• Techno
  • Facebook Ternyata Ikut Bikin Kamera 360

Facebook Ternyata Ikut Bikin Kamera 360

Thu, 28 April 2016

Teknologi kamera makin lama tambah berkembang ya, Urbaners. Bahkan, perusahaan media sosial raksasa sekelas Facebook pun mencoba untuk ikut ambil andil dalam perkembangan teknologi ini, Urbaners. Lo sudah tahu soal kamera 360? Ini bukan aplikasi di ponsel yang dipakai buat ngedit foto lo sampai jadi super ganteng loh ya, Urbaners. Lain lagi nih maksud kamera 360nya.

Gampangnya sih, kamera 360 adalah suatu kamera yang bisa mengambil gambar dari sudut 360 derajat. Di awal kemunculannya, kamera 360 punya bentuk bulat seperti bola. Lo tinggal lempar kamera ini ke atas, dan lensanya akan menghasilkan gambar dari seluruh sudut. Seru kan, Urbaners?

 

Surround 360

Facebook mencoba bikin inovasi baru dalam hal kamera 360. Dibandingkan kamera 360 profesional lainnya yang sudah banyak rilis di pasaran, kamera 360 dari Facebook yang punya nama Surround 360 sengaja didesain untuk bisa membuat video dengan kualitas tinggi. Surround 360 punya 17 lensa kamera. 14 di antaranya punya angle lebar. Sisanya punya lensa fish eye, letaknya ada di bagian atas, dan dua di bagian bawah.

Surround 360 akan terhubung langsung dengan internet, sehingga lo bisa menonton video 360 derajat secara real time. Kecepatannya mencapai 60 frame per detik loh, Urbaners! Ditotal, kurang lebih kamera pintar ini bisa merekam hingga dua jam. Nggak cuma itu, Surround 360 juga punya kualitas gambar sebesar 8k. Gokil. Perasaan baru kemarin resolusi 4k keren deh ya, Urbaners?

 

Kamera Alien

Selain kemampuannya yang hebat, Surround 360 juga punya desain yang unik, Urbaners. Kalau biasanya kamera 360 punya bentuk seperti bola, Surround 360 punya bentuk yang mirip dengan piring terbang alien. Makanya, kamera satu ini juga dikenal dengan nama kamera alien. Desain ini bukan nggak ada tujuannya loh, Urbaners! Katanya sih, desain ini membuat Surround 360 nggak bakal cepat panas saat dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Nantinya, Surround 360 bakal dipakai buat keperluan industri, ilmiah, medis, dan keamanan. Keren juga ya Facebook, Urbaners? Tapi, untuk sementara, Facebook bilang mereka nggak bermaksud untuk masuk ke bisnis kamera. Ini semata kerja sama saja dengan produsen kamera Point Grey, untuk mempercepat pertumbuhan konten 3 dimensinya kamera 360. Kira-kira bakal dijual buat publik nggak ya, Urbaners?

 

 

Sumber:www.detik.com, www.techradar.com

Facebook Kembangkan Fitur E-Commerce untuk Platformnya

Thu, 04 June 2020
Mark Zuckerberg dengan baju biru, berbicara di depan layar biru bertuliskan Facebook

Adanya pandemi COVID-19 membuat segala aktivitas jadi terhambat. Terutama aktivitas dagang yang jadi terganggu karena adanya himbauan untuk tetap diam di rumah saja. Untungnya, barang-barang kebutuhan masih bisa dibeli secara online. Lo juga pasti sering berbelanja online #MumpungLagiDirumah saja, kan?

Muncul lagi satu layanan e-Commerce baru yang bisa lo coba, yakni Facebook Shops. Facebook bekerja sama dengan Shopify, BigCommerce, dan Woo membentuk fitur baru ini untuk memudahkan operasional bisnis di tengah pandemi ini.

 

Shops Sebagai Solusi Bisnis di Tengah Pandemi

Tampilan Shops di Facebook dan Instagram yang terlihat dari tiga layar smartphone.

Pada Selasa (19/5), Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook mengumumkan hadirnya fitur e-Commerce bernama Facebook Shops. Berbeda dengan fitur marketplace yang sebelumnya sudah ada, Facebook Shops sendiri merupakan fitur e-Commerce kembangan tim Facebook yang bisa dipakai secara gratis, di mana segala proses jual-beli dilakukan langsung dalam Facebook.

Peluncuran fitur Shops ini dilakukan oleh Facebook sebagai solusi bagi para pemilik bisnis kecil yang kesulitan di tengah pandemi ini. “If you can’t physically open your store or restaurant, you can still take orders online and ship them to people,” ungkap Mark Zuckerberg. Ia juga mengakui bahwa peluncuran ini terkesan tergesa-gesa, namun dianggap perlu agar bisa membantu kelangsungan bisnis-bisnis yang merugi.

Di sisi lain, fitur Shops ini juga menjadi langkah pintar bagi Facebook, mengingat e-Commerce merupakan segelintir industri yang diuntungkan di kala pandemi. Sebut saja Amazon dan Etsy, dua kompetitor Facebook yang keuntungannya bahkan dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hadirnya Facebook Shops menjadi simbol resmi bahwa Facebook siap “bertarung” menghadapi Amazon.

 

Terhubung dengan Aplikasi Facebook dan Instagram

Tampak toko online di Facebook Shops yang terlihat dari sebuah layar smartphone

Nggak hanya melalui Facebook saja, tetapi Zuckerberg juga mengatakan bahwa fitur Shops ini akan hadir di Instagram. Orang-orang bisa membuka toko online dan meng-upload katalog di Facebook Shops secara gratis, begitu pula di Instagram. Nantinya, para pembeli bisa melakukan transaksi layaknya di aplikasi e-Commerce di kedua platform media sosial ini.

Rencananya, pengguna bisa mencantumkan daftar barang dan harga secara langsung di halaman Facebook, profil Instagram, dan story Instagram. Selain itu, para pengguna juga bisa memesan fitur iklan di Facebook dan Instagram untuk memasarkan toko online mereka. Itu juga sebabnya mengapa Facebook Shops gratis untuk digunakan.

 

Fitur-Fitur yang Tengah Dikembangkan

Mark Zuckerberg memperkenalkan fitur Shops dalam sebuah livestream

Facebook Shops memang sudah diluncurkan, tetapi masih banyak fitur-fitur yang sedang dikembangkan oleh Facebook. Salah satunya adalah layanan pelanggan melalui chatting. Selanjutnya, para pembeli bisa melakukan tracking order bahkan langsung melakukan transaksi dari fitur Messenger, WhatsApp, dan Instagram Direct Message.

Pengguna juga bisa memanfaatkan fitur Messenger, WhatsApp, dan Instagram Direct Message untuk berjualan. Lebih keren lagi, barang-barang tersebut juga bisa di-tag selama livestream, sehingga orang bisa langsung membelinya dalam sekali klik.

Nggak hanya itu, Facebook juga sedang mengembangkan program loyalitas dan reward untuk menarik lebih banyak lagi pembeli dan penjual ke dalam Facebook Shops. “You’ll be able to easily see and keep track of your points and rewards,” ujar Zuckerberg dalam livestream. Tentu saja program ini bisa disesuaikan sendiri oleh pemilik bisnis. 

 

 

Sources: The Verge, CNBC, Business Insider