• Techno
  • The Humanoid Jazz Singer

The Humanoid Jazz Singer

Wed, 04 March 2015

Jangan tertipu ya Urbaners kalau lo sampai menyaksikan penampilan group musik yang satu ini. Apa lagi sampai lo naksir sama penyanyinya, bisa berbahaya! Penasaran kenapa? Sebuah acara di Jepang menampilkan pertunjukan musik jazz secara live, berlokasi di gedung Marunochie yang dekat dengan stasiun Tokyo. Pertunjukan musik ini memiliki keunikan sendiri dengan penampilannya. Terlihat dari kejauhan, sebuah band yang beranggotakan empat musisi yang sedang memainkan musik-musik jazz. Tapi ternyata dilihat secara dekat ada yang mengejutkan dari penyanyi wanita-nya. Yak Urbaners, vokalisnya ternyata adalah senuah robot humanoid wanita dan menjadi sumber perhatian yang menyaksikan.

Konser ini dibentuk dan diselenggarakan sebagai bagian dari Geidai Arts di Marunouchi, sebuah program dari acara yang diselenggrakan oleh Tokyo University of the Arts, yang lebih dikenal dengan geidai. Penyelenggaranya adalah playwright dan stage director Oriza Hirata. Seorang professor di University of Tokyo. Ide penampilan robot menyanyi ini datang dari Hirata yang dibantu oleh ahli pengembang android Hiroshi Ishiguro, seorang professor di Osaka University, dan Tatsuya Saito, seorang technical director dalam kreatif dan divisi teknologi di Abacus Inc di Tokyo

Ishiguro juga dikenal dengan penciptaan perangkat humanoid yang tampak hidup. Saito, yang mengarahkan acara live ini, mengatakan bahwa ini adalah sebuah eksperimen dengan sebuah bentuk baru dari musik. Ia juga mengatakan “People basically listen to recorded music and songs, so there are live performances. But there might be an experience in between”. Pada saat pertunjukan, robot humanoid wanita ini ditemani oleh musisi-musisi real-life dan menbawakan lagu “Fly me to the moon,” “Body and Soul,” dan “Close to you.” Penampilan dan respon robot ini pada musik sangat mengejutkan para penontonnya. Saito mengatakan bahwa robot ini sudah khusus di program untuk penampilan jazz. Robot-robot humanoid Ishiguro sudah dipamerkan di beberapa tempat yang bervariasi, dimana robot-robotnya ini merespon dan berbicara pada penontonnya. Penelitiannya berfokus pada sifat dasar kemanusiaan, yang ia jelajah dan selidiki dengan merancang mesin yang tampak hidup.

Pertunjukan robot jazz ini hanya sekali ditampilkan, tapi untuk mereka yang melewatkannya masih bisa menemukan robot ini berinteraksi dengan pengunjung di sebuah cafe di dalam gedung Marunouchi di hari tertentu. Sangat meraik ya Urbaners? Kalau lo sangat tertarik ingin merasakan langsung liat si robot wanita ini, ayo ke Tokyo! Tapi ingat, jangan sampai terbawa perasaan ya.

 

 

7 Feet-tall Humanoid Robot
Elektro, robot humanoid yang debut kemunculannya adalah pada tahun 1939. Elektro dibangun dan diciptakan oleh Westinghouse, robot atau mesin berjalan dengan tinggi 7 kaki ini dapat menyebutkan dan berbicara lebih dari 700 kata

 

Japan, Home of almost all Robots
Jepang menjadi nomor 1 manufacturer dan konsumen robot di dunia. Penciptaan sekitar setengah dari seluruh robot yang ada di dunia dibuat dan digunakan di Jepang, Sekitar setengah dari ahli mesin robot dan ahli perakitan robot berada di Jepang

 

The Most Famous Robot in Japan
Robot yang paling terkenal di Jepang adalah sebuah karakter manga dan anime ciptaan Osamu Tezuka yang bernama Tetsuwan Atomu atau yang terkenal di luar Jepang sebagai karakter di kartun Astroboy yaitu Atom

 

Getting Better Job With Style in LinkedIn: Ini Etika Pakai LinkedIn, Bro!

Wed, 23 September 2020
Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Sosial media yang satu ini jelas lo sudah pasti tahu semua. Tidak hanya digunakan buat cari atensi saja, tapi juga bisa digunakan sebagai ‘CV’ diri lo sendiri, LinkedIn jadi sosial media yang mesti digunakan secara bijak.

