• Techno
  • Pengalaman Menginap di Hotel Bakal Berbeda Berkat Teknologi

Pengalaman Menginap di Hotel Bakal Berbeda Berkat Teknologi

Wed, 09 January 2019
Pengalaman Menginap di Hotel Bakal Berbeda Berkat Teknologi

Perkembangan ilmu dan teknologi kian pesat nggak terkecuali di sektor perhotelan. Kalau biasanya lo menginap di hotel dengan suasana yang itu-itu saja, di tahun 2019 ini beberapa hotel di dunia bakal menerapkan teknologi tercanggih yang dijamin mampu meningkatkan pengalaman bermalam bagi setiap tamu yang datang. Kira-kira teknologi apa saja yang bakal mewarnai industri perhotelan di dunia?

 

Kunci pintu menggunakan smartphone

Kunci pintu menggunakan smartphone

Urbaners, tahun 2019 ini lo bakal menemukan banyak perubahan teknologi yang digunakan oleh pihak pengelola hotel di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu yang paling dasar adalah berubahnya kunci pintu kamar yang semula menggunakan kunci konvensional atau kartu elektronik menjadi data pada smartphone. Penggunaan kunci pintu dengan smartphone ini kabarnya memanfaatkan teknologi NFC yang mampu memindai barcode.

 

Staf robotik

Teknologi yang diduga bakal paling banyak digunakan adalah pemanfaatan staf robotik yang dilengkapi dengan fitur pengenalan wajah, speaker, pemberitahuan otomatis serta layanan kamar melalui perintah suara. Kabarnya hotel dengan staf robotik ini tengah didirikan oleh raksasa e-commerce, Alibaba, di wilayah Hangzhou, Tiongkok. Hotel dengan staf robotik ini diklaim punya biaya operasional lebih efisien dan relatif sama dengan hotel yang dikelola manusia.

 

Peluncuran aplikasi mobile

Peluncuran aplikasi mobile

Nggak cukup hanya dengan memiliki situs website resmi, setiap hotel modern di tahun 2019 juga diharapkan memiliki aplikasi mobile. Aplikasi ini nantinya bakal mencakup seluruh aspek yang dibutuhkan oleh tamu yang akan menginap. Mulai dari transaksi pembayaran, check in dan check out, layanan kamar, hingga program loyalitas lainnya yang tersedia. Dengan begitu tamu yang menginap di hotel lebih mudah mendapatkan kenyamanan dan privasi.

 

Pemanfaatan ALICE

Pemanfaatan teknologi ALICE mulai banyak digunakan di sektor perhotelan Amerika Serikat. Melalui ALICE setiap staf hotel bisa berkomunikasi dengan mudah baik ke sesama staf, atasan, hingga seluruh tamu yang menginap di hotel. Jadi, layanan kamar bisa dilakukan lebih cepat dan tepat berkat pemanfaatan platform yang satu ini. Beberapa hotel di Amerika Serikat, seperti Dream Hotels, Viceroy, Yotel, Las Vegas Plaxa Hotel & Casino sudah menggunakan ALICE ini.

 

Urbaners, kalau Indonesia sudah menerapkan teknologi hotel tercanggih pastinya kenyamanan tamu lebih bisa ditingkatkan. Jadi, di antara semua teknologi tadi, mana yang menurut lo paling menarik untuk dicoba?

 

 

Source: msn.com , kompas.com

6 YouTuber Dengan Penghasilan Terbesar Di Tahun 2019

Tuesday, December 31, 2019 - 13:17
PewDiePie memakai kaos hitam

Saat ini YouTuber semakin banyak lho, Urbaners. Bahkan makin banyak orang yang bercita-cita jadi YouTuber. Anak muda saat ini pun makin banyak yang membuat channel YouTube dan mengunggah vlog. Hampir setiap orang berusaha untuk menjadi content creator di YouTube. YouTube dianggap mampu menghasilkan banyak uang. Forbes bahkan merilis info YouTuber yang mendapat penghasilan paling besar di tahun 2019. Siapa sajakah mereka ini?

 

Dude Perfect

anggota Dude Perfect berfoto bersama memakai kemeja kotak-kotak

Channel Dude Perfect ternyata dimiliki oleh sekumpulan bapak-bapak lho, Urbaners. Mereka adalah Tyler Toney, Garret Hilbert, Cody Jones, Coby Cotton, dan Cory Cotton. Pria paruh baya tersebut membuat channel YouTube yang sering diisi oleh video mereka ketika sedang berolahraga dan bermain bowling. Mereka berhasil mendapatkan keuntungan dari YouTube sebesar 20 juta dolar AS. Bahkan mereka juga ditawari untuk dibuatkan acara TV di Nickelodeon. Keren juga ya bapak-bapak ini, Urbaners.

 

Rhett and Link

foto Rhett and Link

Duo komedian asal California, Amerika Serikat ini berhasil meraup pendapatan sebesar hingga 17,5 juta dolar AS, Urbaners. Mereka sering mengunggah video lucu yang mereka buat. Nggak hanya itu saja, mereka juga sering mengunggah lagu komedi hasil parodi mereka sendiri. Rhett and Link juga dikenal pintar membuat sketsa. Keren kan?

 

Preston

Preston dengan balon angka 10

Sebelum fokus membuat vlog, Preston memulai channel YouTube-nya dengan memainkan game Minecraft dan Call of Duty. Perubahan ini membuat jumlah subscriber-nya terus bertambah dari waktu ke waktu. Preston berhasil meraup keuntungan dari YouTube hingga mencapai jumlah 14 juta dolar AS. Sungguh sebuah pendapatan yang fantastis.

 

PewDiePie

PewDiePie di ruangannya sambil memakai headphone

Channel YouTube PewDiePie berisikan video permainan aksi dan horror. PewDiePie memiliki 102 juta subscriber di channel YouTube-nya. Di tahun 2019, PewDiePie mendapat keuntungan dari YouTube sebesar 13 juta dolar AS. Bahkan banyak para gamers menjadikannya sebagai inspirator dalam main game seru.

 

DanTDM

DanTDM memakai kaos warna hitam dengan poni lemparnya

DanTDM sering mengunggah video tentang game. Biasanya game yang sering dia mainkan adalah Fortnite dan Minecraft di channel YouTube-nya. Dia bahkan berhasil memenangkan penghargaan di Kids Choice Awards dan juga mencetak Guinness World Records. Kini, DanTDM berhasil meraup pendapatan sebesar 12 juta dolar AS dari video YouTube yang dia buat di channel-nya.

 

VanossGaming

Vanossgaming memakai kaos warna putih

Buat lo yang suka game, channel milik VanossGaming ini cocok banget buat lo tonton. VannosGaming sering mengunggah video tentang game terutama GTA V, Minecraft, dan game lainnya. Berkat video tutorial game tersebut, dirinya pun kini berhasil mendapatkan hingga 11,5 juta dolar AS.

 

Dari deretan di atas, ada nggak nih YouTuber favorit lo, Urbaners?

 

 

Source : IDN Times