• Techno
  • Callind, Pesaing WhatsApp dari Kebumen

Callind, Pesaing WhatsApp dari Kebumen

Wed, 29 May 2019
Callind, Pesaing WhatsApp dari Kebumen

Beberapa waktu ini, aplikasi chatting populer WhatsApp sering sekali down mendadak. Buat lo yang mengandalkan WhatsApp untuk beraktivitas, hal ini jelas bisa mengganggu. Kalau lo memutuskan buat pindah aplikasi, sekarang adalah waktu yang tepat. Ini karena seorang wanita muda asal Kebumen berhasil menciptakan aplikasi chatting yang menjadi pesaing WhatsApp!

 

Calling Indonesia

Calling Indonesia

Nama Callind sendiri merupakan singkatan dari Calling Indonesia. Aplikasi chatting ini memang dirancang buat menandingi aplikasi chatting dari luar seperti WhatsApp, LINE, atau KakaoTalk, Walau begitu, Callind hadir dengan keunikannya sendiri. Misalnya dengan menghadirkan informasi lalu lintas yang aktual buat para penggunanya.

Callind dirancang dan dikembangkan oleh wanita muda asal Kebumen, Novi Wahyuningsih. Seluruh proses pengerjaannya dilakukan oleh Novi sendiri meskipun ia sebenarnya nggak punya background pengembangan aplikasi. Meski begitu, aplikasi buatannya lolos uji dan sukses untuk berkirim pesan.

 

Diunduh 350 ribu orang saat diluncurkan

Aplikasi Callind diluncurkan secara resmi pada tanggal 21 April 2018 untuk memperingati Hari Kartini. Meski begitu, antusiasme masyarakat Indonesia untuk mencoba aplikasi chatting buatan dalam negeri membuat Callind diunduh 70 ribu user sebelum diluncurkan secara resmi. Jumlah tersebut terbilang tinggi untuk ukuran aplikasi chatting yang sudah punya pasar mapan.

Diharapkan jumlah tersebut akan terus bertambah hingga mencapai jutaan user. Novi juga mengharapkan aplikasi buatannya bisa digunakan secara masif di Indonesia, menggeser aplikasi buatan luar. Ia bercita-cita Callind bisa setara dengan WeChat yang merupakan aplikasi chatting tunggal di Tiongkok.

 

Masih perlu banyak perbaikan

Masih perlu banyak perbaikan

Meski sudah disambut dengan antusiasme tinggi, ternyata Callind belum bisa memenuhi ekspektasi. Ini karena masyarakat sudah terbiasa dengan aplikasi chatting buatan perusahaan besar dengan tenaga ahli dan profesional. Hal ini sebenarnya wajar untuk sebuah aplikasi yang sedang dikembangkan. Callind jelas butuh beberapa kali proses trial and error.

Terlepas dari segala kekurangannya, terciptanya Callind sebenarnya merupakan gebrakan baru. Masih belum banyak pengembang di Indonesia yang tertarik dengan pasar aplikasi chatting karena memang sudah dikuasai nama-nama besar. Justru seorang wanita muda asal Kebumen yang nggak punya background soal developing aplikasi yang berani mendobraknya.

Semoga ke depannya Callind bisa semakin berkembang sesuai dengan cita-cita pengembangnya, Novi Wahyuningsih.

 

 

Source: Goodnewsfromindonesia.id

6 YouTuber Dengan Penghasilan Terbesar Di Tahun 2019

Tuesday, December 31, 2019 - 13:17
PewDiePie memakai kaos hitam

Saat ini YouTuber semakin banyak lho, Urbaners. Bahkan makin banyak orang yang bercita-cita jadi YouTuber. Anak muda saat ini pun makin banyak yang membuat channel YouTube dan mengunggah vlog. Hampir setiap orang berusaha untuk menjadi content creator di YouTube. YouTube dianggap mampu menghasilkan banyak uang. Forbes bahkan merilis info YouTuber yang mendapat penghasilan paling besar di tahun 2019. Siapa sajakah mereka ini?

 

Dude Perfect

anggota Dude Perfect berfoto bersama memakai kemeja kotak-kotak

Channel Dude Perfect ternyata dimiliki oleh sekumpulan bapak-bapak lho, Urbaners. Mereka adalah Tyler Toney, Garret Hilbert, Cody Jones, Coby Cotton, dan Cory Cotton. Pria paruh baya tersebut membuat channel YouTube yang sering diisi oleh video mereka ketika sedang berolahraga dan bermain bowling. Mereka berhasil mendapatkan keuntungan dari YouTube sebesar 20 juta dolar AS. Bahkan mereka juga ditawari untuk dibuatkan acara TV di Nickelodeon. Keren juga ya bapak-bapak ini, Urbaners.

 

Rhett and Link

foto Rhett and Link

Duo komedian asal California, Amerika Serikat ini berhasil meraup pendapatan sebesar hingga 17,5 juta dolar AS, Urbaners. Mereka sering mengunggah video lucu yang mereka buat. Nggak hanya itu saja, mereka juga sering mengunggah lagu komedi hasil parodi mereka sendiri. Rhett and Link juga dikenal pintar membuat sketsa. Keren kan?

 

Preston

Preston dengan balon angka 10

Sebelum fokus membuat vlog, Preston memulai channel YouTube-nya dengan memainkan game Minecraft dan Call of Duty. Perubahan ini membuat jumlah subscriber-nya terus bertambah dari waktu ke waktu. Preston berhasil meraup keuntungan dari YouTube hingga mencapai jumlah 14 juta dolar AS. Sungguh sebuah pendapatan yang fantastis.

 

PewDiePie

PewDiePie di ruangannya sambil memakai headphone

Channel YouTube PewDiePie berisikan video permainan aksi dan horror. PewDiePie memiliki 102 juta subscriber di channel YouTube-nya. Di tahun 2019, PewDiePie mendapat keuntungan dari YouTube sebesar 13 juta dolar AS. Bahkan banyak para gamers menjadikannya sebagai inspirator dalam main game seru.

 

DanTDM

DanTDM memakai kaos warna hitam dengan poni lemparnya

DanTDM sering mengunggah video tentang game. Biasanya game yang sering dia mainkan adalah Fortnite dan Minecraft di channel YouTube-nya. Dia bahkan berhasil memenangkan penghargaan di Kids Choice Awards dan juga mencetak Guinness World Records. Kini, DanTDM berhasil meraup pendapatan sebesar 12 juta dolar AS dari video YouTube yang dia buat di channel-nya.

 

VanossGaming

Vanossgaming memakai kaos warna putih

Buat lo yang suka game, channel milik VanossGaming ini cocok banget buat lo tonton. VannosGaming sering mengunggah video tentang game terutama GTA V, Minecraft, dan game lainnya. Berkat video tutorial game tersebut, dirinya pun kini berhasil mendapatkan hingga 11,5 juta dolar AS.

 

Dari deretan di atas, ada nggak nih YouTuber favorit lo, Urbaners?

 

 

Source : IDN Times