• Techno
  • Detektif Ini Selesaikan Kasus Lewat Facebook

Detektif Ini Selesaikan Kasus Lewat Facebook

Tue, 28 August 2018
Detektif Ini Selesaikan Kasus Lewat Facebook

Jika sering melihat film atau serial televisi tentang kasus pembunuhan, lo akan mengetahui kalau detektif biasanya akan memecahkan kasus dengan cara menginterogasi dan meneliti TKP. Nah, ada hal berbeda yang dilakukan oleh Billy Jensen, detektif swasta yang menyelesaikan kasus lewat Facebook. Bukan main-main, Billy Jensen pernah menyelesaikan kasus Inkster, Michigan.

 

Bagaimana cara Billy Jensen menyelesaikan kasus?

Bagaimana cara Billy Jensen menyelesaikan kasus?

Billy Jensen bukan polisi, dirinya nggak bisa sembarangan masuk ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau menginterogasi saksi-saksi kunci. Jensen kemudian mempunyai cara untuk menyelesaikan masalah tersebut, yaitu dengan menggunakan Facebook. Pertama, Jensen akan mengumpulkan semua dokumen dari berita media, mulai dari gambar hingga video. Setelah itu, Jensen akan membuat Facebook Pages yang berisi berita mengenai pembunuhan tersebut.

Nggak sampai di situ, Urbaners, Jensen kemudian mengiklankan Pages-nya tersebut di daerah pembunuhan itu terjadi. Jensen mengatur iklan sesuai dengan kode wilayah, gender, umur, bahkan sampai interest. Setelah Pages-nya viral, Jensen kemudian mendapatkan insight baru yang nggak didapat oleh kepolisian.

 

Diminta bantuan oleh polisi

Diminta bantuan oleh polisi

Tahun 2016, nama Jensen terkenal setelah menyelesaikan beberapa kasus melalui Facebook. Kemudian di tahun 2017, dia diminta bantuan oleh polisi untuk menyelesaikan kasus pembunuhan di El Monte. Polisi tersebut memberikan email tentang kemungkinan keterlibatan anggota gank di pembunuhan tersebut. Jensen kemudian membuat Facebook Pages lagi dan diiklankan di daerah suspect pembunuh berasal. Dalam satu minggu, informasi mengenai sang pembunuh mulai terlihat dan bahkan akhirnya sang pembunuh pun tertangkap.

“Informasi yang dihasilkan oleh Jensen sangat membantu kami dalam menangkap sang pembunuh,” ujar kepolisian setempat.

Total dalam sekali kasus, Jensen menghabiskan 16 ribu dolar dari kantong pribadinya. Nggak lama setelah itu, Jensen pun berkata hal yang sangat mencengangkan.

“Jika Mark Zuckerberg (CEO Facebook) memberikan uang iklan 100 ribu dolar, saya mungkin bisa menyelesaikan 20 kasus dalam satu minggu,” terang Jensen. Wow.

 

Source: mensjournal.com

Getting Better Job With Style in LinkedIn: Ini Etika Pakai LinkedIn, Bro!

Wed, 23 September 2020
Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Sosial media yang satu ini jelas lo sudah pasti tahu semua. Tidak hanya digunakan buat cari atensi saja, tapi juga bisa digunakan sebagai ‘CV’ diri lo sendiri, LinkedIn jadi sosial media yang mesti digunakan secara bijak.

Sebenarnya tidak hanya LinkedIn saja, sih – semua sosial media lo mesti digunakan dengan bijak. Kalau tidak, tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang nantinya mesti lo terima. Lalu kenapa LinkedIn bisa dikatakan sebagai ‘CV’ dari diri lo sendiri?

 

Berikut 5 hal yang perlu lo hindari saat gunakan linkedin

Credit Image: betanews.com

Pasalnya LinkedIn adalah sosial media yang bisa dibuat untuk mencari pekerjaan. Hal ini terkait dengan memang banyak perusahaan besar yang mencari bibit unggul calon pekerja mereka dari LinkedIn. Maka dari itu, ‘CV’ lo ini mesti terlihat professional, nih!

