• Techno
  • Apple Watch Nike+ akan Keluar Bulan Oktober Ini

Apple Watch Nike+ akan Keluar Bulan Oktober Ini

Wed, 26 October 2016

Apple dan Nike adalah dua brand mewah dengan pasar yang hampir sama. Kalangan menengah dan menengah ke atas pasti akan memilih kedua brand tersebut jika dibandingkan dengan brand lain. Nah bagaimana jika kedua brand tersebut digabungkan? Pada bulan akhir bulan Oktober ini, Apple akan mengeluarkan Apple Watch Nike+. Gabungan smartwatch keluaran Apple dengan aplikasi running tracker milik Nike.

 

Apple Watch kurang dalam hal olahraga

Ketika pertama kali diluncurkan pada tahun 2015, Apple Watch mendapatkan banyak cercaan. Pertama karena Apple Watch sangat ringkih dan baterainya yang cepat habis. Padahal seharusnya smartwatch ini bisa lebih tahan lama. Begitu juga ketika diluncurkan versi terbaru dari Apple Watch Series 2 pada pertengahan tahun 2016. Daya tahan baterai dan beberapa aplikasi bawaannya mungkin sudah lumayan, tetapi ternyata dalam hal olahraga Series 2 ini masih kurang. Ketika dicoba untuk berlari, terkadang sinyal GPS nggak terdeteksi dan jumlah jarak ketika berlari nggak sama.

 

Apple menyasar pasar pelari

Hampir di seluruh dunia sekarang booming lari, nggak hanya di Indonesia. Di Amerika Serikat pun hobi ini sekarang sangat digandrungi. Nike dengan sepatu dan aksesorinya pun sekarang masih menjadi yang nomor satu, ditambah dengan aplikasi Nike Run Club. Dijelaskan resmi di website Apple, dijelaskan bahwa Apple Watch Nike+ ini akan didesain khusus bagi para pelari. Mulai dari strap yang bolong-bolong agar nggak gampang berkeringat, lalu anti air dan desain tampilan khusus.

Harga dari Apple Watch Nike+ ini ternyata nggak jauh dari harga Apple Watch Series 2 biasa, yaitu sekitar 370 dolar sampai 400 dolar atau jika dirupiahkan sekitar 4 sampai 5 juta rupiah. Harga tersebut memang menjadi bahan pertimbangan, karena biasanya para pelari ini lebih memilih membeli tracker daripada membeli smartwatch. Tetapi jika keduanya digabung menjadi satu?

 

Source: engadget.com

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id