Sebenarnya tidak hanya LinkedIn saja, sih – semua sosial media lo mesti digunakan dengan bijak. Kalau tidak, tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang nantinya mesti lo terima. Lalu kenapa LinkedIn bisa dikatakan sebagai ‘CV’ dari diri lo sendiri?

 

Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Credit Image: betanews.com

Pasalnya LinkedIn adalah sosial media yang bisa dibuat untuk mencari pekerjaan. Hal ini terkait dengan memang banyak perusahaan besar yang mencari bibit unggul calon pekerja mereka dari LinkedIn. Maka dari itu, ‘CV’ lo ini mesti terlihat professional, nih!

Oleh karena itu ada beberapa etika yang mesti lo perhatikan dan lo kulik lebih dalam supaya makin paham bagaimana cara pakai LinkedIn dengan tujuan getting better job in style! Buat lo yang sudah penasaran, sila simak bahasan kali ini untuk selengkapnya, ya!

 

Pasang Foto yang Benar, Jangan yang Alay

LinkedIn sendiri dikenal sebagai sosial media yang menyerupai jaringan bisnis professional yang sangat besar. Kemungkinan diri lo bertemu dengan bos-bos besar sangatlah besar di LinkedIn. Oleh karena itu, etika pertama yang bisa lo terapkan adalah pasang foto yang benar dan jangan yang alay.

Kalau di sosial media yang lain, mungkin memasang foto alay atau memasang foto-foto yang tidak terlihat professional adalah sah-sah saja karena memang tujuannya mau lucu-lucuan atau getting attention. Tapi di LinkedIn, lo tidak bisa seperti itu kalau memang tujuannya lo mau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pastikan lo memasang foto yang professional, seperti foto dengan background yang berwarna solid. Pose foto yang tidak aneh-aneh, dan tentunya mesti terlihat professional. Dan pastikan wajah lo menghadap ke kamera dengan tatapan siap mendapatkan masa depan yang lebih baik.

 

Bikin Konten dan Posting Secara Teratur

Biar di notice sama mereka yang mencari pegawai teladan seperti diri lo ini, di LinkedIn lo juga bisa buat konten dan posting secara teratur. Bukan karena algoritma sosial media yang mesti membuat lo rajin bikin konten, di LinkedIn, lo akan dianggap memiliki kredibilitas yang baik.

Artikel apa yang mudah dibuat? Direkomendasikan adalah konten artikel. Lo bisa bercerita di artikel tersebut, bisa bercerita tentang bagaimana profesionalisme bisa dibangun, bagaimana bisa bertahan di berbagai tekanan pekerjaan, dan masih banyak lainnya.

 

Etika Saling Berbalas Pesan

Satu hal yang bisa lo perhatikan dan terapkan dengan baik adalah etika saat saling berbalas pesan dari LinkedIn. LinkedIn punya fitur di mana lo bisa saling berbalas pesan secara professional. Tapi ada satu hal yang perlu lo perhatikan dan terapkan dengan baik.

Pastikan lo membalas pesan masuk paling lambat satu sampai dua hari dari pesan tersebut diterima. Jika sudah lewat dari dua hari, sepertinya lo sudah melewatkan kesempatan tersebut.

 

Tidak Perlu Dikunci

Sama seperti akun sosial media lainnya yang bisa di private atau dikunci – tapi kalau di LinkedIn, lebih baik tidak usah lo kunci karena ini malah akan menghalangi para talent hunter melihat profile dan menghubungi diri lo sendiri.

Oleh karena itu, pastikan tidak usah lo kunci, ya. Karena percuma juga kalau lo sudah buat profile yang baik, bagus dan professional tapi malah lo kunci dan jadi tidak bisa dilihat dan dihubungi oleh mereka yang membutuhkan diri lo.

 

No Toxic Vibe

Even maksud diri lo bercanda – tapi di LinkedIn harusnya tidak ada lagi komentar-komentar negatif atau bahkan bertengkar di kolom komentar tersebut. Hal ini jika dilihat dari mereka yang tadinya membutuhkan bantuan lo di perusahaannya, akan mundur melihat hal toxic seperti itu karena dinilai kredibilitas lo kecil.

Menghindari hal-hal seperti itu, pastikan lo tidak melakukan hal-hal buruk apalagi sampai meninggalkan komentar-komentar negatif di kolom komentar teman atau orang lain ya!

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai penjelasan di atas – sepertinya sudah cukup jelas bagaimana diri lo mesti behave kalau di LinkedIn. Jika semuanya sudah jelas, pastikan bisa lo terapkan dengan baik ya!

 

Feature Image – socialmediaexplorer.com