• Techno
  • HTC Vive: The Virtual Reality

HTC Vive: The Virtual Reality

Fri, 31 July 2015

Tahun 2015 memang menjadi tahun yang kaya akan terobosan – terobosan virtual reality. Hal ini didorong semenjak Oculust Rift diumumkan pada tahun 2012, dimana sang developer Oculust VR memulai sebuah kampanye pengumpulan dana dengan target sebesar 2.4 juta USD. Semenjak itu mulai bermunculan pengumuman untuk alat – alat VR lainnya yang dikembangkan oleh beberapa perusahaan – perusahaan besar, antara lain HoloLens yang dikembangkan Microsoft, kemudian BMW Driving Glass, Project Morpheus yang dikembangkan Sony, dan sekarang HTC masuk ke dalam barisan dengan HTC Vive-nya.

VR pada HTC Vive akan bekerja dengan dua metode: Pertama dengan metode gerakan, HTC Vive akan melacak setiap gerakan yang dilakukan oleh pengguna. HTC Vive menggunakan dua sensor yang digantungkan di dinding dengan sudut 90 derajat, dan nantinya sensor ini akan melacak semua gerakan pengguna mulai dari jongkok, melompat, menggerakan kepala, memiringkan tubuh, dan gerakan lain. Sedangkan sistem ada VR ini akan tetap berada pada jangkauan pandangan sesuai dengan kemana kepala pengguna menghadap.

Tapi jelas ada kekuranganya, HTC Vive hanya mendeteksi kepala pengguna, tapi nggak termasuk tangan dan lengan. Maka dari itulah alat ini dilengkapi dengan dua buah controller untuk masing – masing tangan. Controllernya berbentuk kurang lebih mirip Nunchuck untuk Nintendo WII, dengan joystick di atasnya yang memiliki touchpad di permukaannya dan trigger dibelakangnya. Kombinasi inilah yang membuat pengalaman menggunakan HTC Vive menjadi lebih luar biasa.

 

Controllernya juga memiliki beberapa pelacak yang digunakan untuk mengetahui dimana mereka berada bahkan Vive benar – benar menunjukannya lewat layar kacamata yang dipakai si pengguna. Virtual Reality sebentar lagi akan memasuki hidup kita dengan berbagai cara dan bentuk, mungkin ini akan menjadi masa depan yang di impikan oleh mereka para penikmat science-fiction.

Source : gizmodo.com, www.popsci.com

 

 

VR: The Origins
Konsep Virtual Reality pertama kali dicetuskan dari cerpen karya Stanley G. Weinbaum, Pygmalion Spectacles. Cerpen ini dianggap sebagai cerita fiksi sains pertama yang menjelajahi konsep VR, karena menceritakan sebuah kacamata yang dapat menampilkan ingatan seseorang berupa holograph.

Sega VR
Sega VR adalah VR pertama yang dipakai dalam industry video game. Sega VR rilis pada tahun 1991 dan compatible untuk dipakai pada mesin arcade atau konsol Sega Mega Drive. Headset ini memiliki banyak sensor didalamnya yang bisa melacak gerak kepala si pengguna.

VR Installation
Walaupun sama – sama berbasis permainan, namun World Skin karya Maurice Benayoun ini nggak perlu menggunakan kacamata atau sejenisnya, melainkan ia menggunakan satu ruangan khusus yang akan mengantar para pengunjung ke dunia virtual interaktif. 

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys