• Techno
  • Mi5, S7, dan G5, Persaingan Sengit Ponsel Pintar

Mi5, S7, dan G5, Persaingan Sengit Ponsel Pintar

Fri, 11 March 2016

Persaingan teknologi memang serba cepat ya, Urbaners. Pas dipikir satu barang sudah mutakhir dan nggak ada yang ngalahin, eh tahunya muncul lagi barang baru yang ada saja inovasinya. Waktu beli ponsel baru misalnya, Urbaners mungkin merasa paling kekinian dan hi-tech. Tapi ya, cuma butuh barang dua sampai tiga bulan sampai ponsel baru muncul dengan fitur-fitur lebih kece. Nggak ada habisnya deh kalau ngikutin teknologi, Urbaners.

Buat Urbaners yang lagi mikirin mau beli ponsel apa lagi sekarang, lo perlu tahu kalau ada tiga ponsel dari tiga merk berbeda yang lagi saingan berat sekarang. Ketiganya sama oke dan punya keunggulan masing-masing. Ada Mi5 dari Xiaomi, S7 dari Samsung, dan G5 dari LG. Apa saja sih perbedaannya?

Tampilan Luar

Di antara ketiga ponsel ini, G5 punya ukuran paling besar. Layarnya Quad Hdnya berukuran 5.3 inci dengan resolusi sebesar 554 piksel. Sementara, layar S7 berukuran 5.1 inci dengan resolusi lebih tinggi, yaitu 577 piksel. Resolusi Mi5 paling kecil, yaitu 428 piksel di layar full HD 5.15 incinya.

Soal tebal-tipis, Xiaomi yang paling tipis, dan G5 paling tebal, lebar, plus berat. Xiaomi sendiri sangat ringan, hanya 129 gram. S7 hanya selisih 7 gram lebih ringan dibanding G5, yaitu 152 gram.

Masalah warna, G5 punya paling banyak pilihan, yaitu silver, titan, emas, dan pink. Mi5 cuma nawarin warna hitam, putih, dan emas, tapi dengan finishing keramik. Terus, S7 punya warna hitam, putih, silver, dan emas dengan bahan terbuat dari metal, bukan plastik lagi.

Fitur

Ketiganya sama-sama pakai prosesor Qualcomm Snapdragon 820. Sementara S7 dan G5 punya RAM sebesar 4 GB, Mi5 hanya punya 3 GB buat model ponselnya yang 32 GB dan 64 GB. Mi5 128 GB baru punya RAM 4 GB. Oh iya, sistem operasi bawaan mereka sudah Android 6.0 Marshmallow ya, Urbaners.

Masalah penyimpanan, G5 ngasih ruang langsung sebesar 32 GB. Mi5 punya pilihan, mau 32 GB, 64 GB, atau 128 GB. S7 cuma ada dua pilihan, 32 GB atau 64 GB. Tapi, tiga-tiganya bisa support memori tambahan sampai 200 GB kok, Urbaners!

Yang paling penting nih, batere! Kalau dari tadi G5 selalu yang paling besar, masalah baterai justru ponsel ini paling kecil, yaitu 2,800 mAh. Tapi baterainya bisa dilepas Urbaners, jadi aman kalau ada apa-apa. Kalau Mi5 dan S7, keduanya sama-sama pakai baterai 3,000 mAh yang nggak bisa dilepas.

Buat kamera, G5 dan Mi5 punya kamera belakang dengan kualitas 16 megapiksel, sementara S7 kualitasnya 12 megapiksel. Soal kamera depan, G5 kembali juara dengan kualitas 8 megapiksel. Mi5 paling kecil dengan 4 megapiksel, dan S7 punya kamera depan dengan kualitas 5 megapiksel.

Dari perbandingan tiga ponsel di atas, kira-kira Urbaners sudah bisa tentuin pilihan mau beli yang mana, belum? Xiaomi hebat juga ya Urbaners, bisa bersaing sama dua merk ponsel ternama itu. Oh iya, ketiganya bakal masuk ke Indonesia sebentar lagi, jadi lo sekarang bisa siap-siap budget dulu.

 

Sumber:
www.techtimes.com

Getting Better Job With Style in LinkedIn: Ini Etika Pakai LinkedIn, Bro!

Wed, 23 September 2020
Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Sosial media yang satu ini jelas lo sudah pasti tahu semua. Tidak hanya digunakan buat cari atensi saja, tapi juga bisa digunakan sebagai ‘CV’ diri lo sendiri, LinkedIn jadi sosial media yang mesti digunakan secara bijak.

Sebenarnya tidak hanya LinkedIn saja, sih – semua sosial media lo mesti digunakan dengan bijak. Kalau tidak, tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang nantinya mesti lo terima. Lalu kenapa LinkedIn bisa dikatakan sebagai ‘CV’ dari diri lo sendiri?

 

Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Credit Image: betanews.com

Pasalnya LinkedIn adalah sosial media yang bisa dibuat untuk mencari pekerjaan. Hal ini terkait dengan memang banyak perusahaan besar yang mencari bibit unggul calon pekerja mereka dari LinkedIn. Maka dari itu, ‘CV’ lo ini mesti terlihat professional, nih!

Oleh karena itu ada beberapa etika yang mesti lo perhatikan dan lo kulik lebih dalam supaya makin paham bagaimana cara pakai LinkedIn dengan tujuan getting better job in style! Buat lo yang sudah penasaran, sila simak bahasan kali ini untuk selengkapnya, ya!

 

Pasang Foto yang Benar, Jangan yang Alay

LinkedIn sendiri dikenal sebagai sosial media yang menyerupai jaringan bisnis professional yang sangat besar. Kemungkinan diri lo bertemu dengan bos-bos besar sangatlah besar di LinkedIn. Oleh karena itu, etika pertama yang bisa lo terapkan adalah pasang foto yang benar dan jangan yang alay.

Kalau di sosial media yang lain, mungkin memasang foto alay atau memasang foto-foto yang tidak terlihat professional adalah sah-sah saja karena memang tujuannya mau lucu-lucuan atau getting attention. Tapi di LinkedIn, lo tidak bisa seperti itu kalau memang tujuannya lo mau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pastikan lo memasang foto yang professional, seperti foto dengan background yang berwarna solid. Pose foto yang tidak aneh-aneh, dan tentunya mesti terlihat professional. Dan pastikan wajah lo menghadap ke kamera dengan tatapan siap mendapatkan masa depan yang lebih baik.

 

Bikin Konten dan Posting Secara Teratur

Biar di notice sama mereka yang mencari pegawai teladan seperti diri lo ini, di LinkedIn lo juga bisa buat konten dan posting secara teratur. Bukan karena algoritma sosial media yang mesti membuat lo rajin bikin konten, di LinkedIn, lo akan dianggap memiliki kredibilitas yang baik.

Artikel apa yang mudah dibuat? Direkomendasikan adalah konten artikel. Lo bisa bercerita di artikel tersebut, bisa bercerita tentang bagaimana profesionalisme bisa dibangun, bagaimana bisa bertahan di berbagai tekanan pekerjaan, dan masih banyak lainnya.

 

Etika Saling Berbalas Pesan

Satu hal yang bisa lo perhatikan dan terapkan dengan baik adalah etika saat saling berbalas pesan dari LinkedIn. LinkedIn punya fitur di mana lo bisa saling berbalas pesan secara professional. Tapi ada satu hal yang perlu lo perhatikan dan terapkan dengan baik.

Pastikan lo membalas pesan masuk paling lambat satu sampai dua hari dari pesan tersebut diterima. Jika sudah lewat dari dua hari, sepertinya lo sudah melewatkan kesempatan tersebut.

 

Tidak Perlu Dikunci

Sama seperti akun sosial media lainnya yang bisa di private atau dikunci – tapi kalau di LinkedIn, lebih baik tidak usah lo kunci karena ini malah akan menghalangi para talent hunter melihat profile dan menghubungi diri lo sendiri.

Oleh karena itu, pastikan tidak usah lo kunci, ya. Karena percuma juga kalau lo sudah buat profile yang baik, bagus dan professional tapi malah lo kunci dan jadi tidak bisa dilihat dan dihubungi oleh mereka yang membutuhkan diri lo.

 

No Toxic Vibe

Even maksud diri lo bercanda – tapi di LinkedIn harusnya tidak ada lagi komentar-komentar negatif atau bahkan bertengkar di kolom komentar tersebut. Hal ini jika dilihat dari mereka yang tadinya membutuhkan bantuan lo di perusahaannya, akan mundur melihat hal toxic seperti itu karena dinilai kredibilitas lo kecil.

Menghindari hal-hal seperti itu, pastikan lo tidak melakukan hal-hal buruk apalagi sampai meninggalkan komentar-komentar negatif di kolom komentar teman atau orang lain ya!

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai penjelasan di atas – sepertinya sudah cukup jelas bagaimana diri lo mesti behave kalau di LinkedIn. Jika semuanya sudah jelas, pastikan bisa lo terapkan dengan baik ya!

 

Feature Image – socialmediaexplorer.com