Oleh karena itu ada beberapa etika yang mesti lo perhatikan dan lo kulik lebih dalam supaya makin paham bagaimana cara pakai LinkedIn dengan tujuan getting better job in style! Buat lo yang sudah penasaran, sila simak bahasan kali ini untuk selengkapnya, ya!

 

Pasang Foto yang Benar, Jangan yang Alay

LinkedIn sendiri dikenal sebagai sosial media yang menyerupai jaringan bisnis professional yang sangat besar. Kemungkinan diri lo bertemu dengan bos-bos besar sangatlah besar di LinkedIn. Oleh karena itu, etika pertama yang bisa lo terapkan adalah pasang foto yang benar dan jangan yang alay.

Kalau di sosial media yang lain, mungkin memasang foto alay atau memasang foto-foto yang tidak terlihat professional adalah sah-sah saja karena memang tujuannya mau lucu-lucuan atau getting attention. Tapi di LinkedIn, lo tidak bisa seperti itu kalau memang tujuannya lo mau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Pastikan lo memasang foto yang professional, seperti foto dengan background yang berwarna solid. Pose foto yang tidak aneh-aneh, dan tentunya mesti terlihat professional. Dan pastikan wajah lo menghadap ke kamera dengan tatapan siap mendapatkan masa depan yang lebih baik.

 

Bikin Konten dan Posting Secara Teratur

Biar di notice sama mereka yang mencari pegawai teladan seperti diri lo ini, di LinkedIn lo juga bisa buat konten dan posting secara teratur. Bukan karena algoritma sosial media yang mesti membuat lo rajin bikin konten, di LinkedIn, lo akan dianggap memiliki kredibilitas yang baik.

Artikel apa yang mudah dibuat? Direkomendasikan adalah konten artikel. Lo bisa bercerita di artikel tersebut, bisa bercerita tentang bagaimana profesionalisme bisa dibangun, bagaimana bisa bertahan di berbagai tekanan pekerjaan, dan masih banyak lainnya.

 

Etika Saling Berbalas Pesan

Satu hal yang bisa lo perhatikan dan terapkan dengan baik adalah etika saat saling berbalas pesan dari LinkedIn. LinkedIn punya fitur di mana lo bisa saling berbalas pesan secara professional. Tapi ada satu hal yang perlu lo perhatikan dan terapkan dengan baik.

Pastikan lo membalas pesan masuk paling lambat satu sampai dua hari dari pesan tersebut diterima. Jika sudah lewat dari dua hari, sepertinya lo sudah melewatkan kesempatan tersebut.

 

Tidak Perlu Dikunci

Sama seperti akun sosial media lainnya yang bisa di private atau dikunci – tapi kalau di LinkedIn, lebih baik tidak usah lo kunci karena ini malah akan menghalangi para talent hunter melihat profile dan menghubungi diri lo sendiri.

Oleh karena itu, pastikan tidak usah lo kunci, ya. Karena percuma juga kalau lo sudah buat profile yang baik, bagus dan professional tapi malah lo kunci dan jadi tidak bisa dilihat dan dihubungi oleh mereka yang membutuhkan diri lo.

 

No Toxic Vibe

Even maksud diri lo bercanda – tapi di LinkedIn harusnya tidak ada lagi komentar-komentar negatif atau bahkan bertengkar di kolom komentar tersebut. Hal ini jika dilihat dari mereka yang tadinya membutuhkan bantuan lo di perusahaannya, akan mundur melihat hal toxic seperti itu karena dinilai kredibilitas lo kecil.

Menghindari hal-hal seperti itu, pastikan lo tidak melakukan hal-hal buruk apalagi sampai meninggalkan komentar-komentar negatif di kolom komentar teman atau orang lain ya!

Wah bagaimana nih bro? Dari berbagai penjelasan di atas – sepertinya sudah cukup jelas bagaimana diri lo mesti behave kalau di LinkedIn. Jika semuanya sudah jelas, pastikan bisa lo terapkan dengan baik ya!

 

Feature Image – socialmediaexplorer.com