• Techno
  • Flip Phone Kembali Eksis dengan Kehadiran Motorola Razr Terbaru

Flip Phone Kembali Eksis dengan Kehadiran Motorola Razr Terbaru

Wed, 20 November 2019
Flip phone Motorola Razr update terbaru 2019 dengan layar yang bisa menyatu saat dibuka

Flip phone legendaris Motorola Razr yang pertama kali dirilis di tahun 2004, kini hadir kembali dengan update terbaru yang lebih canggih. Ponsel ini baru saja dikenalkan pada Kamis, 14 November 2019 di Amerika Serikat. Smartphone layar lipat berbasis Android ini memiliki tiga hal yang membuatnya istimewa. Simak selengkapnya di bawah ini, Urbaners!

 

Segi desain

Motorola Razr dengan desain terbaru yang bisa dilipat dan menyatu ketika ponsel dibuka

Keistimewaan pertama dari Motorola Razr adalah dari segi tampilan desainnya. Desain Motorola Razr ini merupakan flip phone dengan layar yang bisa dibuka ke atas. Desain ini sebenarnya sama dengan desain Motorola Razr seri pendahulunya yang merupakan ponsel clamshell atau flip. Bedanya, update terbaru Motorola Razr 2019 ini nggak  dilengkapi dengan tombol fisik sehingga tetap nyaman digenggam.

Istimewanya, ponsel ini memiliki full layar ketika dibuka. Jadi, meski memiliki desain flip phone yang bisa dilipat, ketika dibuka Motorola Razr sama dengan smartphone zaman sekarang yang full layar.

 

Segi kamera

Kamera Motorola Razr disokong oleh kamera utama beresolusi 16 MP dengan Night Vision mode.

Motorola Razr dibekali kamera berkekuatan 16MP yang ada di bagian punggung ponsel. Kamera ini juga bisa digunakan sebagai kamera selfie saat ponsel ini dilipat. Ini berarti kamera depan dan kamera belakang Motorola Razr sama. Kamera 16 MP ini juga dilengkapi dengan Night Vision mode. Tak hanya di situ saja, Motorola juga membekali flip phone yang satu ini dengan kamera selfie beresolusi 5 MP.

 

Segi layar

Desain layar Motorola Razr yang menggunakan layar OLED berukuran 2,7 inci sering juga disebut sebagai Quick View

Mengutip dari CNBC Indonesia, layar Motorola Razr dibekali dengan OLED yang memiliki bentang layar hingga 6,2 inci di bagian dalam. Layar OLED ini memiliki resolusi 2.142 x 876 pixel dengan rasio 21:9. Bagian depan layar Motorola Razr menggunakan OLED dengan ukuran 2,7 inci yang sering disebut juga sebagai Quick View karena hanya menunjukkan notifikasi, kamera selfie, dan kontrol musik.

Pihak Motorola mengajak Google untuk mendesain aplikasi yang beralih dengan mulus dan lancar dari bagian depan ke layar dalam. Hal inilah yang membuat Motorola Razr menjadi flip phone dengan layar yang bisa menyatu saat dibuka. Di sisi lain, Motorola Razr dibekali dengan ruang penyimpanan 128 GB dengan RAM 6 GB.

Dengan kecanggihan update terbaru Motorola Razr 2019, nggak heran kalau ponsel ini dibanderol dengan harga US$1.500 atau yang setara dengan Rp21 juta. Di Amerika Serikat, ponsel ini bakal dirilis 26 Desember 2019 dan menyusul di kawasan lain. Tapi, belum ada kabar resmi apakah Motorola Razr 2019 bakal diboyong ke Indonesia.

