Home Techno Kickstarter Sekarang Sudah “Ciptakan” 30 Ribu Pekerjaan

Kickstarter Sekarang Sudah “Ciptakan” 30 Ribu Pekerjaan

Monday, August 15, 2016 - 18:53
Bagikan
Facebook Twitter Email

Pada tahun 2009, Perry Chen dan teman-temannya mengeluarkan website penggalangan dana yang dinamakan Kickstarter. Website tersebut bukan sekedar website penggalangan dana biasa, setiap pelaku yang ingin mendapatkan suntikan dana bisa memberikan informasi yang sangat detil. Mulai dari jenis usaha, video, sampai perkembangan setiap donasi lengkap disediakan di website.

Universitas Pennsylvania pada bulan Agustus ini mengeluarkan laporan, ternyata dari awal Kickstarter secara nggak langsung sudah membuat 30 ribu lapangan pekerjaan. Total dari laporan Universitas Pennsylvania, ada sekitar 283 ribu pekerjaan paruh waktu, 29.600 pekerjaan tetap dan 8.800 perusahaan baru muncul karena Kickstarter.

Pebble mendapatkan total dana 42 juta dolar

Salah satu yang membuat Kickstarter mendunia adalah Pebble. Pada tahun 2012, Pebble Technology masuk ke dalam Kickstarter untuk membuat smartwatch. Sebagai informasi, Pebble menawarkan smartwatch dengan harga murah untuk pertama kalinya. Pada tahun 2012, Pebble mendapatkan total pendanaan sebesar 10 juta. Nggak sampai disitu Urbaners, pada tahun 2015 lalu Pebble memecahkan rekor pendapatan terbesar. Pada tahun 2015, Pebble mendapatkan pendanaan sekitar 20 juta dolar!

Nggak hanya tentang desain produk yang keren-keren. Dalam 10 besar produk yang didanai lewat Kickstarter, ada beberapa video games yang mendapatkan pendanaan begitu besar. OUYA dan Shenmue 3 adalah salah satu produk Kickstarter yang mendapatkan masing-masing pendanaan 6 juta dolar.

Membantu yang seharusnya dibantu

Ketika para pelaku usaha kreatif ini nggak mendapatakan tempat dimana-mana, Kickstarter hadir untuk mengakomodasinya. Dengan mempunyai website yang sangat interaktif, tentu para pelaku kreatif dan pemodal udah nggak perlu lagi susah-susah untuk melakukan promosi. Ini adalah salah satu keunggulan dari crowdfunding atau pendanaan secara bersama-sama.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa crowdfunding yang muncul. Tetapi entah kenapa karena masalah promosi atau kurang minatnya orang Indonesia dengan masalah seperti ini. Crowdfunding yang seharusnya bisa membantu pelaku kreatif ini malah terhenti.

 

Source: cnet.com