• Techno
  • Kapan Google Project Ara Rilis?

Kapan Google Project Ara Rilis?

Thu, 02 June 2016

Pada tahun 2011, Google mendaftarkan beberapa paten tentang smartphone yang bisa dibongkar pasang. Nggak lama kemudian konsep modular smartphone atau smartphone bongkar pasang ini mulai dipamerkan ke publik dan dinamakan Google Project Ara. Jadi bayangkan smartphone yang lo pegang sekarang, jika LCDnya kurang jernih, bisa lo ganti dengan yang lebih jernih. Kemudian jika lemot lo bisa ganti RAM ataupun prosesor. Keren kan?

 

Tim Google Project Ara adalah orang pilihan

Google melihat Project Ara sebagai masa depan smartphone. Oleh karena itu Google nggak akan menempatkan sembarangan orang untuk mengembangkan hal ini. Google Project Ara ini dipimpin oleh Regina Dugan, yang sebelumnya memimpin Google Advanced Technology and Projects (ATAP). Sebelumnya Regina Dugan bekerja untuk departemen keamanan Amerika Serikat, jadi pengalaman Regina inilah yang membuat Google mempercayakan kepadanya.

Selain dipimpin oleh orang-orang pilihan, Google juga ternyata “outsource” ke beberapa perusahaan kontraktor. Perusahaan kontraktor ini dibuat untuk mencoba beberapa komponen penghubungnya. Seperti NK Labs, perusahaan yang bergerak di bidang engineering.

 

Sudah 30 orang yang menggunakan smartphone Ara

Google ATAP ternyata sudah memproduksi smartphone Ara secara sembunyi-sembunyi. Sekarang senggaknya 30 orang yang bekerja di Google ATAP sudah memakai smartphone Ara. Pada acara Google I/O 2016 kemarin, Google menunjukkan bagaimana prototype smartphone Ara. “Ini bukan ide, ini bukan konsep, ataupun video di YouTube. Ini adalah prototype,” ujar Rafa Camargo pemimpin Project Ara.

Camargo tentu sudah tahu para wartawan dan penggemar akan menanyakan kapan smartphone Ara ini akan keluar. Jawaban Camargo sangat jelas dan tegas. “Tahun 2017 kita akan lempar kepada consumer. Sekarang kita sedang mengembangkan beberapa komponen pentingnya,” tegas Camargo.

Sekarang Project Ara ternyata sudah nggak lagi bagian dari Google ATAP, tetapi sudah menjadi project tersendiri bagi Google. Ini berarti Google sudah nggak main-main lagi dalam mengembangkan smartphone bongkar pasang ini.

 

 

 

Source: theverge.com

Getting Better Job With Style in LinkedIn: Ini Etika Pakai LinkedIn, Bro!

Wed, 23 September 2020
Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Sosial media yang satu ini jelas lo sudah pasti tahu semua. Tidak hanya digunakan buat cari atensi saja, tapi juga bisa digunakan sebagai ‘CV’ diri lo sendiri, LinkedIn jadi sosial media yang mesti digunakan secara bijak.

Sebenarnya tidak hanya LinkedIn saja, sih – semua sosial media lo mesti digunakan dengan bijak. Kalau tidak, tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang nantinya mesti lo terima. Lalu kenapa LinkedIn bisa dikatakan sebagai ‘CV’ dari diri lo sendiri?

 

Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Credit Image: betanews.com

Pasalnya LinkedIn adalah sosial media yang bisa dibuat untuk mencari pekerjaan. Hal ini terkait dengan memang banyak perusahaan besar yang mencari bibit unggul calon pekerja mereka dari LinkedIn. Maka dari itu, ‘CV’ lo ini mesti terlihat professional, nih!

Oleh karena itu ada beberapa etika yang mesti lo perhatikan dan lo kulik lebih dalam supaya makin paham bagaimana cara pakai LinkedIn dengan tujuan getting better job in style! Buat lo yang sudah penasaran, sila simak bahasan kali ini untuk selengkapnya, ya!

 

Pasang Foto yang Benar, Jangan yang Alay

LinkedIn sendiri dikenal sebagai sosial media yang menyerupai jaringan bisnis professional yang sangat besar. Kemungkinan diri lo bertemu dengan bos-bos besar sangatlah besar di LinkedIn. Oleh karena itu, etika pertama yang bisa lo terapkan adalah pasang foto yang benar dan jangan yang alay.

Kalau di sosial media yang lain, mungkin memasang foto alay atau memasang foto-foto yang tidak terlihat professional adalah sah-sah saja karena memang tujuannya mau lucu-lucuan atau getting attention. Tapi di LinkedIn, lo tidak bisa seperti itu kalau memang tujuannya lo mau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pastikan lo memasang foto yang professional, seperti foto dengan background yang berwarna solid. Pose foto yang tidak aneh-aneh, dan tentunya mesti terlihat professional. Dan pastikan wajah lo menghadap ke kamera dengan tatapan siap mendapatkan masa depan yang lebih baik.

 

Bikin Konten dan Posting Secara Teratur

Biar di notice sama mereka yang mencari pegawai teladan seperti diri lo ini, di LinkedIn lo juga bisa buat konten dan posting secara teratur. Bukan karena algoritma sosial media yang mesti membuat lo rajin bikin konten, di LinkedIn, lo akan dianggap memiliki kredibilitas yang baik.

Artikel apa yang mudah dibuat? Direkomendasikan adalah konten artikel. Lo bisa bercerita di artikel tersebut, bisa bercerita tentang bagaimana profesionalisme bisa dibangun, bagaimana bisa bertahan di berbagai tekanan pekerjaan, dan masih banyak lainnya.

 

Etika Saling Berbalas Pesan

Satu hal yang bisa lo perhatikan dan terapkan dengan baik adalah etika saat saling berbalas pesan dari LinkedIn. LinkedIn punya fitur di mana lo bisa saling berbalas pesan secara professional. Tapi ada satu hal yang perlu lo perhatikan dan terapkan dengan baik.

Pastikan lo membalas pesan masuk paling lambat satu sampai dua hari dari pesan tersebut diterima. Jika sudah lewat dari dua hari, sepertinya lo sudah melewatkan kesempatan tersebut.

 

Tidak Perlu Dikunci

Sama seperti akun sosial media lainnya yang bisa di private atau dikunci – tapi kalau di LinkedIn, lebih baik tidak usah lo kunci karena ini malah akan menghalangi para talent hunter melihat profile dan menghubungi diri lo sendiri.

Oleh karena itu, pastikan tidak usah lo kunci, ya. Karena percuma juga kalau lo sudah buat profile yang baik, bagus dan professional tapi malah lo kunci dan jadi tidak bisa dilihat dan dihubungi oleh mereka yang membutuhkan diri lo.

 

No Toxic Vibe

Even maksud diri lo bercanda – tapi di LinkedIn harusnya tidak ada lagi komentar-komentar negatif atau bahkan bertengkar di kolom komentar tersebut. Hal ini jika dilihat dari mereka yang tadinya membutuhkan bantuan lo di perusahaannya, akan mundur melihat hal toxic seperti itu karena dinilai kredibilitas lo kecil.

Menghindari hal-hal seperti itu, pastikan lo tidak melakukan hal-hal buruk apalagi sampai meninggalkan komentar-komentar negatif di kolom komentar teman atau orang lain ya!

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai penjelasan di atas – sepertinya sudah cukup jelas bagaimana diri lo mesti behave kalau di LinkedIn. Jika semuanya sudah jelas, pastikan bisa lo terapkan dengan baik ya!

 

Feature Image – socialmediaexplorer.com