• Techno
  • Machine Learning Bakal Tahu Kenapa Lo Bisa Terkena Diare

Machine Learning Bakal Tahu Kenapa Lo Bisa Terkena Diare

Wed, 19 December 2018
Machine Learning Bakal Tahu Kenapa Lo Bisa Terkena Diare

Tahun 2018 menjadi tahun yang kelabu bagi dunia daging dan juga makanan cepat saji. Virus Salmonella ini ternyata sangat berbahaya dan bisa menjangkit manusia. Akibat dari Salmonella adalah diare, pusing, demam, dan paling parah adalah Salmonella bisa menyebabkan kematian. Di tahun 2018 kemarin sudah ada 1,2 juta kasus Salmonella yang ada di seluruh dunia dan menyebabkan 450 orang meninggal dunia.

Nah untuk menanggulangi hal ini, beberapa peneliti dari University of Georgia melakukan pengembangan bagaimana caranya mendeteksi Salmonella pada babi, sapi, ayam, dan burung liar. Hasilnya sangat luar biasa, lewat teknologi machine learning mereka bisa mendeteksi 7 dari 8 sample yang ada. Walaupun masih butuh pengembangan lebih lanjut, ini merupakan terobosan yang sangat apik.

 

Cara kerja machine learning

Cara kerja machine learning

Cara kerja dari machine learning ini adalah sample akan dimasukkan ke dalam sebuah alat yang kemudian akan mendeteksi apakah sample terkena Salmonella atau nggak. Jadi ketika daging yang akan digiling ini terkena Salmonella, maka bisa langsung dipisahkan agar nggak terkontaminasi ke daging yang lain.

Seperti diketahui, Salmonella ini penyebarannya melalui makanan. Misalnya sapi yang makan rumput yang di dalamnya sudah ada tanah yang bercampur dengan kotoran hewan lain yang terinfeksi Salmonella. Walaupun sekarang para peternak dan pengusaha makanan sudah berupaya agar Salmonella nggak menyerang seluruh hewan, penanggulangannya masih sangat terbatas.

 

Kekurangan machine learning

Kekurangan machine learning

Seperti diberitakan oleh theverge.com, machine learning ini mempunyai beberapa kelemahan. Pertama adalah sample yang dibutuhkan untuk mengetahui seluruh Salmonella ini ada sekitar 2500, jadi butuh waktu yang sangat lama untuk machine learning mengolahnya. Kemudian apakah machine learning ini bisa mengetahui pusat dari Salmonella, jadi para peternak bisa menghilangkan Salmonella secara sempurna.

Xiangyu Deng, kepala penelitian mengatakan bahwa sekarang pihaknya masih jauh dari kata finish. Masih banyak yang harus dikerjakan, walaupun begitu ini merupakan awal yang baik.

“A little bit of information is better than no information at all,” ujar Xiangyu Deng.

 

 

 

Source: theverge.com

Pakai Fitur Auto-Delete dari Google untuk Jaga Privasi Saat Berinternet

Tue, 21 July 2020
Seseorang membuka laman Google di smartphone

Saat lo surfing di internet, sudah wajib hukumnya untuk menjaga keamanan data pribadi. Untuk membantu lo memastikan privasi dan data pribadi aman, Google hadirkan fitur auto-delete. Fitur ini memberikan lo opsi untuk merekam atau tidak jejak aktivitas berinternet, termasuk riwayat lokasi di mana lo berinternet.

Dengan fitur auto-delete Google, lo bisa memilih sendiri berapa lama lo akan menyimpan data aktivitas internet lo. Pilihannya mulai dari rentang waktu 3 hingga 18 bulan. Kalau data lo lebih dari masa waktu simpan tadi, Google bakal otomatis menghapus data aktivitas internet lo.

 

Dihapus dari Server

Seseorang membuka laman Google di smartphone dan laptop 

Buat lo yang bertanya-tanya apakah menghapus data aktivitas internet bisa mengamankan data pribadi lo? Jawabannya, iya! Kebijakan privasi Google semakin diperketat dengan adanya fitur ini. Jadi saat lo menghapus data lo, sebagian data di server Google akan terhapus, dan sebagian data lagi hanya tersimpan dalam bentuk anonim.

Data yang akan terhapus adalah data-data dari aktivitas internet lo, sementara data yang tersimpan ini terkait data olahan, seperti data yang menunjukkan traffic site suatu website di satu negara yang kebetulan website itu juga lo kunjungi.

Google juga bakal menyimpan data dalam bentuk anonim tentang seberapa sering lo menghabiskan waktu berinternet dan menggunakan Google. Tapi tenang aja, Google nggak akan menyimpan informasi apa yang lo googling saat lo hapus dengan fitur auto delete.

 

Penggunaan di Desktop

Seseorang membuka laman Google di laptop 

Selain bersifat otomatis dihapus berdasarkan rentang waktu, penghapusan data aktivitas internet juga bisa dilakukan secara manual. Caranya cukup dengan membuka akun Google lo, lalu masuk ke menu Data & Personalization di bagian kiri atas. Setelah itu, pilih menu Activity and Timeline, lalu buka sub menu My Activity. Ketuk tiga titik di bagian kanan, kemudian pilih Delete Activity by.

Lo bisa atur sampai sejauh mana aktivitas berinternet yang mau lo hapus. Sesaat sebelum benar-benar dihapus, lo akan kembali diminta konfirmasi apakah sudah yakin akan menghapus riwayat aktivitas berinternet lo. Kalau sudah yakin, lo tinggal confirm dengan klik Delete dan semua data aktivitas lo bakal terhapus.

 

Fitur Auto Delete di Android dan iOS

Tampilan setting auto delete Google di smartphone

Cara menggunakan fitur auto delete Google bisa di smartphone Android atau iOS nggak begitu berbeda. Bagi pengguna Android, lo bisa masuk ke akun Google lo dan mengikuti langkah yang sama persis dengan yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Sementara untuk pengguna iOS, baik itu di iPhone atau di iPad, lo bisa masuk dari setelan akun di Gmail lalu pilih Manage Your Google Account. Kalau lo nggak punya Gmail, lo bisa set fitur ini dengan masuk ke laman Google dan terapkan langkah-langkah yang sama dengan penerapan di desktop tadi.

 

 

 

Sources: TirtoID, CNN Indonesia, Teknologi.id