Home Techno Masa Depan Airport Dunia, Menggunakan Paspor Wajah
Masa Depan Airport Dunia, Menggunakan Paspor Wajah

Masa Depan Airport Dunia, Menggunakan Paspor Wajah

Monday, July 30, 2018 - 11:41
Bagikan
Facebook Twitter Email

Pada tahun 2013 lalu, pemerintah Indonesia mulai memperkenalkan E-Paspor secara resmi. Di dalam E-Paspor terdapat chip khusus yang terhubung dengan imigrasi di seluruh dunia. Ternyata, jauh sebelum itu Australia ternyata sudah mulai menerapkan E-Paspor sejak tahun 2005! Australia memang disebut sebagai negara dengan perkembangan teknologi, khususnya teknologi penerbangan, paling canggih di dunia. Sekarang Australia bakal menjadi negara pertama yang menggunakan paspor wajah.

 

Apa Itu Paspor Wajah?

Untuk mengunjungi Australia, para warga Eropa dan Amerika Serikat harus menempuh perjalanan sekitar 13 jam lebih. Jadi, coba bayangkan ketika datang ke Australia, para wisatawan masih harus antre di bagian imigrasi untuk melakukan pengecekan paspor. Bisa jadi wisatawan tersebut nggak akan kembali lagi ke Australia karena sudah lelah. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, sejak tahun 2007 pemerintah Australia mulai mengembangkan SmartGates alias paspor wajah.

Jadi, SmartGates ini akan dipasang di setiap gerbang kedatangan. Cara kerjanya sederhana, lo tinggal melihat ke dalam alat SmartGates dan kurang dari 24 detik lo bisa check in tanpa harus mengeluarkan paspor. Di SmartGates akan dicocokkan apakah wajah dengan paspor ini benar-benar sama atau nggak. Menurut data yang dipunyai oleh cnet.com, satu SmartGates bisa melakukan scanning 150 orang setiap 1 jamnya.

 

Nggak Ada Lagi Paspor Fisik

Ini adalah masa depan airport dunia, nggak ada petugas bandara dan nggak ada paspor sekali pun. Untuk terbang ke negara di seluruh dunia, lo hanya cukup membeli tiket dan langsung menuju bandara. Lo nggak perlu lagi takut lupa membawa paspor karena wajah lo adalah paspor itu sendiri. Keren, kan?

Menurut data dari University of New South Wales pada tahun 2014, sistem SmartGates ini mempunyai toleransi kesalahan hingga 14%. Bahkan sekarang tingkat kesalahan bisa ditekan hingga di bawah 10%. Sekarang SmartGates masih dicoba di Canberra International Airport dan dalam waktu dekat akan dicoba di Sydney Airport serta bekerja sama dengan Qantas, airline terbesar di Australia. Hmm, kapan ya diterapkan di Indonesia?

 

 

Source: cnet.com