• Techno
  • Xiaomi Jual 70 Juta Smartphone di 2015

Xiaomi Jual 70 Juta Smartphone di 2015

Thu, 28 January 2016

Pasar smartphone sepertinya sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat, Urbaners. Coba lo lihat banyaknya variasi produk dari berbagai merek yang ada, pasti lo bakal kesusahan untuk menyebutkan semua namanya. Dari sekian banyak merek smartphone di dunia, Xiaomi muncul sebagai salah satu yang diunggulkan. Pada tahun 2014 lalu, ia bahkan berhasil menjual smartphone-nya hingga mencapai angka 70 juta! Tapi, petinggi Xiaomi justru merasa nggak terlalu puas. Kenapa, ya?

 

Meningkat Dari Tahun Sebelumnya

Angka 70 juta merupakan jumlah yang fantastis, kan, Urbaners? Sayangnya, bagi Xiaomi, angka tersebut masih termasuk kurang. Xiaomi memasang target 100 juta smartphone dapat terjual pada tahun 2015. Tetapi, mereka memutuskan untuk menurunkan angka tersebut menjadi 80 juta. Beberapa waktu lalu, Xiaomi mengumumkan hasil penjualan smartphone mereka selama tahun 2015 yang “hanya” mencapai 70 juta.

Meski begitu, Xiaomi tetap merasa bangga dengan pencapaiannya tersebut. Penjualan smartphone mereka pada tahun 2014 cuma mencapai angka 61 juta, 15% lebih rendah apabila dibandingkan dengan tahun 2015. Sayangnya, Xiaomi terpaksa harus menghadapi pemberitaan negatif oleh media akibat nggak meluncurkan produk baru sepanjang 12 bulan.

 

Bersaing Ketat dengan Merek Serupa

Hasil penjualan smartphone yang dirilis oleh Xiaomi tersebut membuat mereka dibandingkan dengan produsen dari industri serupa, Huawei. Menurut Wall Street Journal, hasil penjualan smartphone Huawei berhasil membuatnya menduduki peringkat teratas dengan persentase pertumbuhan sebesar 44%. Huawei bahkan dikabarkan telah menyalip Xiaomi sebagai penjual smartphone teratas Tiongkok pada kuartal ketiga tahun 2015.

 

Produsen Smartphone Terbaik

Persaingan dengan Huawei nggak membuat Xiaomi patah semangat begitu aja, Urbaners. Xiaomi mengklaim bahwa mereka adalah produsen ponsel teratas di Tiongkok dalam hal pangsa pasar tahun 2015. Terlepas dari segala persaingan mereka, kedua produsen tersebut telah diakui sebagai perusahaan global. Apabila Huawei aktif memasarkan produknya di Amerika Serikat, Xiaomi tampil lebih unggul di Tiongkok sepanjang awal hingga pertengahan tahun 2015 lalu.

 

 

Source: cnet.com, tekno.kompas.com, www.technologynewsextra.com

Simpan Rencana Traveling Lo di Aplikasi Waze!

Mon, 21 September 2020
waze bisa simpan rencana traveling lo

Kondisi kebiasaan baru seperti ini memang masih dinilai memiliki risiko tersendiri buat lo yang ingin traveling. Well mau bagaimana lagi bro, memang lo mesti bersabar sejenak. Tapi bukan berarti lo tidak bisa melakukan apa-apa ya, lo tetap bisa merencanakan traveling lo dari sekarang.

Merencanakan traveling atau sembari membuat itinerary adalah hal yang menyenangkan, lho. Lo bisa membuat rencana dari satu titik destinasi ke destinasi lainnya lengkap dengan daftar apa saja yang mau lo lakukan saat di sana.

Kalau membuat rencana traveling dengan manual, paling lo akan mencatatnya di buku perjalanan atau hanya di angan-angan saja, nih. Tapi sekarang ini, dengan kemajuan teknologi, lo bisa simpan rencana traveling lo di aplikasi!

Bicara soal aplikasi, ada aplikasi yang bisa lo andalkan nih, Waze! Eh bukannya aplikasi ini hanya bisa membantu diri lo untuk sampai ke tempat tujuan, seperti GPS atau live map begitu? Ternyata tidak hanya itu saja sekarang fitur dari Waze.

 

Atur Rencana Traveling Lo di Waze

Hal pertama yang bisa lo lakukan untuk membuat rencana traveling di Waze adalah browsing di browser smartphone tersebut. Lo bisa menentukan dulu ke mana saja lo ingin pergi. Pengaturan rencana tersebut bisa lo lakukan dengan menggunakan fitur live map dari Waze.

Begitu perencanaan yang lo buat sudah lengkap, lo bisa menyimpannya di aplikasi tersebut. Nah, jika nantinya lo sudah benar-benar bisa traveling, lo bisa menjalankan rencana lo tersebut dan menggunakan Waze.

Untuk menggunakan fitur ini, lo bisa membuat rencana lebih dari satu, lho. Bahkan sepertinya lebih seru jika lo membuat rencananya per satu dua titik saja nih. Misalnya seperti lo dari hotel mau ke club malam dekat sana, lalu pergi makan malam di tempat lain.

Lebih baik lo buat perencanaannya satu per satu. Hal ini sebenarnya juga akan memudahkan lo untuk menjalankannya, nih. Dan juga sebenarnya jadi lebih teratur untuk lo saat ingin mengaktifkannya.

Nah, lo juga bisa nih menetapkan waktu kedatangan yang lo inginkan lalu Waze juga bisa memberikan notifikasi kapan lo mesti berangkat traveling jika ingin mencapai ke tujuan tepat waktu. Oh iya, salah satu keunggulan dari Waze adalah penyajian data lalu lintas atau real time.

Ini artinya kalau direncana lo yang sudah dibuat bisa terjadi kemacetan di jalannya atau jika ada gangguan lainnya, Waze bahkan bisa memberi tahu lo agar bisa berangkat lebih awal. Nah, karena lo sudah menyiapkan rencana perjalanan di aplikasinya, jadi ketika lo mau pergi, lo tinggal mengaktifkannya saja.

Wah bagaimana nih bro? Tapi ada beberapa hal yang mesti lo ingat kalau memang lo mau ke luar rumah, lo mesti melengkapi diri lo dengan berbagai peralatan yang mendukung protokol kesehatan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Feature Image – tek.id