• Techno
  • Hyperloop, Kendaraan Masa Depan

Hyperloop, Kendaraan Masa Depan

Thu, 11 February 2016

Macet menjadi salah satu isu di kota-kota besar Indonesia yang sampai sekarang belum ada solusinya. Kita pun jadi suka membayangkan seandainya ada transportasi canggih yang bisa menghindarkan kita dari macet. Berangkat dari isu tersebut, Elon Musk tengah mengembangkan sistem transportasi khusus yang diharapkan mampu mengangkut orang dan mobil antara Los Angeles dan San Francisco. Kira-kira konsepnya seperti apa, ya?

 

Melebihi Kecepatan Suara

Kalau lo masih merasa asing dengan nama Elon Musk, ia merupakan founder dari perusahaan teknologi luar angkasa bernama SpaceX, produsen mobil listrik Tesla, dan perusahaan pembayaran PayPal. Sistem transportasi tersebut diberi nama Hyperloop. Dengan tingkat kecepatan yang konon melebihi kecepatan suara, yakni mencapai 800 mil per jam, lo bisa pergi dari Los Angeles ke San Francisco cuma dalam waktu 30 menit, 5 jam lebih cepat daripada jika lo mengendarai mobil.

 

Hyperloop, Kendaraan Masa Depan

 

Melalui postingan blog-nya, Musk berkata bahwa Hyperloop berpotensi untuk menjadi kendaraan kelima yang menjadi tranportasi umum setelah pesawat, kereta api, mobil, dan kapal. Nantinya, sistem transportasi Hyperloop berbentuk seperti pods yang terbuat dari bahan aluminium. Dirancang sebagai transportasi antar kota dengan jarak maksimal 900 mil, Hyperloop bakal melaju di dalam tube yang didesain mampu untuk meminimalisir friksi dan mengakomodasi tingkat kecepatan tinggi.

 

Mengadakan Kontes Desain Pods

Musk tentu nggak sendiri dalam menciptakan Hyperloop ini. Tahun lalu, ia mengadakan kompetisi mendesain pod penumpang yang ada dalam Hyperloop. Dimulai pada bulan September 2015, kompetisi tersebut ditujukan bagi para mahasiswa. Secara total, tercatat ada lebih dari 1000 mahasiswa dari 100 tim universitas yang melakukan presentasi desain mereka di hadapan juri pada akhir bulan Januari 2016 lalu. Ajang presentasi tersebut dikenal juga dengan nama Design Weekend.

Hasilnya, tim mahasiswa teknik dari Massachusetts Institute of Technology pun keluar sebagai juara pertama. Menyusul berturut-turut di bawahnya adalah Delft University of Technology from the Netherlands, the University of Qinconsins, Virginia Tech, dan University of California. Tim-tim tersebut bakal diberi kesempatan untuk membangun pod yang udah mereka rancang sekaligus mengetesnya di track test yang dibangun berdekatan dengan kantor SpaceX di California.

 

Musk ternyata udah berencana untuk menciptakan Hyperloop sejak tahun 2013. Ia bahkan merancangnya dalam bentuk dokumen sebanyak 57 halaman. Kabarnya, pengetesan pods bakal dilakukan pada bulan Juni 2016 mendatang. Kita tunggu perkembangan selanjutnya, Urbaners, semoga proyek Hyperloop bisa berhasil dilaksanakan ya Urbaners!

 

Source:

theguardian.com

Xirka, Chipset Buatan Anak Bangsa

Friday, January 24, 2020 - 16:11
Logo Xirka perpaduan abu-abu & oranye menempel di dinding

Jika membicarakan chipset untuk smartphone pastinya lo yang ngikutin perkembangan gadget udah nggak asing lagi dengan brand seperti Qualcomm atau MediaTek. Chipset dari brand tersebut memang merajai pasar dan telah banyak digunakan oleh berbagai smartphone dari merek terkenal. Namun, ternyata anak bangsa juga memiliki perusahaan chipset-nya sendiri yang disebut dengan Xirka.

Nama Xirka mungkin masih cukup asing di telinga banyak orang. Padahal brand yang satu ini telah merilis beberapa produknya ke pasaran. PT Xirka Silicon Technology sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 2008 lalu dan setelah 12 tahun beroperasi tentunya kini perusahaan itu semakin berkembang.

 

Produk Chipset Xirka Murni Buatan Anak Bangsa

Chipset Xirka berwarna hijau

Dalam memproduksi chipset-nya, Xirka nggak mengerjakannya sendirian. Mereka bekerja sama dengan Pusat Antar Universitas (PAU) Mikroleketronika Institut Teknologi Bandung (ITB). Perancangan chipset Xirka sendiri dilakukan di pusat penelitian dan pengembangan yang berada di Setrasari, Bandung.

Perusahaan yang satu ini memang memiliki fokus pada desain chipset dan salah produk yang dihasilkan adalan SIM card yang digunakan untuk smartphone. Di tahun 2012 lalu Xirka sudah mulai pengembangan dan produksi dari SIM Card mereka. Produk mereka pun sudah siap diluncurkan dan diproduksi massal. Menariknya kapastitas dari produksinya pun langsung terbilang cukup banyak yaitu hingga 100 juta unit chipset per tahunnya.

 

SIM Card dari Xirka Miliki Banyak Keunggulan

Chipset keluaran dari Xirka ini nggak kalah dengan chipset dari perusahaan luar negeri dan memiliki beberapa keunggulan. Dalam hal keamanan SIM Card dari Xirka juga disebut paling aman karena telah dipasang beberapa fitur keamanan seperti Secured Memory Bus, DES, 3DES hingga True Random Generator. Selain itu, chipset karya anak bangsa ini juga telah dilengkapi dengan prosesor yang bisa menjamin bisa komunikasi dengan BTS dari operator berstandar GSM.

Chipset untuk SIM Card dari Xirka memang telah dirancang sedemikian rupa sehingga telah sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik dari para operator yang ada di dalam negeri. Nggak hanya itu saja rupanya Sim Card dari Xirka juga telah dilengkapi dengan Internal Flash Memory 136 Kbyte yang bisa digunakan untuk berbagai aplikasi.

 

Beberapa Produk dari Xirka

Xirka telah merilis beberapa produknya mulai dari SIM Card hingga Smartcard.

Selain SIM Card, rupanya Xirka juga telah membuat produk-produk lain yang sangat inovatif dan berguna. Di tahun 2017 lalu mereka telah merilis chipset SCard XCT136 yang digunakan untuk kartu identitas para mahasiswa. Chipset SCard tersebut merupakan tipe smartcard. Produk smartcard dari Xirka pun telah digunakan oleh beberapa universitas populer Tanah Air seperti Universitas Indonesia, Universitas Telkom, dan Institut Teknologi Bandung.

Selain SIM Card dan smartcard, rupanya Xirka juga menyediakan chipset NFC yang berguna untuk mendukung aplikasi smartphone. Nggak berhenti di situ, Xirka juga telah memproduksi chipset untuk peralatan rumah tangga seperti AC, TV hingga lemari es.

Keren banget ya Urbaners, karya anak bangsa tersebut!

 

 

Sources: goodnewsfromindonesi.id, inet.detik.com