 

 

Source: cnbcindonesia.com, tirto.id

 

Dengerin Musik di Rumah Makin Seru dengan Fitur Group Session di Spotify

Wed, 20 May 2020
Aplikasi Spotify di smartphone

Spotify baru-baru ini membuat kejutan bagi para pendengarnya. Aplikasi streaming musik paling populer ini merilis fitur Group Session yang memungkinkan dua bahkan lebih pengguna yang berlangganan Spotify premium untuk mendengarkan lagu bersama dan mengontrol semua lagu yang hendak di putar secara real time. Nggak salah lagi, ini akan jadi fitur seru yang bisa lo pakai selama work from home atau saat sedang santai #MumpungLagiDirumah saja.

 

Cara Mengunakan Fitur Group Session

Tampilan menu Group Session di Spotify

Buat lo yang sudah berlangganan secara premium dan versi aplikasi Spotify lo sudah di-update ke versi yang paling baru, lo dipastikan sudah bisa mencoba fitur Group Session ini. Caranya pun gampang, Bro. Lo cukup buka aplikasi Spotify lo, lalu cari menu konektivitas yang biasanya lo pakai untuk menyambungkan aplikasi Spotify lo dengan perangkat lain. Di sana, akan ada pilihan fitur Group Session ini.

Setiap akun Spotify premium pasti punya kode unik dalam bentuk scope musik di menu ini. Kode ini yang harus lo kirimkan ke teman supaya di-scan. Saat scan sudah berhasil, kalian bisa mendengarkan musik bersama dan mengontrol pemutaran musik secara real time. Satu hal yang harus lo pastikan adalah teman-teman lo yang mau ikutan Group Session harus sudah berlangganan Spotify premium juga.

 

Versi Pengembangan dari Fitur-fitur Kolaboratif

Seseorang memegang smartphone yang sedang membuka aplikasi Spotify

Kalau lo sudah cukup lama menggunakan Spotify premium, lo pasti sadar kalau ide Group Session ini adalah hasil pengembangan dari fitur kolaboratif aplikasi streaming musik ini. Fitur kolaboratif ini memungkinkan setiap pengguna untuk terlibat dalam satu playlist, mengganti lagu, menyusun urutan putarnya, dan sebagainya.

Namun, memang harus diakui bahwa fitur kolaboratif ini nggak dilakukan secara real time. Sensasinya jelas berbeda dengan fitur terbaru ini yang dibuat seolah-olah sedang mendengarkan lagu yang sama sekaligus, sekalipun lo dan teman-teman lo nggak sedang berada di satu tempat yang sama.

Ini juga sudah diakui dari pihak Spotify sendiri, di mana fitur Group Session sudah mulai dikembangkan dari fitur kolaboratif sejak Mei 2019 lalu. Dibuat terbatas oleh pihak Spotify dan hanya bisa diakses oleh akun-akun tertentu saja sebagai uji coba.

 

Siasat Berlangganan Premium

Tampilan akun premium pada aplikasi Spotify

Harus diakui keputusan Spotify merilis fitur Group Session ini benar-benar strategis. Sesuai dengan tujuan awalnya, Spotify ingin menghadirkan fitur penarik atensi yang dapat membuat lebih banyak orang untuk berlangganan akun premium. Dirilisnya fitur ini di tengah pandemi saat orang-orang nggak bisa berkumpul bersama untuk berpesta atau sekadar hangout, jadi momentum yang bagus.

Spotify melihat ini bukan hanya sebagai ajang strategi pemasaran bagi mereka, tetapi jadi cara kecil untuk menghubungkan lebih banyak orang di masa-masa ini. Baik itu kolega di tempat kerja yang harus bekerja secara remote, teman-teman kampus yang nggak bisa ngumpul bareng, atau keluarga yang terpisah untuk sementara waktu. Mendengar lagu yang diputar oleh masing-masing orang dalam Group Session akan jadi alternatif komunikasi yang menghibur.

Jadi gimana, Bro? Lo yang sudah berlangganan Spotify premium apakah sudah mencoba fitur Group Session ini bersama teman dan keluarga? Coba sekarang untuk menemani waktu lo bekerja atau sekadar bersantai di rumah.

 

 

 

Sources: Techrunch, Edm.com, Dancing Astronauts