• Techno
  • Lonnie Mimms, Kolektor Apple yang Tidak Mau Koleksi iPhone

Lonnie Mimms, Kolektor Apple yang Tidak Mau Koleksi iPhone

Thu, 07 January 2016

Sebagai seseorang yang sudah berumur 52 tahun, Lonnie Mimms adalah seorang kolektor yang sangat luar biasa. Ia tidak hanya mengoleksi satu hal, namun beberapa hal sekaligus! Mulai dari figur kuda nil berbagai ukuran, hingga berbagai jenis komputer. Namun, koleksinya yang paling memukau dunia adalah koleksi benda-benda bermerek Apple miliknya. Ya, dia mengoleksi berbagai macam benda merek Apple, terutama komputer-komputer vintage-nya.

 

Investasi Lebih Dari 1 Juta Dolar Dengan Koleksi

Kalau lo ngakuin diri lo sebagai kolektor, lo harus tahu bahwa seorang kolektor itu tidak hanya asal koleksi, tapi juga bisa investasi dengan koleksi tersebut. Contohnya saja Lonnie Mimms ini. Ia tidak hanya asal mengoleksi benda-benda asal. Koleksi-koleksinya ia masukkan ke dalam pameran di Roswell dan nyatanya, ia kini sudah berinvestasi  sebanyak 1 juta dolar dalam koleksi-koleksi komputer vintage miliknya. Gila banget kan? Siapa bilang koleksi itu bukan investasi? Selama ada caranya, lo pasti bisa bikin koleksi keren lo jadi investasi berharga jutaan.

 

Ngerti Banget Tentang Steve Jobs

Sebagai seorang kolektor, Lonnie Mimms memiliki pengetahuan yang luar biasa tentang Steve Jobs. Ia tidak hanya menyukai komputer Apple dan benda Apple lainnya, namun juga sangat memahami tentang Steve Jobs.  Tidak hanya koleksi tapi juga paham tentang apa yang ia koleksi, keren banget deh om satu ini.

Tapi, ada satu hal dari pendiri Apple Pop-up Museum ini yang cukup aneh. Ia Nggak Mau Koleksi iPhone. Tanya kenapa? Kita juga nggak tahu. Tapi yang jelas, Lonnie Mimms mengatakan kalau dia tidak memiliki iPhone. Meskipun ia mengoleksi benda-benda Apple, entah kenapa ia tidak mau memiliki smart phone tersebut. Ia justru memiliki merek Motorola Droid Turbo.

Gimana, lo masih ngaku kalau diri lo kolektor benda Apple sejati? Kalahin dulu pameran komputer lawas Apple milik Lonnie Mimms, Urbaners!

 

Source: Blog.nytimes.com

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id