo bisa saling berbalas pesan secara professional. Tapi ada satu hal yang perlu lo perhatikan dan terapkan dengan baik.

Pastikan lo membalas pesan masuk paling lambat satu sampai dua hari dari pesan tersebut diterima. Jika sudah lewat dari dua hari, sepertinya lo sudah melewatkan kesempatan tersebut.

 

Tidak Perlu Dikunci

Sama seperti akun sosial media lainnya yang bisa di private atau dikunci – tapi kalau di LinkedIn, lebih baik tidak usah lo kunci karena ini malah akan menghalangi para talent hunter melihat profile dan menghubungi diri lo sendiri.

Oleh karena itu, pastikan tidak usah lo kunci, ya. Karena percuma juga kalau lo sudah buat profile yang baik, bagus dan professional tapi malah lo kunci dan jadi tidak bisa dilihat dan dihubungi oleh mereka yang membutuhkan diri lo.

 

No Toxic Vibe

Even maksud diri lo bercanda – tapi di LinkedIn harusnya tidak ada lagi komentar-komentar negatif atau bahkan bertengkar di kolom komentar tersebut. Hal ini jika dilihat dari mereka yang tadinya membutuhkan bantuan lo di perusahaannya, akan mundur melihat hal toxic seperti itu karena dinilai kredibilitas lo kecil.

Menghindari hal-hal seperti itu, pastikan lo tidak melakukan hal-hal buruk apalagi sampai meninggalkan komentar-komentar negatif di kolom komentar teman atau orang lain ya!

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai penjelasan di atas – sepertinya sudah cukup jelas bagaimana diri lo mesti behave kalau di LinkedIn. Jika semuanya sudah jelas, pastikan bisa lo terapkan dengan baik ya!

 

Feature Image – socialmediaexplorer.com