• Techno
  • Game-Game Yang Akhirnya Masuk Tiongkok

Game-Game Yang Akhirnya Masuk Tiongkok

Thu, 02 June 2016

Tiongkok sudah dikenal sejak zaman dahulu nggak pernah menerima teknologi baru yang masuk ke negaranya. Mulai dari media sosial bahkan sampai Google harus gigit jari ketika ingin merasakan pasar Tiongkok. Dalam urusan game pun, Tiongkok juga pilih-pilih game yang masuk ke pasar Tiongkok. Minecraft yang pada awal 2016 lalu masih memegang rekor sebagai game online yang paling banyak dimainkan di dunia, sekitar 100 juta orang, pun belum hadir di Tiongkok.

Dan sekarang tampaknya angka tersebut akan segera bertambah berpuluh-puluh kali lipat. Karena sang publisher Minecraft, Mojang mengumumkan bahwa game ini akan segera hadir di pasar Tiongkok.

 

Tiongkok setuju asal dengan syarat

Tiongkok nggak dengan mudah membiarkan perusahaan teknologi memasarkan aplikasinya ke pasar Tiongkok. Apple yang dulunya nggak bisa menjual smartphonenya di Tiongkok pun akhirnya bisa menikmati kelezatan pasar Tiongkok. Syaratnya Apple harus membuat pabrik di Tiongkok. Tentu alasan yang sangat mudah, karena baterai dan beberapa sparepart iPhone dibuat di Tiongkok. Begitupun juga dengan Minecraft, pemerintah Tiongkok nggak ingin Mojang masuk dengan santai.

Syarat pertama tentu Mojang harus bekerja sama dengan perusahaan teknologi setempat. Dan kali ini NetEase, sebuah perusahaan internet yang diminta kerjasamanya untuk menggiring Minecraft ke Tiongkok. Walaupun dari pihak Tiongkok masih belum berkata apapun tentang masuknya game paling sukses di dunia ini, tetapi Mojang dan CEO dari Minecraft sudah memberikan pernyataan.

 

Nggak hanya Minecraft, tetapi juga World of Warcraft

Ternyata pemerintah Tiongkok nggak hanya membawa Minecraft ke pasar Tiongkok. Game terkenal lainnya yaitu World of Warcraft ternyata juga ikut di dalamnya. Game World of Warcraft ini ternyata juga mempunyai jumlah pengguna yang cukup lumayan. Pada awal tahun 2016 lalu, WoW ini mempunyai pengguna online sekitar 5 juta setiap bulannya. Angka tersebut akan dapat dipastikan naik jika sudah diluncurkan di Tiongkok.

Masih belum dapat dipastikan kapan Minecraft mendarat di pasar Tiongkok. Kita tunggu saja ya Urbaners.

 

 

Source: engadget.com

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id