• Techno
  • Video Games Terbaik Tahun 2015

Video Games Terbaik Tahun 2015

Fri, 15 January 2016

Tahun 2015 menjadi salah satu tahun terbaik bagi para gamers. Banyak video games keren bertebaran, baik yang baru maupun kelanjutan dari seri sebelumnya. Pilihan konsol dan perangkatnya pun bervariasi, bikin lo jadi bisa menikmati semakin banyak video games. Nggak perlu takut ngerasa ketinggalan, berikut adalah beberapa video games terbaik yang dirilis pada tahun 2015 silam.

 

Fallout 4

Dirilis pada bulan November 2015, Fallout 4 hadir sebagai seri kelima dari game Fallout. Setting-nya mengambil konsep post-apocalyptic pada tahun 2287 di Boston, 210 tahun setelah terjadi perang nuklir. Sebagai karakter utama, lo bakal memulai permainan dengan bangkit dari bunker bawah tanah yang disebut sebagai Vault. Fallout 4 dikembangkan oleh Bethesda Game Studios dan diterbitkan oleh Bethesda Softworks.

 

Ori and the Blind Forest

Game satu ini diterbitkan oleh Microsoft Studios dan dikembangkan oleh Moon Studios, sebuah pengembang independen. Moon Studios nggak punya kantor pusat sehingga anggota tim pengembangnya tersebar di penjuru sunia. Ori and the Blind Forest  memiliki segala yang lo inginkan dalam sebuah video game, yakni desain cantik, latar belakang cerita mengharukan, serta tantangan dan rewards yang memuaskan dalam gameplay mereka.

 

Kerbal Space Program

Sebetulnya, Kerbal Space Program udah hadir sejak tahun 2011 dalam versi beta. Video game yang dikembangkan oleh Squad ini mengajak lo untuk mengontrol program luar angkasa, membangun transportasi, hingga ikut menerbangkannya melalui fitur simulasi. Saking kerennya, beberapa pihak dari industri luar angkasa juga ikut memainkan Kerbal Space Program, lho, seperti Elon Musk (pemilik Space-X) dan NASA.

 

The Witcher 3: Wild Hunt

The Witcher 3: Wild Hunt merupakan episode ketiga dari serial game The Witcher. Ceritanya ternyata diadaptasi dari serial novel fantasi yang ditulis oleh Andrzej Sapkowski. Lo bakal berperan sebagai tokoh protagonis bernama Geralt of Rivia yang berpetualang menjelajahi Northern Kingdoms. Game yang dikembangkan oleh CD Projekt RED ini bolak-balik mendapatkan penghargaan Game of the Year dari berbagai situs gaming dan kritikus.

Dari keempat video games di atas, sudah berapa banyak yang pernah lo mainkan? Nggak ada kata terlambat kok kalau lo emang sama sekali belum mencicipi video games tersebut. Atau mungkin lo punya rekomendasi video game yang rilis pada tahun 2015 dan nggak kalah keren dengan keempat judul di atas? Share, dong, Urbaners!

 

Source: cnet.com, en.wikipedia.org

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id